Presentasi Seminar Proposal Modern Putih HIjau (1).pdf

cutnurichsan1 0 views 20 slides Oct 01, 2025
Slide 1
Slide 1 of 20
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19
Slide 20
20

About This Presentation

pengendalian penyakit tanaman yang bersumber dari hama vektor


Slide Content

KELOMPOK 03
BIOLOGIS
PENGENDALIAN
PENYAKIT TANAMAN
SECARA
Dosen Pengampu : Ir. Tjut Chamzurni, M.P.
UNIVERSITAS SYIAH KUALA

ANGGOTA
Nazli Ikhsani Sy
2205101050008
Azzahna Salsabila Ramadhani
2205101050032
Raihana Najwa Mariadi
2205101050020
Yusril Ananda Dalimunte
2205101050048
Risky
2205101050067
Farhan Syahputra
2205101050081

Yusril Ananda Dalimunte
PENDAHULUAN
Penyakit tanaman adalah kondisi di mana pertumbuhan dan
perkembangan tanaman terganggu secara abnormal akibat
serangan oleh berbagai faktor, baik biotik maupun abiotik.
Gangguan ini menyebabkan sel dan jaringan tanaman tidak
berfungsi normal, menghasilkan gejala yang dapat dilihat atau
diukur.
Penyakit tanaman dapat dikenal melalui gejala atau symptom-
nya. Tanaman dapat menunjukkan gejala perubahan warna,
bentuk, kelayuan pertanaman, dll. Terdapat 2 faktor penyebab
penyakit tanaman, biotik (Disebabkan oleh organisme hidup,
seperti jamur, bakteri, virus, nematoda, dan serangga) dan
abiotik (Disebabkan oleh faktor non-hayati, seperti kekurangan
nutrisi, kelebihan air, suhu ekstrem, dan polusi).

Yusril
LANJUTAN
Gangguan adalah perubahan pertanaman yang mengarah kepada pengurangan
kuantitas atau kualitas hasil yang diharapkan sebagai akibat gangguan. Timbulnya
gangguan pada tumbuhan inang sangat bervariasi tegantung faktor pendukung
diantaranya lingkungan yang sesuai, inang yang rentan dan penyebab jasad
pengganggu yang agresif dan virulen. Terdapat 3 konsep gangguan: segitiga,
segiempat dan limas.
Gejala penyakit tanaman timbul akibat masuknya pathogen ke dalam jaringan tanaman
dan menyebabkan terjadinya infeksi sehingga menimbulkan terjadinya perubahan pada
sel atau jaringan tersebut. Berdasarkan perubahan yang terjadi pada sel, gejala
penyakit dibedakan menjadi 3 tipe yaitu nekrosis, hipoplastis dan hiperplastis
Konsep Gangguan
Gejala Penyakit Tanaman
2.1
2.2
Tanda pada penyakit tanaman yaitu kenampakan makroskopis pathogen atau
bagiannya memegang peranan penting. bahkan lebih penting dari gejala. Tanda- tanda
umumnya terbatas pada penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.
Tanda Penyakit Tanaman2.3

Pengendalian penyakit tanaman secara biologis didasarkan
pada pemanfaatan musuh alami, yaitu organisme hidup seperti
predator, parasit, dan patogen yang secara alami mampu
mengendalikan patogen penyebab penyakit tanaman. Prinsip
ini menekankan pelestarian dan pembudidayaan musuh alami
agar mereka dapat berfungsi efektif dalam menekan populasi
hama secara berkelanjutan tanpa merusak keseimbangan
ekosistem. Pengendalian penyakit tanaman secara biologis
tidak hanya mengandalkan agen hayati sebagai pengendali,
tetapi juga memperhatikan aspek ekologi dan praktik budidaya
yang mendukung keberhasilan pengendalian penyakit secara
alami dan ramah lingkungan.
Farhan
PRINSIP PENGENDALIAN PENYAKIT
TANAMAN SECARA BILOGIS

Antagonisme : Mikroorganisme pengendali seperti bakteri dan
jamur menghasilkan senyawa antibiosis yang dapat
menghambat atau membunuh patogen tanaman. Contohnya
adalah Trichoderma harzianum yang menghasilkan enzim
pengurai dinding sel patogen fungi sehingga patogen mati atau
pertumbuhannya terhambat.
Kompetisi : Agen hayati bersaing dengan patogen untuk
mendapatkan ruang dan nutrisi di lingkungan tanaman,
sehingga populasi patogen menjadi berkurang karena sumber
daya terbatas.
Induksi Resistensi Tanaman : Beberapa mikroba dapat
merangsang sistem pertahanan tanaman sehingga tanaman
menjadi lebih tahan terhadap serangan patogen tanpa harus
kontak langsung dengan patogen. Mekanisme ini meningkatkan
ketahanan alami tanaman terhadap penyakit. PENGENDALIAN PENYAKIT
TANAMAN SECARA BILOGIS MEKANISME
Farhan

JENIS AGEN PENGENDALI BIOLOGIS DAN
PERANNYA
Bakteri dan jamur yang mampu menghambat
pertumbuhan patogen tanaman. Contohnya adalah
jamur trichoderma. Jamur antagonis yang efektif
menekan berbagai patogen seperti Ganoderma sp.,
Fusarium sp., dan Collectotrichum sp. Trichoderma
juga menghasilkan antibiotik dan enzim yang
menghambat pertumbuhan patogen serta
mendukung pertumbuhan tanaman
Mikroorganisme Antagonis
Jenis Agen Pengendali Biologis
Organisme seperti burung hantu
yang merupakan predator alami
hama (misalnya tikus) dan
parasitoid yang menyerang hama
tertentu, membantu mengurangi
populasi hama dan penyakit yang
dibawa oleh hama tersebut
Bakteri yang hidup di sekitar akar
tanaman dan dapat meningkatkan
pertumbuhan tanaman sekaligus
menghambat patogen, seperti
isolat bakteri dari perakaran
kedelai yang efektif menekan
pertumbuhan patogen seperti
Sclerotium sp
Bakteri Rizobakter Predator dan Prasitoid
Azzahna Salsabila Ramadhani

Beberapa mikroba, seperti bakteri dan jamur,
dapat meningkatkan kesehatan tanaman
dengan memperbaiki penyerapan nutrisi dan
meningkatkan ketahanan terhadap penyakit.
Agen biologi dapat bersaing dengan patogen
tanaman, menghalangi mereka untuk
menginfeksi tanaman. Contohnya, jamur
antagonis yang dapat menekan pertumbuhan
jamur patogen.
Peningkatan kesehatan tanaman
Persaingan dengan patogen
Peran Agen Biologi dalam Pengendalian
Penyakit Tanaman
Mengurangi dampak
lingkungan
Melalui penggunaan agen biologi, tanaman dapat
dikembangkan atau dipilih yang memiliki
ketahanan alami terhadap penyakit, mengurangi
kebutuhan akan intervensi kimia.
Penyebaran genetika resisten
Melalui penggunaan agen biologi, tanaman dapat
dikembangkan atau dipilih yang memiliki
ketahanan alami terhadap penyakit, mengurangi
kebutuhan akan intervensi kimia.
sistem pengendalian
berkelanjutan
Integrasi agen biologi dalam praktik pertanian
mendukung prinsip pertanian berkelanjutan
dengan mengurangi ketergantungan pada bahan
kimia dan meningkatkan keberagaman
ekosistem..
Azzahna Salsabila Ramadhani

STRATEGI DAN TEKNIK PENERAPAN PENGENDALIAN BIOLOGIS DI
LAPANGAN
Strategi di lapangan
Konservasi Musuh Alami
Augmentasi
Introduksi
Tiga Pendekatan
Utama
Nazli Ikhsani Sy | 2205101050008

TEKNIK APLIKASI AGEN BIOLOGIS DI LAPANGAN
Pelepasan Musuh Alami Secara Langsung
Predator dan Parasitoid: Seperti Chrysoperla
carnea (lacewing) yang memakan kutu daun,
atau Trichogramma spp. yang menyerang telur
serangga hama. Biasanya dilepaskan secara
berkala di beberapa titik dengan rasio
populasi yang disesuaikan dengan luas lahan
dan tingkat serangan.
Chrysoperla carnea
Trichogramma spp
Nazli Ikhsani Sy | 2205101050008
Dilepaskan dalam
bentuk kartu telur (egg card)
Dilepaskan langsung di lapangan (larva/dewasa)
- Dilepas sore hari untuk menghindari panas
tinggi
Predator
Parasitoid

TEKNIK APLIKASI AGEN BIOLOGIS DI LAPANGAN
Pelepasan Musuh Alami Secara Langsung
Patogen Mikroba: Misalnya jamur entomopatogen
seperti Beauveria bassiana atau Metarhizium
anisopliae yang disemprotkan ke permukaan tubuh
hama, akan menembus kutikula dan membunuh
inangnya
Beauveria bassiana
Metarhizium anisopliae
Nazli Ikhsani Sy | 2205101050008
Dicampur air, diaplikasikan dengan alat semprot
- Sebaiknya disemprotkan saat sore/hari mendung

TANTANGAN PENGENDALIAN
PENYAKIT TENAMAN SECARA
BIOLOGIS Raihana Najwa Mariadi 2205101050020
Pengendalian hayati memerlukan pemahaman yang baik tentang
organisme pengendali dan hama target, termasuk identifikasi Organisme
Pengganggu Tanaman (OPT), pemilihan agen biokontrol yang tepat, serta
penentuan dosis, waktu, dan frekuensi pelepasan yang optimal
Agen biokontrol adalah organisme hidup yang mungkin
memerlukan kondisi penyimpanan khusus dan fasilitas tertentu,
yang tidak selalu tersedia untuk semua petani. Selain itu, efek
pengendalian augmentatif biasanya bersifat sementara dan
memerlukan pelepasan ulang secara berkala
Kebutuhan Pengetahuan dan Perencanaan
Keterbatasan Agen Biokontrol
1.
2.

TANTANGAN PENGENDALIAN PENYAKIT
TENAMAN SECARA BIOLOGIS Pengendalian hayati biasanya sangat spesifik terhadap hama
tertentu sehingga strategi pengendalian harus disesuaikan
dengan jenis hama yang dihadapi, yang dapat menyulitkan
penerapan secara luas
Hama dan patogen dapat berkembang resistensi terhadap agen
pengendali atau metode pengendalian, sehingga efektivitas
pengendalian hayati bisa menurun seiring waktu
Spesifisitas dan Target Spesifik
Resistensi dan Adaptasi Hama
3.
4.
Raihana Najwa Mariadi 2205101050020
5. Penerimaan dan Edukasi Petani
Banyak petani masih lebih memilih menggunakan pestisida kimia yang lebih familiar
dibandingkan metode biologis yang dianggap lebih rumit dan memerlukan waktu serta
kesabaran untuk hasilnya terlihat. Edukasi dan sosialisasi tentang manfaat dan cara
penggunaan pengendalian hayati masih menjadi tantangan besar

KEUNTUNGAN PENGENDALIAN PENYAKIT
TENAMAN SECARA BIOLOGIS Metode ini menggunakan agen alami seperti predator, parasitoid, atau
mikroorganisme sehingga tidak mencemari tanah, air, dan udara seperti
pestisida kimia
Pengendalian hayati mempertahankan keseimbangan alami dalam
ekosistem dengan tidak membunuh musuh alami hama, sehingga
mencegah ledakan populasi hama akibat hilangnya predator alami
Ramah Lingkungan
Menjaga Keseimbangan Ekosistem
1.
2.
3. Selektivitas Tinggi
Organisme pengendali hayati biasanya spesifik terhadap hama target
sehingga tidak merugikan organisme lain yang bermanfaat atau tidak
menjadi sasaran pengendalian
Raihana Najwa Mariadi 2205101050020

KEUNTUNGAN PENGENDALIAN PENYAKIT
TENAMAN SECARA BIOLOGIS Penggunaan agen hayati yang sudah ada di lingkungan mengurangi
risiko munculnya penyakit atau hama baru
Pengendalian hayati dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan hama
terpadu yang meningkatkan efektivitas pengendalian dan menjaga
keberlanjutan pertanian
Tidak Menimbulkan Penyakit atau Hama Baru
Dapat Digabungkan dalam Program Pengelolaan Hama Terpadu
(PHT/IPM)
4.
5.
6. Aman Bagi Manusia
Agen biokontrol yang digunakan tidak berbahaya bagi manusia, sehingga
mengurangi risiko paparan bahan kimia beracun bagi petani dan konsumen
Raihana Najwa Mariadi 2205101050020

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA
TANAMAN PADI Studi literatur menunjukkan efektivitas berbagai agen hayati
seperti cendawan endofit, ekstrak daun dan biji sirsak, serta
bakteri konsorsium dalam mengendalikan hama seperti
walang sangit, ulat grayak, dan penyakit seperti blast dan
bercak coklat pada padi. Contohnya, larutan Beauveria
bassiana efektif mengendalikan hama walang sangit,
sementara Trichoderma dan Bacillus spp. mampu
mengurangi intensitas penyakit bercak coklat. Penggunaan agen hayati ini tidak hanya menekan
serangan hama dan penyakit tetapi juga meningkatkan
pertumbuhan tanaman, mendukung pertanian
berkelanjutan dan ramah lingkungan Raihana Najwa Mariadi 2205101050020

STUDI KASUS PENGENDALIAN PENYAKIT
TANAMAN SECARA BIOLOGIS
Risky
upaya untuk menekan pertumbuhan
bakteri patogen tanaman menggunakan
mikroorganisme antagonis, karena
pengobatan tanaman yang sudah sakit
hampir mustahil. Studi ini membahas
pendekatan ini secara ilmiah dan praktis
melalui beberapa studi kasus penyakit
penting, Salah satunya Rice Bacterial Leaf
Blight

Risky
Apa itu Rice Bacterial Leaf Blight?
Bacterial Leaf Blight adalah penyakit hawar daun bakteri
pada padi yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv.
oryzae yang memiliki dampak menyebabkan kerugian
hasil hingga 70% jika kondisi mendukung penyebaran
penyakit.
Solusinya Bagaimana?
Mengunakan Pengendalian Biologis Seperti:
1.Pseudomonas fluorescens yang menghasilkan phenazine,
senyawa antimikroba dan mampu menghambat X.
oryzae.
2.Bacillus sp. digunakan melalui perendaman akar dan
penyemprotan daun mampu menekan 59% perkembangan
penyakit​

Yusril
KESIMPULANPengendalian penyakit tanaman secara biologis adalah metode
ramah lingkungan yang memanfaatkan mikroorganisme, predator,
atau parasitoid untuk menekan patogen penyebab penyakit.
Metode ini bekerja melalui mekanisme antagonisme, kompetisi, dan
induksi ketahanan tanaman. Teknik ini juga dapat diterapkan
bersama strategi lain dalam Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
untuk hasil yang lebih efektif. Prinsip utama metode ini mencakup antagonisme, kompetisi, dan
induksi resistensi tanaman, dengan memanfaatkan agen seperti
jamur Trichoderma, bakteri rizosfer, dan predator alami. Strategi
penerapannya meliputi konservasi musuh alami, augmentasi
(penambahan agen), dan introduksi spesies baru.

KASIH Terima Atas Perhatiannya