DAFTAR ISI Kaidah Perakitan Soal Langkah-langkah perakitan soal Contoh Instrumen Pengelompokan Soal Contoh Perhitungan Nilai
Pengurutan nomor soal sesuai dengan nomor urut soal yang terdapat dalam kisi-kisi . Setiap soal tidak boleh memberi petunjuk jawaban terhadap soal yang lain dalam satu paket . Penyebaran kunci jawaban harus acak dalam satu paket tes . Perakitan soal diikuti dengan pembuatan format/ kunci jawaban per paket tes . Jumlah kunci jawaban A, B, C, atau D dalam satu paket tes dapat mengikuti cara sebagai berikut : RUMUS = ( Σ SOAL : Σ OPTION) ± 3 Contoh : Jumlah soal= 4 0, jumlah option= 4 = ( 4 0 : 4 ) ± 3 = 10 ± 3 Kaidah perakitan soal Kunci Jawaban A = 1 3 B = 11 C = 9 D = 7 J umlah = 4
Langkah-langkah perakitan soal Mengelompokkan kartu soal berdasarkan nomor soal yang sama pada kisi-kisi . Menyusun paket tes sesuai dengan u rutan nomor soal dengan urutan pada kisi-kisi . Memberi kode paket tes yang sudah dirakit. Menetapkan paket soal utama dan susulan . Memasukan 20-25% soal dari pusat ke dalam paket soal. Menyiapkan lembar kunci jawaban untuk masing-masing paket tes . Menghitung penyebaran kunci jawaban untuk masing-masing paket tes .
Langkah-langkah perakitan soal Menyesuaikan penyebaran kunci jawaban dengan memperhatikan rumus jumlah kunci jawaban . Memeriksa kembali paket soal yang telah dirakit (proof reading 1). Menyiapkan petunjuk penilaian . Menyiapkan petunjuk umum pengerjaan soal . Menyiapkan format lembar jawaban . Memeriksa kembali secara keseluruhan apakah perangkat tes yang dihasilkan sesuai dengan kaidah perakitan (proof reading 2) .
Contoh Instrumen Pengelompokan Soal
Contoh Perhitungan Nilai CONTOH 1: Pe ng hitungan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan bobot 70 untuk PG dan 30 untuk uraian CONTOH 1: Pe ng hitungan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan bobot 75 untuk PG dan 25 untuk uraian Catatan : Penghitungan nilai seperti contoh tersebut berlaku untuk mata pelajaran yang lain. Pembobotan soal diserahkan kepada Dinas Pendidikan masing-masing.