Tugas Sejarah.pdf_compressed.pdffffffffg

ZGaming4 1 views 11 slides Sep 29, 2025
Slide 1
Slide 1 of 11
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11

About This Presentation

nhkjh


Slide Content

Agama dan Ilmu
Hubungan Filsafat
Oleh : Kelompok 13

Anggota Kelompok
Kharisma Dwi Rosyidah
(1860405241002)
Muhammad Zidan Nada
(1860405241010)
Nailatus Sholihah
(1860405241052)

Pandangan Agama terhadap Filsafat
Agama Islam, Islam menghargai filsafat selama tidak bertentangan dengan ajaran
wahyu. Tokoh seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Al-Ghazali adalah contoh ulama
yang juga filsuf. Namun, ada batas: ketika filsafat mempertanyakan hal-hal yang
sudah ditetapkan dalam wahyu, maka dianggap menyesatkan.
Agama kristen, Awalnya, gereja sempat menolak filsafat karena dianggap terlalu
rasional. Tapi seiring waktu, tokoh seperti Thomas Aquinas mencoba
menggabungkan filsafat (khususnya Aristoteles) dengan ajaran Kristen. Filsafat
dianggap bisa mendukung pemahaman iman.
Agama Hindu dan Buddha, Keduanya memiliki akar filsafat yang kuat. Dalam
Hindu, filsafat seperti Vedanta atau Samkhya membahas hakikat diri dan alam.
Dalam Buddha, ajaran seperti Empat Kebenaran Mulia dan delapan jalan utama
juga sangat filosofis, berbasis pemikiran logis dan batiniah.

Pandangan Agama terhadap Ilmu
Pengetahuan
(1)ISLAM
Ilmu pengetahuan sangat dihargai. Dalam Al-Qur'an, banyak ayat yang mendorong manusia
untuk berpikir, mengamati alam, dan mencari pengetahuan. Banyak ilmuwan Muslim muncul di
era keemasan Islam (seperti Ibn Sina dalam kedokteran, Al-Khwarizmi dalam matematika).
(2)KRISTEN
Gereja sempat menentang ilmu yang bertentangan dengan dogma (contohnya kasus Galileo).
Namun, banyak ilmuwan besar di Eropa yang juga orang beriman. Saat ini, banyak gereja yang
mendukung ilmu selama tidak menentang nilai moral dan keyakinan agama.
(3)HINDU DAN BUDDHA
Keduanya cenderung harmonis dengan ilmu, terutama dalam hal kesehatan, meditasi, dan
pemahaman alam. Yoga dan Ayurveda (ilmu pengobatan Hindu) adalah contoh kombinasi
antara spiritualitas dan ilmu.

Kedudukan Akal / Filsafat dalam
Agama
Akal dalam agama digunakan sebagai sarana untuk memahami ajaran suci, serta untuk membedakan yang
benar dan yang salah dalam kehidupan moral dan spiritual. Di banyak tradisi agama, akal dianggap sebagai
karunia Tuhan yang memungkinkan manusia untuk mencari kebenaran dan memahami ajaran agama
secara lebih mendalam. Akan tetapi, dalam agama, terdapat pandangan bahwa akal memiliki keterbatasan
dalam menjangkau kebenaran transendental (melebihi) yang lebih tinggi, yang hanya dapat dipahami
melalui pengalaman spiritual langsung.
1. Agama Islam
Dalam Islam, akal dianggap sebagai instrumen penting dalam memahami wahyu Allah. Al-Qur'an
mengajak umat untuk menggunakan akal dalam merenung dan memahami tanda-tanda
kekuasaan Tuhan di alam semesta. Namun, Islam juga mengajarkan bahwa akal memiliki batasan
dalam memahami beberapa hal yang hanya bisa diketahui melalui wahyu.

2. Agama Kristen
Dalam agama Kristen, akal adalah karunia Tuhan yang memungkinkan umat
untuk berpikir rasional dan memahami wahyu-Nya. Namun, banyak ajaran
Kristen yang menyatakan bahwa akal manusia terbatas akibat dosa, sehingga
manusia memerlukan wahyu Tuhan untuk memahami kebenaran ilahi.
3.
Agama Hindu dan Buddha
Dalam tradisi Hindu, akal digunakan untuk mencapai pemahaman tentang
Brahman (Realitas Tertinggi) melalui meditasi dan filsafat yang terkandung dalam
ajaran Veda dan Upanishad.
Dalam Buddha, akal digunakan untuk mencapai pencerahan melalui meditasi dan
pencarian kebijaksanaan untuk mengatasi penderitaan

Kedudukan Akal / Filsafat dalam Ilmu
Pengetahuan
Akal dalam ilmu pengetahuan berfungsi sebagai alat utama untuk mengembangkan teori,
melakukan eksperimen, dan menguji hipotesis. Ilmu pengetahuan didasarkan pada metode
ilmiah, yang mengutamakan rasionalitas dan objektivitas dalam menjelaskan fenomena
alam. Dalam konteks ini, akal digunakan untuk mencari pengetahuan yang dapat diuji dan
diverifikasi, dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang dapat diterima secara
umum.
Filsafat ilmu membantu menjelaskan dasar-dasar epistemologi (teori pengetahuan) dan
metodologi ilmiah. Filsafat ilmu membahas pertanyaan tentang bagaimana pengetahuan
diperoleh, apa yang membedakan pengetahuan ilmiah dari pengetahuan non-ilmiah, dan
bagaimana kebenaran ilmiah dapat dipahami.

Filsafat Kristen sangat penting dalam meningkatkan
pemahaman iman.Melalui pendekatan filosofisnya, pendidikan
filsafat Kristen tidak hanya berfokus pada pengetahuan
tentang ajaran Kristen, tetapi juga mengajarkan untuk berpikir
secara kritis dan reflektif tentang iman mereka. Pertama,
filsafat Kristen memberikan fondasi yang kuat untuk
memperdalam pemahaman iman dengan mengarahkan
mereka pada prinsip-prinsip iman Kristen seperti
kasih,pengampunan, dan kebenaran. Kedua,filsafat Kristen
mengadopsi pendekatan holistik dalam pembelajaran yang
mencakup pengembangan seluruh aspek individu, baik fisik,
intelektual,sosial, emosional, moral, karakter, kreativitas aupun
spiritual.
proses filsafat dalam mencapai iman

proses filsafat dalam ilmu pengetahuan
Filsafat Ilmu Pengetahuan merupakan filsafat khusus yang membahas berbagai macam hal yang
berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Sebagai filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan berusaha membahas
ilmu pengetahuan sebagai obyeknya secara rasional (kritis, logis, dan sistematis), menyeluruh dan
mendasar. Filsafat Ilmu Pengetahuan berusaha memperoleh pemahaman tentang ilmu pengetahuan
secara jelas, benar dan lengkap, serta mendasar untuk dapat menemukan kerangka pokok serta unsur-
unsur hakiki yang kiranya menjadi ciri khas dari ilmu pengetahuan yang sebenarnya. Ilmu pengetahuan
tidak hanya dipahami atas dasar kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan serta atas dasar pandangan-
pandangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, melainkan perlu difahami atas dasar pembahasan
yang rasional , obyektif, menyeluruh dan mendalam.Filsafat Ilmu Pengetahuan tidak membahas ilmu
pengetahuanngetahuan atas perkiraan-perkiraan yang ada pada subyek,melainkan langsung mengarah
pada ilmu pengetahuan itu sendiri sebagai obyeknya. Filsafat Ilmu Pengetahuan tidak membatasi
pembahasannya hanya pada beberapa unsur serta hanya dari satu segi saja, melainkan berusaha untuk
membahasnya secara menyeluruh, sehingga diperoleh pemahaman yang utuh. Dan Filsafat Ilmu
Pengetahuan tidak hanya membahas hal-hal yang secara aksidental nampak di permukaan, melainkan
perlu membahas secara radikal (mendalam) untuk dapat memperoleh unsur-unsur hakiki yang menjadi
ciri khas dari ilmu pengetahuan.

Kesimpulan
Pandangan agama terhadap filsafat, ilmu pengetahuan, dan akal menunjukkan bahwa
meskipun pendekatannya berbeda, semuanya mengakui pentingnya akal dalam
memahami ajaran dan alam. Islam menghargai filsafat dan ilmu selama tidak
bertentangan dengan wahyu, Kristen awalnya menolak tapi kemudian menerima
filsafat untuk memperkuat iman, sedangkan Hindu dan Buddha menyatu secara
alami dengan filsafat dan ilmu, terutama dalam aspek spiritual. Akal dipandang
sebagai karunia Tuhan, meskipun memiliki batas dalam menjangkau kebenaran
transendental.
Dalam ilmu pengetahuan, akal digunakan untuk mengembangkan teori, eksperimen,
dan menjelaskan fenomena secara rasional. Filsafat ilmu membantu memahami dasar
pengetahuan, membedakan antara ilmu dan non-ilmu, serta menggali hakikat ilmu
secara mendalam. Di tradisi Kristen, filsafat juga memperdalam iman secara kritis dan
menyeluruh. Secara keseluruhan, filsafat dan akal menjadi penghubung penting
antara iman, ilmu, dan pemahaman hidup yang lebih luas.

Kasih
Terima
Tags