RUMAH
RAMAH
LINGKUNGAN Dosen Pengampu:
Putri Qalbina, M.Pd
KEL.6
Anggota Kelompok KEL.6
1.Wulandari putri pratiwi (22231038)
2.Akwatul Sholihati (22231100)
3.Amalia putri ( 22231101)
Apa itu rumah
ramah lingkungan?
Rumah ramah lingkungan adalah rumah
yang dirancang, dibangun, dan digunakan
dengan tujuan untuk mengurangi dampak
negatif terhadap lingkungan. Rumah ini
memperhatikan efisiensi energi, penggunaan
air, bahan bangunan, dan pengelolaan
limbah, sehingga aktivitas di dalam rumah
tetap nyaman bagi penghuninya namun
tetap menjaga keseimbangan alam.
Ciri-ciri rumah ramah
lingkungan menggunakan bahan alami dan daur ulang
Contohnya bambu, kayu bekas, bata tanah liat, atau bahan bangunan
lokal yang tidak menghasilkan banyak limbah dan mudah terurai.
rumah ini bisa di buat untuk memaksimalkan cahaya alami dan
ventilasi
Memiliki pencahayaan alami yang cukup
Desain rumah memanfaatkan sinar matahari melalui jendela besar
atau atap transparan, sehingga siang hari tidak perlu banyak lampu.
Ciri-ciri rumah ramah
lingkungan Vertilisasi udara
Adanya jendela dan lubang udara yang cukup membuat sirkulasi udara lancar,
udara di dalam rumah lebih segar, dan tidak perlu pendingin ruangan
Mengunakan energi terbarukan
Misalnya memasang panel surya untuk listrik, atau pemanas air tenaga matahari
untuk menghemat energi fosil.
Mengelola limbah rumah tangga dan air hujan
Limbah organik diolah menjadi kompos, limbah anorganik dipilah, serta air hujan
ditampung untuk digunakan kembali (menyiram tanaman atau membersihkan
halaman).
Manfaat Rumah Ramah
Lingkungan Rumah ramah lingkungan tidak hanya baik untuk alam, tetapi juga memberi banyak keuntungan
bagi penghuninya. Berikut beberapa manfaat utamanya: Menghemat energi dan air
→ Dengan memanfaatkan cahaya matahari, ventilasi alami, serta penggunaan air hujan, rumah menjadi
lebih hemat listrik dan air sehingga biaya bulanan berkurang.
Mengurangi pencemaran lingkungan
→ Rumah ini menghasilkan limbah yang lebih sedikit karena menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse,
Recycle). Limbah organik dapat dijadikan kompos, dan bahan anorganik bisa didaur ulang.
Menjaga kesehatan penghuni rumah
→ Udara di dalam rumah lebih bersih karena adanya tanaman hijau dan ventilasi yang baik. Selain itu,
penggunaan bahan bangunan alami mengurangi risiko paparan zat kimia berbahaya.
Manfaat Rumah Ramah
Lingkungan Meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup→ Rumah terasa lebih sejuk, terang, dan segar karena desainnya mendukung keseimbangan antara alam
dan kebutuhan manusia.
Melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang→ Dengan menghemat energi dan meminimalkan limbah, rumah ramah lingkungan membantu menjaga
bumi tetap layak huni bagi masa depan.
prinsip rumah ramah
lingkungan Reduce ( Mengurangi)
Mengurangi
penggunaan bahan
bangunan dan peralatan
yang tidak ramah
lingkungan, seperti
plastik atau cat beracun.
Menghemat
penggunaan energi
listrik, air, dan bahan
bakar dalam kegiatan
sehari-hari. Rause ( menggunakan
Kembali)
Memanfaatkan kembali
bahan bangunan atau
perabot lama agar tidak
terbuang, misalnya
menggunakan kayu bekas
untuk membuat rak atau
meja.
Menggunakan air bekas
cucian atau air hujan
untuk menyiram
tanaman. Recycle (Mendaur
Ulang)
Mengolah limbah
anorganik seperti botol
plastik, kaleng, atau
kardus menjadi barang
baru yang bermanfaat,
misalnya pot tanaman
dari botol bekas.
prinsip rumah ramah
lingkungan Efisiensi Energi dan Air
Mendesain rumah agar
memanfaatkan sinar
matahari dan sirkulasi
udara alami, sehingga
mengurangi pemakaian
lampu dan pendingin
ruangan.
Menggunakan alat
rumah tangga hemat
energi serta sistem
penghematan air.Desain Berkelanjutan
(Sustainable Design)
Merancang rumah
agar tahan lama,
mudah dirawat, dan
tidak merusak
lingkungan sekitar.
Memilih lokasi dan
orientasi bangunan
yang sesuai dengan
kondisi alam (misalnya
arah matahari dan
arah angin).
Contoh penerapan rumah
ramah lingkungan Memasang Panel Surya
Menggunakan energi
matahari sebagai sumber
listrik untuk mengurangi
ketergantungan pada
energi fosil seperti batu
bara dan gas. Menampung dan
Memanfaatkan Air Hujan
Air hujan ditampung
dalam tangki untuk
digunakan menyiram
tanaman, mencuci
kendaraan, atau
membersihkan halaman.
Mendaur Ulang Limbah
Rumah Tangga
Sampah organik dijadikan
kompos, sedangkan
sampah anorganik seperti
botol plastik atau kaleng
dimanfaatkan menjadi pot
bunga atau kerajinan
tangan.
Contoh penerapan rumah
ramah lingkungan Membuat Produk Daur
Ulang seperti Eco-Brick
Sampah plastik
dimasukkan ke dalam
botol bekas hingga padat,
lalu dijadikan bahan
bangunan seperti pagar,
kursi, atau pot tanaman. Memanfaatkan Cahaya
dan Udara Alami
Desain rumah dibuat
dengan banyak jendela
atau ventilasi agar
ruangan terang dan sejuk
tanpa perlu banyak listrik
atau AC. Menanam Tanaman di
Sekitar Rumah
Adanya taman, pohon,
atau tanaman gantung
dapat menyerap karbon
dioksida, menghasilkan
oksigen, dan membuat
udara lebih segar.
Dampak rumah tidak
ramah lingkungan
Menimbulkan Pencemaran Udara dan Air
Penggunaan bahan kimia berlebih seperti cat
beracun, pestisida, atau pembuangan limbah
rumah tangga ke selokan dapat mencemari
udara dan sumber air di sekitar rumah.
Meningkatkan Suhu Lingkungan (Efek Rumah
Kaca Lokal)
Rumah yang menggunakan banyak beton, kaca
tertutup, dan tidak memiliki tanaman hijau akan
menyerap panas, membuat lingkungan sekitar
menjadi lebih panas.
Menghasilkan Banyak Limbah
Kurangnya pengelolaan sampah menyebabkan
penumpukan limbah, terutama plastik yang sulit
terurai dan dapat merusak tanah serta ekosistem.
Boros Energi dan Air
Rumah tanpa pencahayaan alami dan ventilasi
yang baik akan membutuhkan listrik dan air lebih
banyak, yang akhirnya meningkatkan emisi
karbon dan mempercepat krisis energi.
Artikel Pendukung
Permasalahan utama yang diangkat dalam artikel ini adalah:
1.Tingginya jumlah limbah konstruksi seperti pecahan
beton, puing batu bata, kayu, logam, dan plastik akibat
meningkatnya pembangunan infrastruktur dan
perumahan di Indonesia.
2.Dampak negatif terhadap lingkungan, yaitu pencemaran,
gangguan kesehatan masyarakat, dan peningkatan
volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).
3.Kurangnya pengelolaan limbah konstruksi secara
berkelanjutan dan belum optimalnya penerapan prinsip
3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam industri konstruksi.
Artikel Pendukung
Inovasi yang dikembangkan dalam artikel ini melibatkan
penerapan ilmu teknik mesin untuk mendukung konsep
rumah ramah lingkungan melalui:
1.Pemanfaatan kembali (recycle dan reuse) limbah
konstruksi menjadi bahan bangunan alternatif yang
efisien, ekonomis, dan kuat secara mekanis.
2.Penerapan teknologi manufaktur ramah lingkungan,
termasuk desain termal dan mekanis yang dioptimalkan
untuk efisiensi energi.
3.Kolaborasi multidisiplin antara bidang teknik mesin,
teknik sipil, dan arsitektur dalam membangun rumah
hemat energi, efisien air, dan berbahan daur ulang.
4.Kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) yang
memberikan edukasi kepada warga tentang konsep
green building dan kewirausahaan hijau (green
entrepreneurship).
Artikel Pendukung
Kesimpulan dari artikel ini adalah:
1.Pengelolaan limbah konstruksi tidak hanya menjadi
solusi teknis bagi masalah lingkungan, tetapi juga
membuka peluang kewirausahaan hijau berbasis
teknologi.
2.Inovasi teknik mesin berperan penting dalam
menciptakan rumah ramah lingkungan yang efisien
energi dan berkelanjutan.
3.Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan
masyarakat diperlukan untuk menerapkan konsep
pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan
limbah konstruksi.
Kesimpulan
Menghasilkan Banyak Limbah
Kurangnya pengelolaan sampah menyebabkan penumpukan
limbah, terutama plastik yang sulit terurai dan dapat merusak
tanah serta ekosistem.
Boros Energi dan Air
Rumah tanpa pencahayaan alami dan ventilasi yang baik akan
membutuhkan listrik dan air lebih banyak, yang akhirnya
meningkatkan emisi karbon dan mempercepat krisis energi.