Desain komunikasi visual adalah disiplin yang memanfaatkan elemen visual untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada audiens . Sejak zaman prasejarah , manusia telah menggunakan simbol dan gambar sebagai alat komunikasi . Dengan perkembangan zaman, desain komunikasi visual mengalami transformasi yang signifikan , dipengaruhi oleh konteks sosial , politik , dan teknologi .
Era Awal ( Konvensional ) Pada abad pertengahan , desain komunikasi visual berkembang dengan penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada abad ke-15. Penemuan ini memungkinkan produksi buku dalam jumlah besar dan menyebarkan informasi secara luas . Desain tipografi dan tata letak halaman menjadi penting untuk memastikan bahwa informasi dapat dibaca dengan jelas dan menarik .
Era Awal ( Konvensional ) Setelah ditemukannya mesin cetak pertama tersebut . Mesin cetak berkembang dengan menggunakan mesin cetak bertenaga uap atau yang disebut dengan Steam-Powered Printing Press yang ditemukan oleh Friedrich Koenig dan Andreas Bauer . Perkembangan ini membuat biaya produksi cetak menjadi lebih murah dan efisien . Akibatnya , poster, iklan , brosur , serta surat kabar bisa diproduksi secara massal dan menjangkau lebih banyak orang. Selain itu , teknik litografi mulai digunakan . Dengan litografi , desainer dapat membuat gambar dan teks yang lebih detail serta berwarna , sehingga karya desain komunikasi visual menjadi lebih menarik .
Era Awal ( Konvensional )
Era Modern (1900–1970) Pada era ini ditandai dengan berkembangnya dunia fotografi . Kamera Obscura yang merupakan kamera pertama ditemukan seak abad pertengahan . Namun pada tahun ini merupakan titik penting dimana Kodak meluncurkan kamera yang lebih kecil dan mudah digunakan yaitu Kodak Brownie. Fotografi mulai diproduksi secara masal dan murah serta mulai masuk ke dunia iklan , jurnalistik , dan media cetak menggantikan ilustrasi manual dalam beberapa kasus .
Era Modern (1900–1970) Berkembangnya dunia desain ini mulai masuk pada dunia majalah popular seperti Life, Vogue. Serta mulai banyak yang masuk ke dunia pertelevisian karena sudah bukan sekedar poster tapi mulai masuk juga ke audio-visual.
Era Komputer & Digital Awal (1980–1990) Pada tahun ini computer grafis mulai diperkenalkan . Dari sebelumnya manual seperti gambar tangan maupun cetak manual. Tahun 1984 muncullah Apple Macintosh, computer personal yang dirancang dengan antarmuka grafis sehingga mudah digunakan oleh kalangan kreatif . Tidak lama kemudian , seumlah perangkat lunak desain revolusioner hadir . Adobe Illustrator dirilis pada tahun 1987, disusul pada tahun 1990 dengan Adobe Photoshop. , yang memungkinkan pengolahan dan manipulasi foto secara digital. Sementara itu , CorelDRAW juga populer sebagai perangkat lunak untuk kebutuhan desain cetak .
Era Komputer & Digital Awal (1980–1990) Perkembangan ini melahirkan era baru yang dikenal sebagai desktop publishing . Desainer kini dapat menyusun tata letak , memilih tipografi , serta mengolah gambar langsung di layar komputer . Konsep WYSIWYG (What You See Is What You Get) menjadi revolusi , karena tampilan desain di layar dapat menyerupai hasil cetaknya .
Era Internet & Multimedia (2000–2010) Memasuki awal abad ke-21, perkembangan teknologi internet membawa pengaruh besar terhadap dunia desain komunikasi visual. Jika sebelumnya karya desain lebih banyak dicetak dalam bentuk fisik , pada era ini desain mulai beralih ke media digital yang dapat diakses melalui jaringan internet. Hal ini menandai lahirnya era multimedia interaktif , di mana desain tidak hanya bersifat statis, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan animasi , suara , dan interaktivitas . Seiring dengan meluasnya penggunaan internet, berbagai media komunikasi visual baru bermunculan . Website menjadi wajah digital bagi perusahaan dan organisasi , sementara banner digital hadir menggantikan iklan cetak tradisional . Tahun 2005, lahirnya YouTube menjadi tonggak penting dalam perkembangan media berbasis video, membuka peluang bagi desainer untuk berkolaborasi dengan dunia animasi dan produksi konten audio-visual.
Era Media Sosial (2010–2020) Dekade 2010–2020 ditandai dengan pesatnya perkembangan media sosial yang secara drastis mengubah cara komunikasi visual disebarkan dan dikonsumsi masyarakat . Platform seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok menjadi ruang utama bagi aktivitas komunikasi , hiburan , hingga promosi . Perubahan ini menuntut desain komunikasi visual untuk beradaptasi dengan format baru yang lebih cepat , ringkas , dan interaktif . Pada era ini , konten visual digital menjadi pusat perhatian . Desain tidak lagi terbatas pada poster cetak atau iklan banner, melainkan berkembang menjadi konten media sosial seperti feed, stories, reels, dan video pendek . Karakteristik konten visual di media sosial menuntut desain yang sederhana , komunikatif , dan mampu menarik perhatian dalam waktu singkat .
Slide 8 – Era Terkini (2020–sekarang) Era terkini ditandai dengan kemajuan teknologi digital yang semakin cepat dan integratif . Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), serta teknologi berbasis cloud telah membawa dampak signifikan pada dunia desain komunikasi visual. Dalam bidang desain grafis , hadirnya berbagai aplikasi berbasis AI seperti Adobe Sensei, Canva AI, MidJourney , dan DALL·E memungkinkan proses desain dilakukan dengan lebih cepat dan otomatis . Desainer dapat menghasilkan visual dengan bantuan kecerdasan buatan , namun tetap dituntut untuk memberikan sentuhan kreatif agar karya yang dihasilkan memiliki nilai estetika dan orisinalitas .
Refleksi Apa perbedaan paling menonjol antara konvensional vs digital? Menurutmu , profesi DKV apa yang akan paling berkembang 10 tahun lagi