-2-
Penyandang Disabilitas sebagai warga yang memiliki kesempatan yang
sama dengan warga negara lainnya dalam setiap aspek kehidupan,
yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan, politik dan pemerintahan,
kebudayaan dan kepariwisataan, serta pemanfaatan teknol ogi,
informasi, dan komunikasi.
Pelaksanaan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas tidak lagi
dilakukan oleh Kementerian Sosial semata, namun oleh seluruh
kementerian dan lembaga, bahkan juga oleh pemerintah daerah. Oleh
karenanya, perlu terdapat suatu siste m perencanaan,
penyelenggaraan, dan evaluasi pemenuhan hak Penyandang
Disabilitas secara terpadu. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun
2019 tentang Perencanaan, Penyelenggaraan, dan Evaluasi terhadap
Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang
Disabilitas sebagai turunan peraturan dari U ndang-Undang
Penyandang Disabilitas, mengamanatkan pemerintah pusat dan
pemerintah daerah untuk menyusun Rencana Aksi Penyandang
Disabilitas.
Di tingkat pusat disusun Rencana Aksi Nasional Penyandang
Disabilitas (RAN PD) yang mengacu kepada Rencana Induk
Penyandang Disabilitas (RIPD) yang tercantum sebagai lampiran
Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2019 tentang Perencanaan,
Penyelenggaraan, dan Evaluasi terhadap Penghormatan, Pelindungan,
dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dan sejalan dengan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun
2020-2024. Sementara itu, di tingkat daerah disusun Rencana Aksi
Daerah Penyandang Disabilitas (RAD-PD) yang juga tercantum dalam
Peraturan Pemerintah yang sama.
B. Dasar Hukum RAD-PD
1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang
Disabilitas.
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah
Daerah sebagaimana terakhir diubah dengan Undang -Undang
Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang -
Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2019 tentang
Perencanaan, Penyelenggaraan, dan Evaluasi terhadap