Rangkuman Jurnal PEEK dental mterial.pptx

nurul11006 6 views 8 slides Oct 19, 2025
Slide 1
Slide 1 of 8
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8

About This Presentation

jurnal peek


Slide Content

PEEK High Performance Polymers Ringkasan Jurnal: A Review of Properties and Clinical Applications in Prosthodontics and Restorative Dentistry (European Journal of Prosthodontics and Restorative Dentistry, 2019)

Pendahuluan • PEEK (Polyether Ether Ketone) adalah polimer berperforma tinggi dengan potensi besar di kedokteran gigi. • Bersifat biokompatibel, ringan, kuat, dan non-logam. • Menjadi alternatif material prostetik logam dan keramik. • Digunakan pada bidang prostodontik, restoratif, ortodontik, dan implantologi.

Sifat Fisik dan Mekanik PEEK • Polimer semi-kristalin, tahan panas hingga 340°C. • Modulus elastisitas: 3–4 GPa (mirip tulang). • Kekuatan lentur >150 MPa, kekuatan tarik 80 MPa. • Tahan aus dan tidak mudah larut air. • Dapat dimodifikasi dengan serat karbon hingga 18 GPa.

Sifat Biologis PEEK • Biokompatibel, tidak toksik atau karsinogenik. • Tidak menyebabkan reaksi imun atau korosi. • Mengurangi efek stress shielding dibanding titanium. • Dapat dilapisi hidroksiapatit/titanium untuk meningkatkan osseointegrasi. • Aman untuk pasien alergi logam.

Jenis dan Aplikasi Klinis PEEK • PEEK-OPTIMA™: digunakan untuk abutmen, sekrup, framework implan (Invibio). • BioHPP™: mengandung pengisi keramik, digunakan untuk FDP dan abutmen (Bredent). Aplikasi Klinis: • Abutmen dan framework implan. • Prostesis lepasan (RDP) – ringan dan estetis. • Prostesis cekat (FDP) dan mahkota. • Resin bonded bridge dan splint anterior.

Pertimbangan Klinis • Permukaan harus dipersiapkan (etching, plasma, primer) agar resin melekat kuat. • Etching asam fosfat 60–90 detik → kekuatan ikatan hingga 15 MPa. • Warna stabil, mudah dibersihkan dengan ultrasonic bath. • Hindari polishing abrasif (Al₂O₃) karena meningkatkan kekasaran.

Perbandingan dengan Material Lain • Lebih ringan dan fleksibel dibanding logam atau keramik. • Menyerap tekanan gigit (stress absorbing effect). • Estetis, non-logam, dan dapat direparasi intraoral. • Biokompatibilitas tinggi dan tidak korosif. • Namun, data jangka panjang masih terbatas.

Kesimpulan • PEEK merupakan bahan alternatif ideal untuk restorasi gigi non-logam. • Ringan, biokompatibel, dan memiliki sifat mekanik mirip tulang. • Cocok untuk pasien alergi logam dan aplikasi prostodontik modern. • Diperlukan penelitian jangka panjang untuk konfirmasi performa klinis.
Tags