241297353-HIV-AIDasdsadasdaS-Penyuluhan.ppt

jefri65 6 views 58 slides Sep 17, 2025
Slide 1
Slide 1 of 58
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19
Slide 20
20
Slide 21
21
Slide 22
22
Slide 23
23
Slide 24
24
Slide 25
25
Slide 26
26
Slide 27
27
Slide 28
28
Slide 29
29
Slide 30
30
Slide 31
31
Slide 32
32
Slide 33
33
Slide 34
34
Slide 35
35
Slide 36
36
Slide 37
37
Slide 38
38
Slide 39
39
Slide 40
40
Slide 41
41
Slide 42
42
Slide 43
43
Slide 44
44
Slide 45
45
Slide 46
46
Slide 47
47
Slide 48
48
Slide 49
49
Slide 50
50
Slide 51
51
Slide 52
52
Slide 53
53
Slide 54
54
Slide 55
55
Slide 56
56
Slide 57
57
Slide 58
58

About This Presentation

saddsad


Slide Content

Pelatihan IPP > Paket 1
Pelatihan IPP - Paket 1
REMAJA
&
Promosi Kesehatan
HIV AIDS

Pelatihan IPP > Paket 1
Pelatihan IPP - Paket 1
REMAJA ?????
Remaja ialah transisi antara masa anak dan
masa dewasa yang mencangkup perubahan
biologis , kognitif, dan sosial emosional
Dikatan remaja antara usia 12 hingga 21 tahun

Pelatihan IPP > Paket 1
Pelatihan IPP - Paket 1
KENAKALAN REMAJA ?????
Perilaku yang tidak dapat
diterima secara sosial
sampai tindakan kriminal

Pelatihan IPP > Paket 1
Pelatihan IPP - Paket 1
TAPI.........
Tidak bisa dikatakan mutlak
sepenuhnya bahwa remajalah yang
bersalah
Karena remaja sebelum menginjak
masa remajanya tentu melewati
masa anak – anak yang terlepas
dari bimbingan orang tua dan juga
keberadaan lingkungan setempat

Pelatihan IPP > Paket 1
Pelatihan IPP - Paket 1
FREE SEX
Free sex(Seks bebas)
adalah hubungan seksual
yang dilakukan di luar
ikatan pernikahan,.
Tentu saja para pelaku
seks bebas sangat
beresiko terinfeksi virus
HIV yang menyebabkan
AIDS, ataupun penyakit
menular seksual lainnya.

Pelatihan IPP > Paket 1
Pelatihan IPP - Paket 1
Bagaimana Free Sex Dikalangan
Remaja Bisa Terjadi ?????

Pelatihan IPP - Paket 1

Human
Immunodeficiency
Virus
•Penyebab AIDS
•Melemahkan
sistem
kekebalan/perlindu
ngan tubuh

Pelatihan IPP - Paket 1

Pelatihan IPP - Paket 1
PENJELASAN KOMIK
Komik kekebalan tubuh menggambarkan tentang fungsi
darah putih dalam tubuh seseorang sebagai sistem kekebalan
tubuh dalam menghadapi serangan kuman, virus, dan lainnya
HIV adalah kuman namun tidak seperti kuman lainnya (diare,
influenza dan lain-lain) yang mudah dilumpuhkan oleh sel
darah putih. Bila HIV masuk ke dalam tubuh justru akan
melumpuhkan sel darah putih
 Jumlah sel darah putih yang sehat 400-1500 menunjukkan
bahwa seseorang masih memiliki kekebalan tubuh cukup baik
Jika di bawah 350 berpotensi menunjukkan sistem kekebalan
tubuh telah melemah sehingga orang yang telah HIV positif
HIV mengurangi jumlah sel darah putih (CD4) yang pada
akhirnya membuat tubuh seseorang rentan terkena penyakit

Pelatihan IPP - Paket 1
PERKEMBANGAN DARI HIV
MENJADI AIDS
Tertular
Periode HIV +
AIDS
Jendela
3-6 Bulan 3-10 Tahun

Pelatihan IPP - Paket 1
•ACQUIRED (BUKAN KETURUNAN)
•IMMUNE (SISTEM KEKEBALAN TUBUH)
•DEFICIENCY(TIDAK BERFUNGSI DENGAN BAIK)
•SYNDROME (MEMILIKI BANYAK GEJALA)

Pelatihan IPP - Paket 1
PASIEN HIV + BELUM
TENTU AIDS
Perlu waktu 3 – 10 tahun
HIV +  AIDS

Pelatihan IPP - Paket 1
Beda HIV Positif dan AIDS
HIV Positif
Tertular virus HIV
dan didalam
darahnya ada virus
HIV
AIDS
Kelompok
beragam
penyakit pada
orang dengan
HIV positif yang
daya tahan
tubuhnya telah
rusak oleh HIV

Pelatihan IPP - Paket 1

Pelatihan IPP - Paket 1

Pelatihan IPP - Paket 1
BAGAIMANA HIV DAPAT
MENULAR ????

Pelatihan IPP - Paket 1
DARAH
DARAH
DARAH
PLACENT
A
Hubungan Free
Sex tanpa
kondom
Bergantian
Jarum Suntik

Pelatihan IPP > Paket 1
SIAPA SAJA KELOMPOK
BERESIKO TERKENA
HIV/AIDS?

Pelatihan IPP - Paket 1
10
SEKS BERISIKO DAN NARKOBA SUNTIK SEKS BERISIKO DAN NARKOBA SUNTIK
SEBAGAI CARA UTAMA PENULARAN HIV DI SEBAGAI CARA UTAMA PENULARAN HIV DI
ASIA, TERMASUK DI INDONESIAASIA, TERMASUK DI INDONESIA

Pelatihan IPP - Paket 1
Bagaimana
Pencegahan
HIV/AIDS ?

Pelatihan IPP - Paket 1
PERILAKU
SEKS
Tidak mengadakan
hubungan seksual
(bagi yang belum
menikah)
Setia pada suami/istri
masing- masing
Gunakan Kondom
Pada Hubungan Seks
berisiko
PERILAKU
NARKOBA
Berhenti
memakai
narkoba
Dan jika
belum
jangan sekali
sekali
mencoba

Pelatihan IPP - Paket 1
HIV dan kaitannya dengan
narkoba
Penggunaan jarum suntik merupakan cara
yang paling effisien untuk penularan HIV
Penularannya langsung dari sistem darah
seorang yang terinfeksi kepada orang
yang belum terinfeksi melalui jarum.

Pelatihan IPP - Paket 1

Pelatihan IPP - Paket 1
BISAKAH HIV +  NEGATIV ??????
TIDAK BISA. Sekali dinyatakan HIV +

SEUMUR HIDUP HIV +
Setelah HIV + nanti  AIDS

Pelatihan IPP - Paket 1
CEGAH HIV DENGAN
A
BC
D
E
A: Abstinence
B: Be Faithfull
C: Condom
D: No Drugs
E: Education

Pelatihan IPP - Paket 1
STIGMA ODHA
Sikap negatif yang diberikan pada ODHA(“Cap Buruk”)
Mendorong keterpinggiran ODHA dan mereka yang
rentan terhadap infeksi HIV. Mengingat HIV dan AIDS
sering dikaitkan dengan seks, penggunaan narkoba dan
kematian, banyak orang yang tidak peduli, tidak
menerima dan takut terhadap penyakit ini.
Menyebabkan beberapa ODHA dan orang yang rentan
terhadap HIV dan AIDS menjadi kurang dihargai dan
merasa malu. Sedangkan kelompok lainnya merasa
superior.

Bagaimana cara remaja bersikap ????
1.pengetahuan
Dengan pengetahuan remaja akan mengerti dan memahami
dampak apa yang mengakibat jika seks bebas di lakukan. Remaja
akan lebih kritis terhadap hal-hal yang menuju pada perbuatan
seks bebas.
2.Pergaulan
Berteman dengan orang yang tidak menjerumuskan pada
perbuatan yang mendukung terjadinya seks bebas atau perbuatan
tercela lainnya seperti menonton film porno,bacaan porno,suka
keluar malam walaupun sekedar untuk menongkrong.

3. Harga diri
Remaja juga harus mempunyai harga diri,hal ini
mampu dilakukan pada remaja yang mempunyai
kejelasan konsep hidup dalam menjalani hidupnya.
4. Iman
Kualitas iman dan akhlak akan terus terpupuk dengan
memahami batas-batas nilai agama,dengan begitu
remaja akan menjaga ntuk tidak melakukan
perbuatan dosa.

HIV + penicilliosis marneffeia

HIV + Candidiasis

HIV + Sifilis

HIV + tumor

GONORRHEA
PADA PRIA
GONORRHEA
PADA WANITA

KLAMIDIA
PADA PRIA
KLAMIDIA PADA
WANITA

SIFILIS TAHAP AWAL

SIFILIS TAHAP II

HERPES PADA
KELAMIN WANITA

GENITAL WART

MOLUSCUM CONTAGIOSUM

CONDYLOMA LATA

Infeksi HIV primer
(Serokonversi)

Onikomikosis
Proksimal (khas)Proksimal (khas) DistalDistal

Dermatitis seboroik

Kulit
Kulit pasien HIV
lebih kering
Keluhan gatal
Hiperpigmentosis
pada stadium
lanjut

Folikulitis eosinofil

‘Oral Hairy Leukoplakia’

‘Oral Thrush’

Herpes simpleks
Lebih dari satu bulanLebih dari satu bulan

AIDS

AIDS

AIDS

TBC ekstra pulmonal
SkrofulodermaSkrofuloderma
Efusi Perikardial Efusi Perikardial

‘Wasting’

Infeksi
Opportunistik
dan
keganasan
lainnya
(AIDS)
CMVCMV ToxoToxo
KriptokokusKriptokokus PCPPCPLimfomaLimfoma
Tags