MATERI PEMBELAJARAN PROSES SEDIAAN STERIL.pptx

kikuuplease 0 views 28 slides Oct 23, 2025
Slide 1
Slide 1 of 28
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19
Slide 20
20
Slide 21
21
Slide 22
22
Slide 23
23
Slide 24
24
Slide 25
25
Slide 26
26
Slide 27
27
Slide 28
28

About This Presentation

SEDIAAN DAN PROSES STERILISASI SEDIAAN STERIL


Slide Content

SEDIAAN STERIL

DEFENISI STERIL Bebas dari mikroorganisme ( jamur dan bakteri ) STERILISASI Perlakuan untuk menjadikan suatu bahan atau benda bebas dari mikroorganisme secara mekanik , fisika , atau kimia untuk mematikan mikroorganisme hidup maupun sporanya STERILITAS HARUS TERJAMIN TANPA MERUSAK ALAT/BAHAN YANG DISTERILISASI

NON STERIL Oral Topikal

STERIL Parenteral Topikal

JENIS SEDIAAN STERIL Berdasarkan pengemasan Single dose unit Ampul Tetes mata Multiple dose unit Vial Tetes mata Tetes telinga Tetes hidung Large volume parenteral Cairan elektrolit Cairan irigasi Small volume parenteral

JENIS SEDIAAN STERIL Berdasarkan bentuk sediaan Emulsi Suspensi Padatan Larutan Obat-obat yang tidak stabil tersedia dalam bentuk serbuk . Obat-obat ini direkonstitusi menjadi bentuk larutan atau suspensi sebelum diinjeksikan . Rekonstitusi adalah penambahan pengencer pada suatu konsentrat cairan atau serbuk dengan tujuan untuk menghasilkan konsentrasi tertentu .

SEDIAAN PARENTERAL SEDIAAN PARENTERAL Sediaan steril yang digunakan tanpa melewati saluran pencernaan yang umumnya diberikan melalui intravena ( i.v. ), intramuscular ( i.m. ), dan subcutan ( s.c. ) PARENTERAL Jalur obat dengan cara injeksi

SEDIAAN PARENTERAL KEUNTUNGAN Respon fisiologis obat tercapai Tidak dirusak oleh saluran pencernaan Dapat digunakan untuk pasien tidak dasar Terapi pengobatan pasien terkontrol Dapat memberikan efek lokal Baik untuk pemberian cairan elektrolit Pemberian nutrisi untuk pasien tidak sadar

SEDIAAN PARENTERAL KERUGIAN Digunakan oleh tenaga terlatih Sulit dikembalikan efek fisiologisnya Biaya yang lebih mahal Rasa kurang nyaman saat diberikan Syarat produksi yang kompleks

SEDIAAN TOPIKAL SEDIAAN TOPIKAL Sediaan ( steril atau non steril ) yang ditujukan untuk menghasilkan efek lokal yang digunakan pada permukaan kulit dan membran mukosa ( selaput lender) TOPIKAL Pemberian secara lokal

SEDIAAN TOPIKAL STERIL OBAT TETES Sediaan cair berupa larutan , emulsi , atau suspensi , dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar , digunakan dengan cara menghasilkan tetesan . SALEP Sediaan semi padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar . Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok . KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SEDIAAN TOPIKAL TERGANTUNG JENIS SEDIAANNYA

STERILISASI ALAT, BAHAN, DAN SEDIAAN TEKNOLOGI FORMULASI SEDIAAN STERIL

STERILISASI? Perlakuan untuk menjadikan suatu bahan atau benda bebas dari mikroorganisme secara mekanik , fisika , atau kimia untuk mematikan mikroorganisme hidup maupun sporanya . Proses penting dalam pembuatan sediaan steril . Dengan sterilisasi , maka kita dapat memberikan jaminan bahwa sediaan yang kita buat memenuhi jaminan sterilitas , yaitu nilai Sterility Assurance Level (SAL) kurang dari 10 -6 .

Nilai SAL kurang dari 10 -6 artinya probabilitas 1 dari 1 juta populasi masih hidup setelah sterilisasi .

Proses sterilisasi dilakukan di awal dan akhir pembuatan sediaan . Untuk beberapa sediaan injeksi juga dilakukan proses sterilisasi di pertengahan pembuatan sediaan . Sediaan larutan dilakukan sterilisasi filtrasi tersebih dahulu sebelum dilakukan sterilisasi dengan metode panas basah menggunakan autoklaf untuk mengurangi kontaminan awal dalam sediaan .

Metode sterilisasi Panas Dingin Kering Basah Filtrasi Radiasi

Titik kritis sterilisasi Selain melakukan prosedur sterilisasi dengan benar , juga memilih metode sterilisasi yang tepat berdasarkan sifat fisika kimia bahan , terutama stabilitas alat / bahan terhadap panas .

AUTOKLAF

AUTOKLAF

OVEN

Alat tahan pemanasan ( gelas kimia , erlenmeyer , batang pengaduk , batang pipet) disterilisasi dengan cara panas , baik panas basah ( autoklaf ) ataupun panas kering (oven). Alat tidak tahan panas ( tutup pipet, wadah sediaan yang terbuat dari plastik tidak tahan panas ) disterilisasi dengan cara dingin , dialiri gas etilen oksida atau radiasi . Jika tidak bisa dengan cara dingin , lakukan desinfeksi dengan merendam alat dalam alkohol 70% selama 24 jam ( belum menjamin sterilitas alat ). Sterilisasi alat

Selain memperhatikan stabilitas bahan terhadap panas , perlu kita perhatikan bentuk bahan . Bahan bentuk serbuk , semi solid, basis non air ( cairan berminyak ) yang stabil terhadap pemanasan , metode utama sterilisasi menggunakan panas kering (oven). Bahan basis air, metode utama sterilisasi menggunakan panas basah ( autoklaf ). Sterilisasi bahan

Sterilisasi akhir sediaan (non larutan )

Sterilisasi akhir sediaan (non larutan )

Sterilisasi akhir sediaan ( larutan ) Sterilisasi akhir sediaan ( larutan )

Metode sterilisasi filtrasi menggunakan membran ukuran 0,22 µm. Biasanya sebelum menggunakan filter dengan ukuran tersebut , terlebih dahulu disaring dengan membran ukuran 0,45 µm. Apabila cara ke-1 tidak dapat dilakukan , maka proses pembuatan dilakukan dengan metode aseptik tanpa dilakukan sterilisasi akhir . Perlu sterilisasi akhir ?
Tags