materi keragaman alam indonesia dengan gambarnya

FeraAkerina2 7 views 49 slides Sep 24, 2025
Slide 1
Slide 1 of 49
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19
Slide 20
20
Slide 21
21
Slide 22
22
Slide 23
23
Slide 24
24
Slide 25
25
Slide 26
26
Slide 27
27
Slide 28
28
Slide 29
29
Slide 30
30
Slide 31
31
Slide 32
32
Slide 33
33
Slide 34
34
Slide 35
35
Slide 36
36
Slide 37
37
Slide 38
38
Slide 39
39
Slide 40
40
Slide 41
41
Slide 42
42
Slide 43
43
Slide 44
44
Slide 45
45
Slide 46
46
Slide 47
47
Slide 48
48
Slide 49
49

About This Presentation

keragaman alam indonesia


Slide Content

Fera Akerina, S.Pd Handaut Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kls VII SMP N 1 Amalatu

Kompetensi Int i 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya . 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur , disiplin , santun , percaya diri , peduli , dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan , keluarga , sekolah , masyarakat dan lingkungan alam sekitar , bangsa , negara , dan kawasan regional. 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual , konseptual , prosedural , dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan , teknologi , seni , dan budaya dengan wawasan kemanusiaan , kebangsaan , dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata . 4. Mencoba, mengola dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori  

Kondisi Alam Indonesia Kompetensi dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1. Memahami konsep ruang ( lokasi , distribusi , potensi , iklim , bentuk muka bumi , geologis , flora, dan fauna) dan interaksi antarruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusai dalam aspek ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan 4.1 Menyajikan hasil telaahkonsep ruang (lokasi, distribusi, potensi, iklim, bentuk muka bumi, geologis, flora dan fauna) dan interaksi antarruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia, sosial, budaya dan pendidikan 3.1.1 Me jelaskan kondisi geologi Indonesia 3.1.2 Men guraikan bentuk muka bumi Indonesia 3.1.3 Menjelaskan kondisi iklim di Indonesia 3.1.4 Mengklasifikasikan keragaman flora dan fauna di Indonesia 4.1.1 Menyajikan laporan secara tertulis hasil diskusi kelompok tentang kondisi alam Indonesia 4.1.2 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok tenteng kondisi alam Indonesia dengan berani dan bertanggung jawab di depan kelas

Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca handout dan menonton vidio pembelajaran peserta didik mampu m en jelaskan kondisi geologi Indonesia 2. Setelah membaca handout dan menonton vidio pembelajaran peserta didik mampu m en guraikan bentuk muka bumi Indonesia 3. Setelah membaca handout, dan menonton vidio pembelajaran peserta didik mampu menjelaskan kondisi iklim di Indonesia 4. Setelah membaca handout dan menonton vidio pembelajaran peserta didik mampu mengklasifikasikan keragaman flora dan fauna di Indonesia 5. Setelah mencari informasi pada handout peserta didik mampu m enyajikan laporan secara tertulis hasil diskusi kelompok tentang kondisi alam Indonesia 6. Setelah menyusun hasil diskusi kelompok peserta didik mampu m empresentasikan hasil diskusi kelompok tenteng kondisi alam Indonesia dengan berani dan bertanggung jawab di depan kelas

P ersebaran flora dan fauna di Indonesia Kondisi Alam Indoneisa 2. Flora dan Fauna 1. Keadaan Fisik Wilayah Kondisi Geologi Indonesi Bentuk Muka Bumi Kondisi Iklim Indonesia Keberagaman flora dan fauna di Indonesia

1. Keadaan Fisik Wilayah ini berhuungan dengan kondisi fisik bumi sendiri seperti gunung api yang ada di wilayah indonesia 2. Keadaan flora dan fauna yang ada di Indonesia Keadaan alam indonesia dapat di bedakan atas dua bagian yaitu :

keadaan fisik wilayah ini dapat dikenali dari 3 hal Keadan geologi Bentuk muka bumi iklim Keadaan fisik wilayah mempengaruhi karakteristik kehidupan makluk hidup yang tinggal diatsnya

Kondisi geologi Indonesia Sedangkan lempeng Pasifik bertumbukan dengan Eurasia di utara Papua dan Maluku Utara Tumbukan lempeng tersebut kemudian membentuk rangkaian penggunungan yang sebagian menjadi gunung api di sepanjang pulau Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara Goals & Strategy Here you could describe the topic of the section Lempeng Indo-Australia bertumbukan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai sumatra, jawa dan Nusa Tenggara Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik besar yaitu Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik

G empa yang terjadi dapat dibedakan gempa tektonik maupun vulkanik. G empa tektonik adalah gempa karena pergerakan lempeng tektonik, sedangkan gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi karena adanya aktifitas kegunungapian S elain terbentuknya gunung api, tumbukan antar lempeng juga menghasilkan gempa bumi. Indonesia merupakan salah satu negara yang sering mengalami gempa bumi, terutama pulau-pulau sepanjang pertemuan lempeng Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi

Sebagian gunung yang ada di Indonesia merupakan gunung berapi yang aktif. Ciri gunung berapi yang aktif adalah adanya aktifitas kegunungapian seperti sumburan gas, asap dan material dari dalam gunung berapi G empa bumi dapat menimbulkan bencana lainnya yaitu Tsunami. G oncangan akibat gempa bumi membuat gerakan tanah di dasar laut, sehingga menimbulkan gelombang dan ketika sampai di pantai, gelombang tersebut semakin besar dan menimbulkan bencana Tsunami Selain gempa bumi, Indonesia juga rawan akan bencana letusan gunung api. Gunung berapi adalah lubang kepundaan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Ciri gunung berapi adalah adanya kawah atau rekahan dan sewaktu-waktu gunung berapi tersebut dapat meletus

Gunung berapi adalah lubang kepundaan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau caian lainya ke permukaan bumi. Di Indonesia, sebagaian gunung berapi tersebar di sepanjan pulau Sumatra, Jawa, sampai Nusa Tenggara. Gunung berapi juga banyak ditemukan di Pulau Sulawesi dan Maluku. Beberapa gunung berapi di Nusantara sangat terkenal di dunia karena letusannya yang sangat terkenal di dunia karena letusannya yang sangat dasyat, yaitu gunung berapi Tambora dan Krakatau

W awasan Gunung berapi di Indonesia umumnya merupakan gunung berapi bertipe stroto yaitu gunung berapi berbentuk kerucut yang tinggi dengan lereng yang curam Peristiwa bencana alam sebenarnya merupakan bentuk keseimbangan alam Gunung yang meletus mengeluarkan banyak material yang kemudian meremajakan tanah yang telah berkurang kesuburannya karena pengikisan atau erosi, selain itu abu vulkanik banyak mengandun unsur hara yang berguna untuk menyuburkan tanaman

Bentuk Muka Bumi Indonesia terdiri atas belasan ribu pulau, baik yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil. Jumlah pulau seluruhnya mencapai 13.466 buah. Luas wilayah Indonesia mencapai 5.180.053 km 2 Terdiri atas daratan seluas 1.922.483 km 2 dan lautan seluas 3.257.483 km 2 . Ini berarti wilayah lautannya lebih luas dari daratannya

Tampak keragam bentuk muka bumi Bentuk muka bumi Indonesia dapat dibedakan menjadi Bukit D aratan Tinggi Gunung Pegunungan Daratan Rendah

Tampak keragam bentuk muka bumi Bentuk muka bumi Indonesia dapat dibedakan menjadi a. Daratan Daratan merupakan salah satu bentuk dari permukaan bumi sebagai tempat tinggal mahluk hidup yang dapat berwujud tanah, es, padang pasir, dan lain sebagainya. Daratan yang dijadikan sebagai tempat tinggal manusia di Negara kita adalah tanah. Daratan, yang kita tempati mempunyai bentuk yang berbeda-beda yang biasa disebut dengan relief. Beberapa relief atau bentuk muka bumi dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Gunung Gunung adalah permukaan bumi yang menonjol dan juga menjulang tinggi dengan tiga bagian yaitu puncak, lereng, dan kaki gunung. Gunung dibagi menjadi dua yaitu gunung aktif dan gunung tidak aktif . a ) Gunung aktif Gunung aktif adalah gunung berapi yang masih aktif mengeluarkan material yang ada di dalam perut bumi. Peristiwa keluarnya isi perut bumi disebut erupsi. Dimana erupsi dapat menimbulkan bencana seperti asap, lava, dan getaran gempa .

Contoh : Gunung Slamet yang ada di Jawa Tengah dimana beberapa tahun lalu mengeluarkan asap. b). Gunung tidak aktif Gunung yang tidak aktif merupakan gunung yang sudah tidak meletus kembali karena beberapa faktor. Contohnya gunung Tangkuban Perahu 2) Pegunungan Pegunungan berbeda dengan gunung. Pegunungan adalah kumpulan dari beberapa gunung yang saling berdekatan. Pegunungan dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu pegunungan tinggi dan pegunungan rendah . a ) Pegunungan tinggi Pegunungan tinggi merupakan jenis pegunungan yang tingginya bisa mencapai lebih dari 1.500 meter di atas permukaan air laut. Contoh di Indonesia adalah puncak Jaya wijaya b) Pegunungan rendah Pegunungan rendah merupakan jenis pegunungan yang memepunyai ketinggian antara 500 meter sampai dengan 1.500 meter di atas permukaan air laut.

3) Bukit/Perbukitan Perbukitan merupakan jenis bentang alam atau relief yang berupa tonjolan di daratan dengan ketinggian antara 200 mester sampai dengan 500 meter di atas permukaan air tanah. Perbukitan memiliki udara yang sejuk dan lebih dingin daripada dataran yang lebih rendah. Perbukitan ini juga mempunyai tanaman yang khas yaitu teh dan tembakau serta cocok digunakan sebagai tempat wisata. Contoh di Kabupaten Tegal adalah Guci. 4) Dataran rendah Dataran rendah merupakan hamparan tanah luas dengan tingkat ketinggian antara 0-200 meter di atas permukaan laut. Suhu udara antara 23oC – 28oC. Wilayah ini sering dijadikan tempat tinggal karena daerah yang datar dan nyaman untuk tempat tinggal. 5) Lembah merupakan dataran rendah yang ada disekitar perbukitan yang berupa cekungan. Lembah ini yang biasa digunakan sebagai tempat tinggal karena suhunya yang hangat

a. Perairan Perairan merupakan bentuk muka bumi yang tergenang air, perairan yang sangat luas disebut lautan atau samudera. Perairan ada dua macam yaitu laut dan perairan di daratan 1) Lautan Lautan adalah daerah perairan yang sangat luas. Wilayah lautan terdiri dari samudrea, laut, selat, teluk, dan tanjung. a) Samudera Lautan yang sangat luas dan dalam. Contoh samudera pasifik, samudera hindia, samudera atlantik b) Laut Laut adalah perairan yang sangat luas dan dalam dan berhubungan dengan samudera. Contoh Laut Jawa, Laut banda, Laut Sulawesi c) Selat Selat adalah laut sempit diantara dua pulau. Contoh selat Madura yang terletak diantara Pulau Madura dan Pulau Jawa. d) Teluk Teluk adalah lautan yang menjorok ke daratan. Contoh teluk cendrawasih di Papua e) Tanjung Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Contoh Tanjung Priok di DKI Jakarta.

Bentuk atau relief daratan lautan/ dasar laut dapat dijabarkan sebagai berikut: 1 ) Dangkalan / Paparan benua Dangkalan merupakan permukaan laut yang luas dan memiliki kedalaman kurang dari 200 meter. Relief ini merupakan kepanjangan dari daratan pulau atau pun benua. Contohnya dangkalan sunda dan dangkalan sahul . 2) Ambang Laut Ambang lauat merupakan permukaan daratan laut dangkal dan juga sebagai pemisah dua buah lautan yang dalam. Contoh ambang laut Sulu dan Ambang Gibraltar . 3) Punggung Laut Penggung laut merupakan bentukan permukaan laut yang menyerupai bukit yang tidak sampai muncul kepermukaan .

4) Gunung Laut Gunung laut adalah tonjolan di permukaan laut yang sama seperti gunung di daratan. Contoh gunung kerakatau. 5 ) Pulau Karang Pulau karang merupakan bentuk permukaan laut yang berbentuk seperti halnya pulau yang terdiri atas batuan dan juga karang yang jumlahnya sangat banyak. Batuan karang ini berasal dari binatang-binatang laut yang sudah mati dan bertumpk menjadi satu. 6) Lubuk Laut atau beken Lubuk laut merupakan permukaan laut yang memiliki bentuk seperti cekungan besar dan juga lebar yang sangat dalam. 7) Palung Laut Palung laut dikenal juga dengan jurang laut. Palung laut berbentuk sempit, gelap dan memanjang ke bawah seperti huruf V. Contohnya palung laut yang ada di pantai selatan Yogyakarta. Perairan di daratan Ada beberapa macam perairan yang ada di daratan antara lain: a. Danau Danau adalah genangan air yang sangat luas dan dikelilingi oleh daratan. Ada dua macam danau, yaitu: danau alami dan buatan

b) Sungai Sungai adalah aliran air yang besar di daratan . Sungai mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah . Bagian - bagian sungai antara lain; hulu ( awal sungai ), hilir ( akhir sungai ), dan muara ( akhir sungai yang bertmu dengan laut ). Contoh sungai Kaligung di Kabupaten Tegal . Danau alami adalah danau yang terbentuk karena bencana alam contoh danau batur di Bali. Danau buatan Danau yang dibaut oleh manusia yang biasa disebut dengan bendungan atau waduk . Contoh waduk cacaban .

Peta Filosofi Indonesia untuk membaca peta filosofi maka perhatikanlah legenda atau keterangan peta Simbol warna kuning menunjukan daratan rendah Warna hijau menunjukan daerah perbukitan Warna coklat menunjukan pegunungan Warna oranye menunjukan daratan tinggi 02 03

Kondisi Iklim Indonesia Indonesia terletak di antara garis lintang 6 LU – 11 LS dan 95 BT- 141 BT. Hal ini menjadikan Indonesia selalu disinari matahari sehingga beriklim tropis. I ndonesia berada di wilayah tropis dengan ciri iklim tropis adalah suhu yaitu sekitar 27 C . Di daerah iklim tropis, tidak ada perbedaan yang jauh antara suhu pada musim hujan dan musim kemarau. Kondisi ini berbeda dengan daerah lintang sedang yang suhunya berbeda sangat jauh antara musim dingin dengan musim panas S uhu pada musim dingin dapat mencapai sekitar - 20 C, Sedangkan pada saat panas dapat mencapai sekitar 40 C. Perbedaan suhu pada musim kemarau dan musim hujan relatif kecil di Indonesia. Di negara dengan empat musim, perbedaan suhu bisa sangat ekstrim. Pada musim panas, rata-rata suhu dapat melebihi 40 C, sebaliknya pada musim dingin suhu dapat mencapai lebih dari -40 C

A. JENIS IKLIM DI INDONESIA Iklim merupakan kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Cuaca adalah kodisi rata-rata udara dlam waktu yang relative sempit. Hal ini dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. Terdapat klasifikasi iklim yang ditentukan oleh letak geografis maupun unsur-unsur lainnya seperti curah hujan, suhu, kelembaban maupun kecepatan angin yang dilihat secara berurutan. Iklim di Indonesia dibagi menjadi 3 macam yaitu iklim musim (iklim muson), iklim tropis, dan iklim laut. Namun, di Indonesia lebih dikenal dengan iklim tropis yang tidak dimiliki oleh Negara lain yang berada di daerah subtropis sampai kutub. Tak heran jika orang dari luar negeri berdatangan ke Indonesia hanya untuk menikmati iklim tropis seperti berjemur dibawah terik matahari untuk merasakan sensasi berbeda di musim panas. Adapun penjabaran jenis iklim sebagai berikut: Iklim Musim ( Iklim Muson ) Iklim musim adalah iklim yang dipengaruhi oleh angin musim ( muson ) yang berubah-ubah tiap periode tertentu . Biasanya satu periode perubahan adalah enam bulan sekali ada dua macam iklim muson yang dipengaruhi oleh arah angin , antara lain:

a. Angin musim barat daya Angin musim barat daya bertiup dari benua Asia ke benua Australia. Angin ini bertiup dari bulan Oktober – April sehingga di Indonesia mengalami musim penghujan karena sifatnya basah. Sebenarnya angin muson barat ini bergerak dari Samudera pasifik yang membawa banyak uap air menuju wilayah Indonesia tetapi karena angin dibelokkan oleh gaya coriolis, maka berubah arah ke barat sehingga disebut angin muson barat. Angin muson barat sangat menguntungkan bagi mahluk hidup seperti menyuburkan pertanian, sumber air melimpah dan tingkat kesuburan tanaman semakin berkembang. b. Angin musim timur laut Angin musim timur laut adalah angin yang bertiup dari benua Australia ke benua Asia. Angin ini bertiup pada bulan April- Oktober sehingga di Indonesia terjadi musim kemarau yang berkepanjangan karena sifatnya yang kering akibat udara yang melewati benua Australia relative sempit sehingga sedikit membawa uap air. Adapun kerugian yang ditimbulkan dari angin musim timur seperti sulit menemukan sumber air, petani mengalami musim paceklik , dan tingkat kesuburan tanah berkurang .

2. Iklim Tropis Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia beriklim tropis yan g bersifat panas , curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi . Hal ini juga menyebabkan Indonesia mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan . Selain itu , Indonesia mengenal musim pancaroba yaitu musim diantara perubahan kedua musim tersebut . Adapun ciri-ciri iklim tropis sebagai berikut : a. Suhu udara rata-rata tinggi karena matahari selalu vertical. Suhu udara mencapai 20- 23oC. b. Amplitudo suhu tahunan di khatulistiwa yaitu 1-5oC, sedangkan amplitudo suhu hariannya lebih besar c. Tekanan udara rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan d. Hujan lebih banyak dari pada Negara lainnya . Secara umum , keadaan curah hujan di Indonesia tergolong tinggi tetapi tidak merata . Ada wilayah yang sangat tinggi curah hujannya , tetapi ada yang sangat rendah . Misalnya , Manokwari , Papua Barat mmepunyai curah hujan yang tinggi , sedangkan curah hujan yang rendah tersebar di wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi utara . Berikut peta curah hujan di Indonesia.

3. Iklim Laut Iklim laut adalah iklim yang banyak mendatangkan hujan yang bersifat lembab sehingga Indonesia bisa mengalami musim penghujan berkepanjangan . Hal ini disebabkan karena terjadinya penguapan air yang lebih banyak sehingga terbentuk awan . Iklim laut dimiliki oleh Negara yang berada di daerah tropis , subtropis dan daerah sedang . Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut adalah : Iklim Musim , dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubahsetiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan adalah enam bulan. Iklim Tropis, terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan. 3. Iklim Laut , terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas, sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya mengakibatkan terjadinya hujan.

B. PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA Perubahan iklim di Indonesia dapat merubah keadaan iklim suatu wilayah. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan temperature rata-rata harian seperti pola curah hujan, tinggi muka air laut, dan variabelitas iklim. Perubahan iklim ini sangat berdampak pada kehidupan manusia khususnya dalam bidang pertanian dan budaya. Sumber: Blog.ruangguru.com, a. pertanian di daerah tropis dan b. es salju di Kutub 1. Pertanian Berdasarkan gambar di atas gambar a menunjukan bahwa di daerah iklim tropis tanhanya sangat subur dan dapat digunakan untuk wilayah pertanian sedangkan di gambar b daerah ini berada di wilayah kutub yang tanahnya tertutp oleh es salju sehingga tidak dapat ditanami tanaman. Wilayah Indonesia sangat baik bidang pertanian karena mendapat banyak sinar matahari sepanjang tahun. Berbeda dengan Negara-negara yang mengalami 4 musim yang dapat mematikan pertanian yang ada. Selain itu bidang pertanian dapat mencukupi kebutuhan pangan rakyat Indonesia.

2. Budaya Salah satu pengaruh peruabahan iklim terlihat pada budayanya seperti bentuk atap rumah yang menyerupai prisma segitiga ada di Indonesia karena curah hujan tinggi, sedangkan atap datar tidak dapat menampung air terdapat pada budaya Negara barat yang termasuk daerah subtropis dan sedang. Selain itu, gaya berpakain juga berbeda antara daerah tropis dengan daerah sedang. Jika tropis cenderung berpakaian yang dapat menyerap keringat sedangkan daerah sedang cenderung berpakaian tebal. C. PENGARUH IKLIM DI INDONESIA Indonesia terletak pada posisi yang sangat strategis menyebabkan wilayahnya rentan terhadap perubahan iklim dan cuaca. Fenomena yang mempengaruhi perubahan iklim di Indonesia seperti Fenomena El Nino dan La nina. El nino menyebabkan curah hujan semakin berkurang (kering) sehingga berdampak buruk seperti kebakaran hutan, efek rumah kaca, dan asap dimana- mana. Sedangkan La nina membawa curah hujan yang tinggi sehingga dapat menyebabkan banjir.

Curah hujan di Indonesia berfariasi antar wilayah, tetapi umumnya sekitar 2500mm/tahun. Walaupun angka curah hujan bervariasi antar wilayah di Indonesia tetapi pada umumnya tergolong besar. Kondisi curah hujan yang beser ditunjang dengan penyinaran matahari yang cukup membuat indonesia sangat cocok untuk kegiatan pertanian, sehingga mampu memenuhi kebutuhan penduduk akan pangan. Hal menarik bagi Indonesia adalah terjadinya angin muson. Angin muson adalah angin yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara samudra dan benua. Pada saat lautan atau samudara menerima penyinaran matahari, maka diperlukan waktu yang lebih lama untuk memanaskan lautan. Sementar itu daratan lebih cepat menerima panas. Akibatnya lautan bertekanan lebih tinggi dibandingkan dengan daratan. Bergeraklah udara dari lautan ke daratan.

Pada saat musim hujan di Indonesia (Oktober sampai April), angin muson yang bergerak dari samudra Pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokan oleh gaya Coriolis, sehingga berubah arahnya menjadi angin barat atau disebut angin muson barat. Pada saat bergerak menuju wilayah Indonesia, angin muson dari Samudra Pasifik telah membawa banyak uap air, sehingga diturunkan sebagai hujan di Indonesia Peristiwa sebaliknya terjadi pada saat musim kemarau (Mei-September). Pada saat itu, angin muson dari benua Australia atau disebut angin timur yang bertekanan maksimum bergerak menuju benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia. Karena Benua Australia sekita 2/3 wilayahnya berupa gurun, maka udara yang bergerak tadi relatif sedikit uap air yang dikandungnya. Selain itu, udara tadi hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara Australia dan Indonesia, sehingga sedikit pula uap yang dikandungnya. Pada saat itu, di Indonesia terjadi musim kemarau

Pada musim hujan, petani Indonesia mulai menyiapkan lahannya untuk bercocok tanam. Jenis tanaman yang ditanam adalah yang membutuhkan air pada awal pertumbuhannya, contohnya padi. Sementara itu nelayan Indonesia justru mengurangi frekuensi melaut karena biasanya pada saat tersebut sering terjadi cuaca buruk dan gelombang laut cukup besar sehingga membahayakan mereka, ikan juga lebih sulit ditangkap, sehingga terjadi kelangkaan pasokan tentu tidak banyak berpengaruh pada aktivitas masyarakat Indonesia yang pekerjaannya tidak berhubungan langsung dengan alam, misalnya pegawai atau karyawan pada musim kemarau, sebagian petani terpaksa membiarkan lahannya tidak ditanami karena tidak adannya pasokan air. Sebagian lainnya masih dapat bercocok tanam dengan mengandalkan air dari sungai atau dari saluran irigasi. Ada pula petani yang berupaya bercocok tanam walaupun tidak ada air yang cukup dengan memilih jenis tanaman atau varietas yang tidak memerlukan banyak air. Pada saat musim kemarau, nelayan dapat mencari ikan dilaut tanpa banyak terganggu oleh cuaca yang buruk. Hasil tangkapan ikan juga biasanya lebih besar dibandingkan musim hujan, sehingga pasokan ikan juga cukup berlimpah. Pola angin muson yang bergerak menuju wilayah Indonesia pada saat angin barat dimanfaatkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia untuk melakukan perpindahan atau migrasi dari asia ke berbagai wilayah di Indonesia. Perahu yang digunakan untuk melakukan migrasi tersebut masih sangat sederhana dan pada saat itu masih mengandalkan kekuatan angin, sehingga arah gerakannya mengikuti arah gerakan angin muson.

Nama lain Garis khatulistiwa adalah ekuator (equator) , dengan Panjang garis khatulistiwa sekitar 24.901,5 mil (40.075 kilometer) melintasi benua Amerika Selatan dan Afrika , serta sejumlah pulau dan samudera . G aris khatulistiwa adalah sebuah zona inter tropis konvegensi (ITCZ) dimana angin yang datang dari dua arah bertemu disekitar wilayah garis tersebut. ITCZ adalah garis atau zona yang berkaitan   dengan pusat sirkulasi siklonik yang memiliki tekanan udara yang sangat rendah dari daerahsekitarnya dan berada di antara dua cekungan equatorial. Arah angin pada saat musim hujan di Indonesia. Angin yang membawa uap air dari samudra pasifik berbelok di Ekuator dan menurunkan hujannya di Indonesia

Keadaan iklim pada saat nenek moyang datang ke Indonesia tidak berbeda dengan keadaan iklim saat ini. Secara umum keadaan curah hujan di Indonesia tergolong tinggi tetapi tidak merata. Ada wilayah yang sangat tinggi curah hujannya, tetapi ada yang sangat rendah. Pada sekitar 2000 tahun sebelum masehi terjadi gelombang perpindahan rumpun bangsa yang berbahasa Melayu-Austronesia (Melayu Kepulauan Selatan) Melayu-Austronesia ialah suatu ras Mongoloid yang berasal dari daerah Yunan di Cina Selatan. Dari tempat itu mereka menyebrang ke daerah-daerah hilir sungai besar di Teluk Tonkin. Pada sekitar 200 SM (Sebelum Masehi), mereka pindah menyebrang ke daerah-daerah semenanjung Malaya, Indonesia, Filipina, Formosa, Pulau-pulau Lautan Teduh sampai ke Madagaskar. Kelompok migrasi dari Yunan ke Indonesia inilah yang dianggap sebagai asal mula nenek moyang bangsa Indonesia

Peta curah hujan di Indonesia yang tergolong tinggi tetapi tidak tersebar secara merata Warna merah menunjukan curah hujan yang rendah (500-1000 mm/tahun) Warna biru menunjukan curah hujan 5000 mm/tahun atau lebih

Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu yang tinggi sepanjang tahun dan curah hujan yang besar. Dengan suhu yang tinggi dan curah hujan yang besar, penduduk Indonesia dapat melakukan berbagai aktivitas sepanjang tahun tanpa banyak terkendala oleh faktor iklim. Hujan yang besar juga memungkinkan air tersedia dalam jumlah yang besar untuk berbagai keperluan seperti pertanian, perikanan, air minum, tenaga listrik dan lain-lain Keadaan yang berbeda terjadi di daerah lintang sedang yang berbeda suhu antara musim dingin dan musim panasnya sangat ekstrim, sehungga tidak nyaman untuk melakukan berbagai aktifitas Karna itu kita patut bersyukur hidup di Indonesia yang merupakan daerah dengan iklim tropis Rangkuman

Indonesia memiliki Keanekaragaman flora dan fauna yang sangat besar. Bahkan termasuk 3 terbesar di dunia bersama-sama dengan Brazil di Amerika Selatan dan Zaire di Afrika. Berdasrkan data dari depertemen Kehutanan dan perkebunan tahun 1999 jumlah spesies tumbuhan di Indonesia mencapai 8.000 spesies yang suda terindentifikasi, sedangkan jumlah spesies hewan mencapai 2.215 spesies. Spesies hewan terdiri atas 515 mamalia, 60 reptil, 1519 burung, dan 121 kupu-kupu.

A. FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA Flora merupakan segala jenis tumbuhan serta tanaman yang ada di muka bumi. Fauna adalah segala jenis hewan yang hidup di muka bumi. Flora dan Fauna di Indonesia jumlahnya sangat banyak sekali hingga tidak dapat lagi terhitung. Flora dan Fauna di Indonesia memiliki tempat tinggal yang beragam dari mulai laut hingga daratan. Flora dan Fauna endemik merupakan sekelompok jenis tumbuhan dan hewan yang hidup pada suatu daerah tertentu. Flora dan Fauna endemik biasanya hanya ada di daerah tertentu dan tidak dapat dijumpai di daerah yang lain. Yuk, simak penjabaran klasifikasi Flora dan Fauna di Indonesia berikut! 1. Faktor Pengaruh Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Ada beberapa faktor yang mempengaruhi persebaran Flora dan Fauna di Indonesia. Beberapa faktor tersebut antara lain: a) Faktor Klimatik (Kondisi Iklim) Faktor klimatik merupakan salah satu fator yang paling dominan dalam mempengaruhi persebaran flora dan fauna. Faktor klimatik meliputi: 1) Suhu : suhu yang mendukung adalah suhu dingin atau panas. 2) Kelembaban udara : wilayah basah atau kering 3) Angin : berpengaruh langsung terhadap proses penyerbukan dan distribusi uap air / awan yang mengandung hujan 4) Curah hujan : curah hujan tinggi maka jenisnya beraneka ragam

a. Faktor Edafik (Tanah) Faktor tanah ini sebagai media tumbuh dan berkembangnya tumbuhan meliputi tekstur tanah , struktur , kadar air, dan kadar kimiawi . b. Faktor Topografi Faktor topografi berkaitan dengan perbedaan ketinggian di muka bumi dan kondisi suhu dan angin. c. Faktor Biotik (Mahluk Hidup) Faktor Biotik berperan menjaga kelestarian dan merusak kelestarian flora dan fauna.

2. Persebaran Flora dan Fauna Di Indonesia Flora dan Fauna di Indonesia dikelompokkan menjadi tiga wilayah yaitu wilayah Asia ( Asiatis ), Wilayah peralihan dan wilayah Autralia ( Australis ). Pengelompokkan ini dibatasi oleh sebuah garis yaitu garis Wallace ( sebelah Barat) dan garis Weber ( Sebelah Timur ). a. Persebaran Flora di Indonesia Meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa , Pulau Bali dan Pulau Kalimantan Jenisnya mangrove, hutan hujan tropis , Hutan musim , sabana Flora Endemik : Raflesia Arnoldi , Meranti , kemuning , rawa gambut dan rotan .

1. Flora Dataran Sahul (Flora Australis ) Meliputi Papua dan sekitarnya Jenisnya semak belukar , hutan hujan tropis , hutan sagu , hutan nipah , mangrove . Flora Endemiknya Matoa , eucaliptus 2. Flora Dataran peralihan (Flora Wallace) Meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku Jenisnya cemara , pinus , palma , hutan hujan tropis , mangrove dan nipah , stepa * Flora Endemiknya cendana , lontar , cempaka hutan kasar , anggrek serat , Eboni , Ajang Kelicung

Indonesia Barat Indonesia Timur Jenis meranti-merantian sangat banyak Jenis meranti-merantian hanya sedikit Terdapat berbagai jenis rotan Tidak terdapat berbagai jenis rotan Tidak terdapat hutan kayu putih Terdapat hutan kayu putih Jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) sedikit Terdapat berbagai jenis tumbuhan matoa, khususnya di Papua Jenis tumbuhan sagu sedikit Banyak terdapat tumbuhan sagu Terdapat berbagai jenis nangka Tidak terdapat jenis nangka Karakteristik Flora yang ada di Indonesia Barat dan Timur Berbagai jenis flora telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik sebagai bahan furnitur, bahan bangunan, bahan makanan dll. Sebagai contoh rotan banyak dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan kursi, meja dan perabotan rumah tangga lainnya.

Pembagian wilayah sebaran fauna di Indonesia Fauna Indonesia dapat dikelompokan menjadi tiga corak yang berbeda yaitu fauna bagian barat, tengah dan timur. Garis yang memisahkan fauna Indonesia Bagian Barat dengan Tengah dinamakan Gari Wallace, sedangkan garis yang memisahkan fauna Indonesia Bagian Tengah dan Timur dinamakan Garis Weber. Fauna Barat memiliki ciri atau tipe seperti halnya fauna asia sehingga disebut tipe asiatis (asiatic). Fauna bagian timur memiliki ciri atau tipe yang mirip dengan fauna yang hidup di benua Australia (Australic). Fauna bagian tengah merupkan fauna peralihan yang ciri atau tipenya berbeda dengan fauna Asiatis maupun Australis. Faunanya memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lainnya di Indonesia fauna tipe ini disebut fauna endemis

Fauna Indonesia Bagian Barat fauna indonesia bagian Barat atau tipe Asiatis mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. Mamalia berukuran besar banyak ditemui di wilayah ini seperti gajah, macan, tapir, badak bercula satu, banteng, kerbau, rusa, babi hutan, orang utan, moyet, bekantang dan lain-lain. Selain mamalia, di wilayah ini banyak pula ditemui reptil seperti ular, buaya, tokek, biawak, bunglon, kura-kura dan trenggiling. Berbagai jenis burung yang dapat ditemui diantaranya burung hantu, gagak, jalak, elang, merak, kutilang dan berbagai macam unggas, berbagai macam ikan air tawar seperti pesut (sejenis lumba-lumba di Sungai Mahakan)

Fauna Indonesia Tengah atau tipe peralihan fauna indonesia bagian Barat atau tipe Asiatis mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. Mamalia berukuran besar banyak ditemui di wilayah ini seperti gajah, macan, tapir, badak bercula satu, banteng, kerbau, rusa, babi hutan, orang utan, moyet, bekantang dan lain-lain. Selain mamalia, di wilayah ini banyak pula ditemui reptil seperti ular, buaya, tokek, biawak, bunglon, kura-kura dan trenggiling. Berbagai jenis burung yang dapat ditemui diantaranya burung hantu, gagak, jalak, elang, merak, kutilang dan berbagai macam unggas, berbagai macam ikan air tawar seperti pesut (sejenis lumba-lumba di Sungai Mahakan)

Fauna Indonesia Bagian Timur Fauna Indonesia Bagian Timur atau disebut tipe australic terseber di wilayah Papua, Halmaera dan Kepulauan Aru. Fauna berupa mamalia yang menghuni wilayah ini antara lain Kanguru, Beruang, Walabi, landak irian (noddiak), kuskus, pemanjat berkantung (oposum layang), kanguru pohon, dan kelelawar. Di wilayah ini tidak ditemukan kera. Di samping mamalia tersebut terdapat pula reptil seperti biawak, buaya ular, kadal. Berbagai jenis burung ditemui diwilayah ini diantaranya burung cendrawasi, nuri, raja udang, kasuari dan namundur. Jenis ikan air tawar yang ada relatif sedikit.

UPAYA PELESTARIAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA Flora dan fauna merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang ada di dunia . Di Indonesia sendiri , kekayaan flora dan fauna menjadi incaran para tangan yang tidak bertangung jawab sehingga perlu dilestarikan . Ada berbagai cara untuk melestarikan flora dan fauna. Berikut penjelasannya : Membangun tempat perlindungan : suaka margasatwa ( ujung kulon ), cagar alam , dan taman nasional Membangun tempat rehabilitasi : Orang utan di Tanjung Putting, Kalimantan Menerapkan program pembangunan berkelanjutan : pembuatan undang - undang untuk mengatur pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan dan ramah lingkungan seperti tebang pilih , reboisasi . Menetapkan status flora dan fauna : Flora dan fauna yang hampir punah perlu dilindungi dan ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi seperti komodo. Usaha pelestarian hutan : melakukan tebang pilih , reboisasi , terasering Usaha pelestarian biota perairan : tidak menggunakan bom , pukat harimau untuk menangkap ikan Melakukan budidaya : hewan langka perlu dilakukan pembudidayaan seperti penyu Penyuluhan dan pendidikan : penyuluhan sejak dini kepada generasi penerus dalam pemahaman flora dan fauna sangat penting bagi kehidupan kita di masa yang akan datang .

MANFAAT FLORA DAN FAUNA Flora dan fauna memiliki peranan yang penting bagi kehidupan manusia . Jika salah satu terganggu maka kehidupan yang lain akan terganggu sehingga manusia harus merawat dan memahami fungsi lingkungan hidup dengan baik . Berikut mnfaat dari flora dan fauna: Sebagai bahan konsumsi : tumbuhan sebagai sumber vitamin, karbohidrat dan hewan sebagai sumber protein utama . Tujuan pendidikan dan penelitian : tujuan pendidikan dan penelitian ditempat konservasi alam terutama margasatwa , fungsi hutan lindung dan fungsi hutan bakau yang berperan penting dalam kehidupan flora dan fauna Tempat rekreasi : keanekaragaman flora dan fauna yang bisa digunakan sebagai tujuan tempat rekreasi misalnya cagar budaya , taman suaka margasatwa dan suaka alam . Selamat membaca
Tags