ppt idkjdjsjsjsjsjsndnankwkskwjsnsnwnsnsnenwn

aulianurfadilah6 0 views 11 slides Sep 25, 2025
Slide 1
Slide 1 of 11
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11

About This Presentation

ndnsns


Slide Content

TUGAS
IDK
TUGAS
IDK
KEL 1

Aulia Nurfadilah
Aban Manggala
Ageng Anjani
Angga Rohmansyah
Fifi Latfiyah
Ira Khairunnisa Dwi Rahayu
Dwi Aulia
Elinda Agustin
Elisa Pitriani
Elsa Meilani
Elsya Arunazzah
ANGGOTA :ANGGOTA :

Perawat memiliki peran penting dalam mengendalikan
mikroorganisme di lingkungan kesehatan. Mereka
bertanggung jawab untuk menerapkan praktik kebersihan
yang ketat, menggunakan teknik sterilisasi yang tepat,
dan mengedukasi pasien dan staf tentang pencegahan
infeksi. Ini semua bertujuan untuk meminimalkan risiko
penyebaran infeksi nosokomial di rumah sakit dan
fasilitas kesehatan lainnya.
BAGAIMANA PERAN PERAWAT DALAM
PENGENDALIAN MIKROORGANISME?
11..BAGAIMANA PERAN PERAWAT DALAM
PENGENDALIAN MIKROORGANISME?
1.

Masker : Digunakan untuk
melindungi saluran
pernapasan dari partikel
udara dan droplet yang
berpotensi mengandung
patogen. Masker medis,
seperti masker bedah atau
masker N95, adalah contoh
umum.
2. SEBUTKAN DAN JELASKAN JENIS-JENIS CARA
PENGENDALIAN MIKROORGANISME, LENGKAPI DENGAN
GAMBAR ATAU VIDEO
2. SEBUTKAN DAN JELASKAN JENIS-JENIS CARA
PENGENDALIAN MIKROORGANISME, LENGKAPI DENGAN
GAMBAR ATAU VIDEO

Sarung tangan : Memberikan
perlindungan terhadap kontak
langsung dengan bahan berbahaya,
cairan tubuh, dan mikroorganisme.
Sarung tangan dapat terbuat dari
lateks, nitril, atau vinyl.
Pelindung mata : Kacamata atau
pelindung mata digunakan untuk
melindungi mata dari percikan cairan
atau partikel yang dapat
menyebabkan cedera atau infeksi.

Baju pelindung : Baju pelindung,
seperti jas medis atau jubah medis,
memberikan perlindungan terhadap
kontaminasi dari bahan berbahaya
dan cairan tubuh. Mereka biasanya
terbuat dari bahan yang tahan air.
Sepatu pelindung : Sepatu pelindung
atau penutup sepatu sering
digunakan untuk melindungi kaki
dari paparan cairan atau bahan
berbahaya.

Universal Precaution (UP) adalah seperangkat tindakan
pencegahan yang dirancang untuk mengurangi risiko penularan
penyakit menular melalui darah dan cairan tubuh lainnya. UP
berlaku untuk semua pasien, terlepas dari status infeksi mereka
yang diketahui atau dicurigai.
3. SEBUTKAN DAN JELASKAN PENGERTIAN DAN TAHAPAN
UNIVERSAL PRECAUTION, LENGKAPI DENGAN GAMBAR ATAU
VIDEO
3. SEBUTKAN DAN JELASKAN PENGERTIAN DAN TAHAPAN
UNIVERSAL PRECAUTION, LENGKAPI DENGAN GAMBAR ATAU
VIDEO

1. Cuci Tangan:
-Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama
minimal 20 detik sebelum dan sesudah kontak dengan
pasien, darah, atau cairan tubuh lainnya.
-Gunakan sabun cair atau antiseptik berbasis alkohol
jika sabun dan air tidak tersedia.
-Pastikan semua bagian tangan tercuci, termasuk
jari-jari, sela-sela jari, dan pergelangan tangan.
-Bilas tangan dengan air mengalir secara menyeluruh.
Keringkan tangan dengan handuk bersih atau hand
dryer.
TAHAPAN UNIVERSAL PRECAUTION TAHAPAN UNIVERSAL PRECAUTION

2. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) :
-Gunakan APD yang sesuai, seperti sarung tangan, gaun, masker, kacamata
pelindung, dan pelindung wajah, saat kontak dengan pasien, darah, atau
cairan tubuh lainnya.
-Pilih APD yang sesuai dengan tingkat risiko paparan.
-Gunakan APD dengan benar dan buang dengan hati-hati setelah
digunakan.
3. Praktik Pengendalian Infeksi:
-Lakukan praktik pengendalian infeksi yang tepat, seperti pemrosesan alat
kesehatan yang terkontaminasi, pembuangan limbah medis yang aman, dan
pembersihan dan desinfeksi permukaan yang terkontaminasi.
-Ikuti protokol pengendalian infeksi yang berlaku di fasilitas kesehatan.

4. Pencegahan Paparan Cedera Tusukan Jarum:
-Gunakan alat suntik sekali pakai dan buang dengan hati-hati
setelah digunakan.
-Hindari penggunaan kembali jarum suntik.
-Gunakan wadah tahan tusukan untuk membuang jarum suntik
bekas dan benda tajam lainnya.
5. Edukasi dan Pelatihan:
-Berikan edukasi dan pelatihan kepada petugas kesehatan
tentang UP dan cara menerapkannya dengan benar.
-Pastikan semua petugas kesehatan memahami pentingnya UP dan
bagaimana cara melindunginya dari paparan penyakit menular.
-Lakukan penyegaran pelatihan secara berkala untuk memastikan
semua petugas kesehatan tetap up-to-date dengan praktik UP
terbaru.

THANK
YOU
THANK
YOU
Tags