Kesultanan Samudera Pasai Kerajaan Islam Pertama di Nusantara Bahan Ajar Guru Sejarah
Latar Belakang Berdirinya - Terletak di pesisir utara Sumatera (Aceh Utara) - Berdiri karena letak strategis jalur perdagangan internasional - Dipengaruhi pedagang Arab, Gujarat, dan Persia
Pendiri dan Raja-Raja - Pendiri: Sultan Malik al-Saleh (1297 M) - Raja terkenal: Sultan Malik al-Zahir, Sultan Ahmad Bahian Syah - Pemerintahan berlangsung stabil dan berpengaruh luas
Kehidupan Politik dan Pemerintahan - Bentuk kerajaan Islam dengan sultan sebagai pemimpin - Menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan lain di Asia Tenggara - Menjadi pusat kekuasaan Islam di Sumatera
Kehidupan Ekonomi - Pusat perdagangan internasional (emas, lada, rempah) - Pelabuhan Pasai ramai oleh kapal Arab, India, dan Cina - Menggunakan mata uang emas: dirham Pasai
Kehidupan Sosial dan Budaya - Masyarakat multikultural (Arab, India, Melayu, Cina) - Berkembangnya pendidikan Islam dan penggunaan aksara Arab Melayu - Munculnya ulama dan cendekiawan Islam
Perkembangan Agama Islam - Ulama berperan besar dalam dakwah Islam - Pasai menjadi pusat penyebaran Islam awal di Nusantara - Bukti arkeologis: Nisan bertuliskan huruf Arab di makam Sultan Malik al-Saleh
Peninggalan Sejarah - Makam Sultan Malik al-Saleh - Dirham emas Pasai - Catatan perjalanan Ibnu Battuta tentang Pasai
Masa Kejayaan dan Kemunduran - Kejayaan: abad ke-14, perdagangan maju dan ilmu berkembang - Kemunduran: serangan Majapahit dan Portugis - Munculnya Kesultanan Aceh Darussalam menggantikan perannya
Pengaruh terhadap Nusantara - Penyebaran Islam ke Sumatera, Malaka, dan Jawa - Warisan budaya Islam Melayu - Dasar bagi berdirinya kerajaan Islam lain di Indonesia
Refleksi dan Nilai yang Dapat Dipetik - Toleransi dan keterbukaan terhadap budaya luar - Semangat dakwah dan perdagangan - Integrasi antara budaya lokal dan Islam
Penutup dan Evaluasi Pertanyaan Reflektif: 1. Siapa pendiri Kesultanan Samudera Pasai? 2. Apa faktor penyebab kemunduran kerajaan ini? 3. Bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan Islam di Indonesia?