ANALISIS KUALITAS MINYAK GORENG DENGAN TIGA KALI
PEMAKAIAN MENGGORENG AYAM
Kadek Anggra Suprapta, Frieda Nurlita,SitiMaryam
Jurusan PendidikanKimia
UniversitasPendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail:
[email protected],
[email protected],
[email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas minyak gorengserta senyawa yang
terbentuk setelah penggorengan ketiga dalam menggoreng ayam. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah minyak goreng curah yang dijual di pasar-pasar
tradisional. Ada dua perlakuanterhadap minyak goreng, yaitutanpa penyimpanan
(setelah penggorengan I dilanjutkan penggorengan II dan penggorengan III) dan dengan
penyimpanan (setelah penggorengan I disimpan 1 hari lalu dilanjutkan penggorengan II,
disimpan 1 hari , dilanjutkan penggorengan III setelah itu disimpan selama 1 hari lagi).
Hasil penelitian setelah penggorengan III tanpa penyimpanan untuk bilangan peroksida
10,15 mek O2/kg, bilangan asam1,40 mg KOH/g, kadar air43,53% dan absorbansi
untuk uji warna 0,713, senyawa yang terbentuk adalah asam pentadekanoat (metil-
ester), asam heksadekanoat, asam 8,11 -oktadekadienoat (metil-ester), asam-9-
oktadekenoat (metil-ester), asam heptadekanoat (metil-ester) dan asam-9-oktadekenoat.
Hasil penelitian setelah penggorengan III dengan penyimpanan untuk bilangan
peroksida12,04 mek O2/kg, bilangan asam1,44 mg KOH/g, kadar air54,40% dan
absorbansi untuk uji warna 0,931, senyawa yang terbentuk adalah asam pentadekanoat
(metil-ester),asam heksadekanoat, asam -9-oktadekenoat (metil-ester), asam
heptadekanoat (metil-ester) dan asam-9-oktadekenoat. Dapat disimpulkan, jika
dibandingkan dengan standarSNI3741:2013tentangstandarmutuminyakgoreng,
bahwa minyak goreng setelah penggorenganIII sudah tidaksesuaistandar.
Katakunci:minyak goreng, bilangan peroksida, bilangan asam, kadar air, warna.
Abstract
This research aims to analyze the quality of cooking oil and compounds formed after the
third frying chicken. The sample used in this research is the cooking oil sold in traditional
markets. There are two treatment of cooking oil, that is without saving (after first frying
continue second frying and third frying) and saving (after first frying, saved one day and
then continue second frying, saved one day, followed third frying, after that it was saved
for one day again). Results of the research of cooking oil after third frying without saving
for peroxide value is 10,15 meq O2/kg, acid value 1.40 mg KOH/g, the water content
43.53% andabsorbance to colour test 0.713, the compound formed is pentadecanoic
acid (methyl-ester), n-hexadecanoic acid, 8,11-octadecadienoic acid (methyl-ester),9-
octadecenoic acid (methyl-ester), Heptadecanoic acid (methyl-ester)and9-octadecenoic
acid. Resultsof the research of cooking oil after third frying with saving for peroxide
value is 12,04 meq O2/kg, acid value 1,44 mg KOH/g, the water content 54.40% and
absorbance to colour test 0,931, the compounds formed is pentadecanoic acid (methyl-
ester), n-hexadecanoic acid, 9-octadecenoic acid (methyl-ster), heptadecanoic acid
(methyl ester), and9-octadecenoic acid. It can be concluded, if compared with the
standard SNI 3741: 2013 about quality standards of cooking oil, that the cooking oil after
third frying has not according with standards.
Key words:cooking oil, peroxide value, acid value,watercontent, colour.