Presentasi Pendidikan Bioteknologi Krem Ilustrasi.pdf.pdf
hmyrajh64
8 views
12 slides
Sep 23, 2025
Slide 1 of 12
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
About This Presentation
Bioteknologi
Size: 4.49 MB
Language: none
Added: Sep 23, 2025
Slides: 12 pages
Slide Content
Tradisional
Bioteknologi
Kelompok 2
Hana Putri Viani Kasamol
Margaretha C.V.Lamapaha
Siti Khumaira J.H. Abbas
Solu M.R. Simanungkalit
Yudha R. Manalu
Pengertian
Bioteknologi tradisional adalah cabang ilmu yang
memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri,
jamur, atau ragi untuk menghasilkan produk yang
berguna bagi manusia, dengan cara-cara yang
telah digunakan secara turun-temurun tanpa
rekayasa genetika modern. Proses ini umumnya
sederhana dan alami, seperti fermentasi pada
pembuatan tempe, tape, yoghurt, dan kecap, yang
telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari
masyarakat sejak zaman dahulu.
Ciri - Ciri
1.Menggunakan mikroorganisme alami seperti bakteri, kapang, atau ragi tanpa rekayasa genetika.
2. Prosesnya sederhana dan turun-temurun, biasanya berasal dari kearifan lokal.
3. Teknologinya tidak kompleks, dilakukan dengan alat dan bahan yang mudah ditemukan.
4. Produk biasanya hasil fermentasi, seperti tempe, tape, atau kecap.
5. Bersifat ramah lingkungan, karena minim bahan kimia buatan.
6. Biayanya relatif murah dan mudah diterapkan dalam skala rumah tangga atau UMKM.
PERKEMBANGAN BIOTEKNOLOGI TRADISIONAL
Manusia sudah menggunakan
mikroorganisme secara tidak
langsung, misalnya dalam
pembuatan roti, bir, anggur, dan
keju.
ZAMAN KUNO
Proses fermentasi mulai
digunakan lebih luas dalam
pengolahan pangan secara
tradisional di berbagai
budaya.
ZAMAN PERTENGAHAN
Bioteknologi tradisional mulai
digabungkan dengan teknologi
modern untuk meningkatkan
higienitas dan efisiensi produksi.
ZAMAN MODERN
Aplikasi
Bioteknologi tradisional
Fermenta
si tape
Ragi (jamur Saccharomyces
cerevisiae dan Aspergillus oryzae)
Tape singkong / tape ketan
Fermenta
si tempe
Jamur Rhizopus oligosporus Tempe
Fermenta
si yogurt
Bakteri Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophilus
Yogurt
Pembuata
n kecap
Jamur Aspergillus dan bakteri Kecap Asin
Pembuata
n oncom Jamur Neurospora sitophila Oncom
Pembuatan tempe
Berikut adalah 5 tahapan pembuatan tempe yang sudah
disederhanakan:
1. Pembersihan dan Perendaman Kedelai
Kedelai dicuci bersih dan direndam selama 8–12 jam untuk
melunakkan dan mempermudah pengupasan kulit.
2. Pengupasan dan Perebusan Kedelai
Kulit ari kedelai dibuang, kemudian direbus hingga matang.
3. Penirisan dan Pengeringan
Kedelai yang sudah matang ditiriskan dan didinginkan agar tidak
terlalu basah.
4. Pencampuran Ragi Tempe
Kedelai dicampur dengan ragi tempe (Rhizopus oligosporus)
secara merata.
5. Pembungkusan dan Fermentasi
Kedelai dibungkus (plastik/l daun), lalu disimpan selama ±2 hari
hingga berubah menjadi tempe.
Pengertian, keunggulan dan contoh
Hidroponik
Pengertian
Hidroponik adalah metode budidaya tanaman tanpa
menggunakan tanah, melainkan dengan larutan air
yang kaya nutrisi dan media tanam seperti rockwool,
arang sekam, atau hidroton.
Keunggulan
1. Hemat air karena sistem sirkulasi
tertutup.
2. Tanaman tumbuh lebih cepat dan
bersih.
3. Tidak tergantung musim atau
jenis tanah.
4. Cocok untuk lahan sempit
(perkotaan).
contoh tanaman
Selada
Kangkung
Bayam
Pakcoy
Strober
Kesimpulan
Bioteknologi tradisional merupakan pemanfaatan mikroorganisme alami yang telah
digunakan sejak lama dalam berbagai bidang, terutama dalam pengolahan pangan
dan pertanian, seperti pembuatan tempe, tape, miso, dan pupuk organik. Prosesnya
sederhana, ramah lingkungan, dan masih relevan hingga kini. Seiring perkembangan
teknologi, prinsip-prinsip bioteknologi tradisional juga dapat diterapkan dalam
sistem pertanian modern seperti hidroponik untuk meningkatkan efisiensi dan
keberlanjutan produksi pangan