Belajar Konten Kreator dan dunia Videpgrafi

i1446 9 views 56 slides Sep 16, 2025
Slide 1
Slide 1 of 56
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19
Slide 20
20
Slide 21
21
Slide 22
22
Slide 23
23
Slide 24
24
Slide 25
25
Slide 26
26
Slide 27
27
Slide 28
28
Slide 29
29
Slide 30
30
Slide 31
31
Slide 32
32
Slide 33
33
Slide 34
34
Slide 35
35
Slide 36
36
Slide 37
37
Slide 38
38
Slide 39
39
Slide 40
40
Slide 41
41
Slide 42
42
Slide 43
43
Slide 44
44
Slide 45
45
Slide 46
46
Slide 47
47
Slide 48
48
Slide 49
49
Slide 50
50
Slide 51
51
Slide 52
52
Slide 53
53
Slide 54
54
Slide 55
55
Slide 56
56

About This Presentation

Belajar Konten Kreator dan dunia Videpgrafi


Slide Content

CONTENT
CREATOR
@yogartstudio
Oleh : I Ketut Yoga Pramuditya, S.PdBALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN KARANGASEM ERA DIGITAL

MARI
BERKENALAN Nama :
I Ketut Yoga Pramuditya
Tempat, Tanggal Lahir :
Seraya, 21 April 2002
Agama :
Hindu
Status :
OTW Menikah
Alamat :
Br. Dinas Pejongan, Desa SerayaDATA DIRI MEDIA SOSIAL @iketutyogapramuditya
@yog.artwork
@yog.artdesign
@yogartphotographybali
@I Ketut Yoga Pramuditya
@yogaedukasi
YOGART DESIGN
083 115 313 667 I KETUT YOGA PRAMUDITYA
CONTEN CREATOR MUDABALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN KARANGASEM

TUJUAN Peserta mampu menguasai Teknik dasar
pengambilan Video, Jenis-Jenis shot, Teknik
komposisi dan framing, serta menguasai Teknik
pengambilan video dengan smartphone.
Meningkatkan keterampilan dalam
VideografiMANFAAT

TEKNIK PENGAMBILAN
VIDEO PENDEK

TEKNIK PENGAMBILAN VIDEO
DENGAN SMARTPHONE 1.Panning dan Tracking
2.Depth of Field
3.Pencahayaan dan Warna
4.Zoom in dan Zoom Out
5.Stabilisasi
6.Fokus dan Exposure manual
7.Frame Rate dan Resolusi
8.Audio yang Jernih
9.Editing dan Post-Processing Beberapa Teknik yang biasa di pakai dalam pengambilan
video agar konten yang di hasilkan lebih berkualitas :

1. PANNING DAN TRACKING
Panning adalah Teknik pengambilan
video dengan menggerakkan
smartphone menoleh ke kiri dan ke
kanan secara horizontal untuk
menciptakan efek dramatis.
Tracking adalah Teknik
pengambilan video dengan
mengikuti objek yang bergerak.
Teknik ini memberikan kesan
kedalaman.

2. DEPTH OF FIELD (DOF)Teknik ini merupakan Teknik
pengambilan video untuk membuat
video menjadi lebih tajam dengan
fokus pada satu titik objek, bagian
lain akan terlihat blur.
DoF menjadikan hasil video lebih
indah dan berkualitas tinggi.

3. PENCAHAYAAN DAN WARNACahaya adalah elemen penting
dalam videografi. Usahakan
untuk merekam video di
tempat dengan pencahayaan
yang baik. Gunakan
pencahayaan alami untuk
memberikan suasana hangat.
Agar lebih optimal, gunakan
filter dan color grading untuk
mengatur warna yang di
inginkan.

TEKNIK PENCAHAYAAN
1.Pencahayaan tiga titik (Three-Point Lighting)
Teknik ini menggunakan tiga sumber cahaya : key light
(pencahayaan utama), fill light (untuk mengurangi bayangan),
dan back light (untuk memisahkan objek dari latar belakang).
2.Cahaya alami
Memanfaatkan cahaya matahari dengan bijak, terutama saat
pagi atau sore hari untuk mendapatkan hasil yang lebih
lembut.

3.Soft Light Vs Hard Light
Cahaya lembut menghasilkan bayangan yang halus,
sementara cahaya keras menciptakan bayangan yang tajam
dan kontras.
4.Reflektor dan Diffuser
Menggunakan reflector untuk memantulkan cahaya dan
menerangi objek secara merata atau diffuser melembutkan
atau meratakan cahaya yang terlalu keras. TEKNIK PENCAHAYAAN

TEKNIK WARNA1.Color Grading
proses menyesuaikan warna dan pencahayaan dalam video
untuk menciptakan tampilan yang konsisten dan estetis
2.Skema Warna
Memilih palet warna yang sesuai dengan suasana yang
ingin ditampilkan. Warna cerah untuk suasana Bahagia,
warna gelap untuk suasana serius.

TEKNIK WARNA3.Manipulasi Warna
Menggunakan warna untuk membangkitkan emosi dan
memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam video.
4.White Balance
Pastikan white balance yang tepat dan natural
5.Eksperimen
Cobalah berbagai sudut dan intensitas cahaya untuk
mendapatkan hasil terbaik.

TEKNIK WARNA6.Perhatikan Kontras
Gunakan pencahayaan untuk menciptakan kontras yang
menarik antara objek dan latar belakang.
7.Hindari Pencampuran Suhu dan Warna yang Berbeda
Campuran suhu warna yang berbeda dapat menyebabkan
warna kulit tampak aneh.

4. ZOOM IN DAN ZOOM OUTZoom adalah Teknik pengambilan video
dengan mendekati atau menjauhi objek
dengan mengubah panjang pendeknya lensa.
Untuk transisi yang halus, kendalikan
kecepatan zoom in, sedangkan untuk
memberikan pandangan yang luas, gunakan
zoom out.

5. STABILISASIUsahakan untuk menjaga smartphone
tetap stabil saat merekam. Gunakan
kedua tangan atau perangkat stabilisasi
seperti tripod atau gimbal untuk
mengurangi goncangan

6. FOKUS DAN EKSPOSUR MANUALGunakan fitur fokus dan eksposur secara
manual untuk menghindari perubahan fokus
atau pencahayaan yang tiba-tiba selama
pengambilan video.

7. FRAME RATE DAN RESOLUSI Sesuaikan frame rate dan resolusi dengan
kebutuhan. Untuk video yang lebih halus,
gunakan frame rate yang lebih tinggi (60 fps),
sementara untuk tampilan sinematik,
gunakan frame rate yang lebih rendah (24
fps atau 30 fps).

8. AUDIO YANG JERNIHPastikan suara direkam dengan jelas. Jika
memungkinkan, gunakan mikrofon eksternal dan
hindari tempat yang terlalu bising. Pastikan suara
tidak terlalu keras atau terlalu pelan dengan
mengatur level audio sebelum merekam.

8. EDITING DAN POST-PROCESSINGSetelah merekam video, gunakan aplikasi
editing video untuk memperbaiki dan
menyempurnakan hasil rekaman. Aplikasi
seperti Adobe Premiere Pro, CapCut, atau
KineMaster dapat membantu kamu
memotong klip, menambahkan transisi,
efek, dan penyesuaian warna untuk hasil
yang lebih profesional.

TEKNIK KOMPOSISI DAN
FRAMING PENGAMBILAN VIDEO

1. HEAD ROOM Head Room adalah Ruang antar kepala
dengan frame atas. Kita harus mengatur
ukuran head room nya agar pas, tidak
terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Jika
kita tidak memberi ruang di atas kepala
subjek, gambar bisa terkesan seperti
kepala subjek terpotong.

2. WALKING ROOM / WALKING SPACE Walking space adalah ruang atau space di
depan orang yang berjalan. Fungsinya
tentu saja agar orang yang berjalan tadi
memiliki ruang gerak. Kalau tidak ada
space di depannya, ketika orang tadi
berjalan akan terkesan akan menabrak
frame gambar kita.

3. NOSE ROOM Nose room di gunakan untuk mengambil
gambar yang lebih dekat dan menyisakan
ruang kosong di depan wajah orang
tersebut. Hal ini berguna untuk memberi
ruang gerak atau ruang pandang dari
objek yang kita shot

4. PEMOTONGAN PADA FRAMING OBJEK MANUSIA High Dinamic range (HDR) adalah fitur pada
kamera yang membantu menyeimbangkan
elemen cahaya dan gelap dalam foto dengan
kontras tinggi. HDR mengusahakan jangan
memotong gambar di bagian persendian, karena
akan membuat subjek manusia kita terkesan
terpenggal dan terpotong. Untuk menghindari hal
itu usahakanlah agar menggabil gambar di antara
framing persendian. Misalnya tangan, kita ambil
framing nya di antara siku dan pergelangan
tangan.

5. RULE OF THIRD Frame dari video kita bagi menjadi tiga
bagian, baik horizontal maupun vertical.
Untuk mendapatkan gambar yang baik
maka letak dari salah satu subjek yang kita
inginkan berada di titik pertemuan dari
garis vertical dan horizontal tersebut.
Gunakan fasilitas grid pada handphone
untuk memakai rule of third ini.

6. KEDALAMAN (DEPT)
KOMPOSISI Agar gambar kita menarik dan terkesan
dalam, tidak flat atau datar, kita bisa
memanfaatkan foreground.
Foreground bisa membantu komposisi
gambar kita dalam hal kedalaman, jarak,
dan skala terutama untuk subjek yang
jauh.

JENIS-JENIS SHOT PADA
PENGAMBILAN VIDEO

JENIS-JENIS SHOT Extreme Wide Shot (EWS)
Wide Shot (WS)
Full Shot (FS)
Cowboy Shot
Medium Shot (MS)
Close Up Shot (CU)
Over the Shoulder Shot (OTS)
Point of View (POV)
Reverse Shot

1. EXTREME WIDE SHOT (EWS) Digunakan untuk menunjukkan
environment. Teknik ini dilakukan Ketika
mengambil gambar atau video yang sangat
lebar. Objek akan terlihat sangat kecil dan
jauh sehingga akan lebih fokus pada
lingkungan atau pemandangan di
sekitarnya.

2.WIDE SHOT (WS) Disebut juga Long Shot, digunakan untuk
menunjukkan posisi karakter dalam
environtment. Karakter atau benda cukup
menonjol untuk menjadi fokus utama dari
pada environmentnya. Tujuannya adalah
untuk memberikan konteks visual,
menunjukkan lokasi, dan memberikan
informasi tentang suatu adegan.

3.FULL SHOT (FS) FS lebih padat lagi dibandingkan WS, tapi
masih menunjukkan karakter secara
utuh. Fokus dalam FS adalah karakter
atau objek itu sendiri. Fs biasanya
digunakan untuk menunjukkan body
language dan aksi serta interaksi objek
dengan lingkungannya.

4.COWBOY SHOT Menunjukkan sekelompok karakter atau
objek yang disusun sedemikian rupa
sehingga semua karakter terlihat oleh
kamera dari paha sampai kepala. Hal ini
digunakan untuk menonjolkan gesture
yang dilakukan karakter yang di
ekspresikan dari tubuh bagian atas.

5.MEDIUM SHOT (MS) Menunjukkan bentuk karakter
dari kepala sampai pinggang.
Menunjukkan berbagai bentuk
ekspresi dari wajah karakter.
Menonjolkan gesture aksi
tangan dan tubuh bagian atas.

6.CLOSE UP SHOT (CU) Pengambilan video ini dimulai dari
ujung kepala sampai leher. CU
digunakan untuk berkomunikasi atau
informasi personal karakter dalam
scene / shot. Shot CU tidak selalu hanya
wajah sampai leher saja, tetapi juga bisa
Cu pada bagian tubuh atau objek lain

7.OVER THE SHOULDER SHOT (OTS) OTS menunjukkan posisi kamera dari atas
Pundak karakter dalam foreground. Shot ini
bisa diterapkan dalam CU dan MS.
OTS biasanya digunakan untuk
menunjukkan pada penonton karakter yang
sedang saling berinteraksi dengan salah
satu karakter foreground yang ikut
berinteraksi atau melihat interaksi tersebut.

8.POINT OF VIEW SHOT (POV) POV merupakan jenis angle kamera
yang menunjukkan posisi atau arah
mata si karakter.
Shot tipe ini biasanya digunakan setelah
shot CU karakter lalu cut ke POV. Shot
ini bisa di aplikasikan dalam medium
WS, WS sampai CU

9.REVERSE SHOT Reverse shot merupakan lawan atau
kebalikan dari POV atau balasan dari shot
sebelumnya. Misalnya pada shot
sebelumnya karakter A sedang berbicara
dengan karakter B. reverse shot diambil
untuk mengambil reaksi lawan mainnya,
yaitu karekter B.

JENIS-JENIS PERGERAKAN
PADA KAMERA DALAM
PENGAMBILAN VIDEO

JENIS-JENIS PERGERAKAN KAMERA Camera Dolly
Push In / Push Out
Crane Shot
Steady Cam
Zoom in / Zoom Out

CAMERA DOLLY Dolly dilakukan dengan cara mendorong
atau menarik kamera yang dipasang di
atas alat Dolly track dan bergerak
mengikuti track. Gerakan dolly terdiri
dari dua macam, yaitu dolly in
(mendekat ke objek) dan dolly out
(menjauh dari objek).
Di storyboard biasanya dolly
disimbolkan dengan panah tebal dan
bertuliskan Cam Follow.

PUSH IN / PUSH OUT Pergerakan kamera menjauh
atau mendekati objek yang
berada dalam frame kamera.
Trucking / Pushing mengacu
pada pergerakan maju atau
mundurnya kamera. Biasanya
disimbolkan dengan tanda dua
panah.

CRANE SHOT Teknik ini melibatkan
penggunaan crane atau boom
untuk mengangkat atau
menurunkan kamera dari
ketinggian untuk menciptakan
pandangan dramatis secara
vertical.

STEADY CAM Steady cam adalah pergerakan
kamera yang berjalan mengikuti
aksi dalam scene / shot. Steady cam
dapat membuat berbagai macam
komposisi dalam suatu scene / shot.
Dalam storyboard biasanya aksi nya
dinamakan dengan Cam Follow

ZOOM IN / ZOOM OUT Efek zoom in/out terjadi karena
perubahan lensa kamera dnegan
tanpa mengubah jarak atau posisi
antar objek kamera.
Biasanya disimbolkan dengan empat
panah. Jika arah panah masuk maka
berarti zoom in, sebaliknya jika arah
panah keluar berarti zoom out

SCRIPT VIDEO

SCRIPT VIDEO Script video adalah dokumen
tertulis yang berisi rencana,
petunjuk, atau naskah lengkap
untuk produksi video. Jadi, semua
kegiatan dapat berjalan dengan
baik sesuai yang diinginkan

CARA MEMBUAT
SCRIPT VIDEO

1. PAHAMI AUDIENS Pertama-tama, perlu memahami siapa target audiens.
Pahamidemografi, preferensi, dan kebutuhan mereka. Hal ini
akan membantu menyusun cerita dan pesan yang relevan
danmenarik bagimereka.

2. TENTUKAN TUJUANDAN PESAN Sebelum mulaimenulis script video, tentukan tujuandan pesan
yang ingin disampaikan. Apakahingin mengedukasi, menghibur,
atau memengaruhi emosi audiens? Dengan memiliki tujuan yang
jelas, dapat mengarahkan cerita danpesan dengan lebihfokus.

3. BUATSTRUKTUR YANG BAIK Setiap video harus memiliki struktur
yang baik untukmenjaga alur cerita
yang mudah diikuti. Gunakan
pendekatan seperti pengenalan,
perkembangan konflik, klimaks,
danpenyelesaian.
Rencanakan adegandan urutan
denganbaik untuk menjaga
ketertarikan audiens sepanjang
video.

4. GUNAKAN NARASI YANG MENARIK Tulis narasi yang menarik
danmenggugah minataudiens.
Gunakan bahasa yang jelas,
sederhana, danmudah dipahami.
Gunakan kata-kata yang kuat,
deskriptif, danmenghidupkan
suasana atau karakter dalam video.

5. GUNAKAN DIALOG YANG AUTENTIK Jika video melibatkan dialog
antarkarakter, pastikan dialog
tersebut terdengar alamidan
autentik. Tulis dialog yang
menggambarkan kepribadian
karakter danmenjaga konsistensi
suara merekasepanjang video.

7. EDIT DAN REVISI Setelahmenulis script video, janganraguuntukmelakukan edit dan
revisi. Periksa alur cerita, dialog, danpesan yang ingindisampaikan.
Pastikan semuanya terhubung dengan baik dan tidak ada informasi
yang berlebihan atau tidak perlu.

INGATLAH BAHWAM EMBUAT SCRIPT VIDEO YANG
MENARIK MELIBATKAN KREATIVITAS, PEMAHAMAN
AUDIENS, DANPEMILIHAN KATA YANG TEPAT”

“KAMERA HANYALAH ALAT, TETAPI HATI DAN MATA
KITALAH YANG MENCIPTAKAN KEAJAIBAN.”

SEKIAN DAN
TERIMA KASIH @yogart_studio
Tags