BHD persentasi PSC 119 SINTANG - yogi.pptx

yogisaputra718825 1 views 19 slides Oct 12, 2025
Slide 1
Slide 1 of 19
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19

About This Presentation

pertolongan pada korban kecelakaan


Slide Content

BHD (Bantuan hidup dasar) Ns Yogi Saputra S.Kep

pertolongan pertama pada kecelakaan Hal pertama yang harus di ketahui ketika menemukan kasus kecelakaan lalu lintas adalah untuk tidak panik . Tindakan yang tergesa-gesa karena panik hanya dapat menambah risiko cedera bagi korban kecelakaan .

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan apabila ingin menolong korban kecelakaan lalu lintas , antara lain:  Periksa tempat kejadian    Hubungi bantuan medis segera Pastikan korban tidak dikerumuni Jangan pindahkan korban jika mengalami cedera dalam Hentikan perdarahan Atasi syok pascakecelakaan

Bantuan hidup dasar (BHD) adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami henti jantung ataupun sumbatan jalan napas.

Keterlambatan BHD Keterlambatan BHD Peluang Keberhasilan ( Hidup ) 1 menit 3 menit 10 menit 98 dari 100 Persen 50 dari 100 Persen 1 dari 100 Persen

S- SAFETY/AMAN Pastikan bahwa penolong , lokasi , dan korban dalam kondisi yang aman

R- RESPONSE Cek respons korban dengan cara memanggil nama korban dan menepuk atau menggoyang-goyangkan bahu korban

S- SHOUT FOR HELP Jika anda seorang penolong yang akan melakukan RJP (resusitasi jantung paru), mintalah orang di sekitar anda untuk menelepon ambulans/rumah sakit terdekat.

C- CIRCULATION (KOMPRESI) 1. Penolong berada di kanan pasien 2. Tempatkan korban di tempat yang rata dan alas keras . 3. Cek nadi selama maksimal 10 detik (pada dewasa di arteri karotis , pada anak-anak di arteri brakhialis ). 4. Jika tidak ada denyut nadi , segera berikan kompresi . 5. Jika ada nadi , posisikan korban dalam posisi recovery dan tetap melakukan evaluasi denyut nadi selama 2 menit , tunggu bantuan datang . 6. Posisikan korban supinasi , bila curiga cedera spinal, pindahkan kepala , bahu dan badan secara bersamaan ( teknik log-roll/ in line). 7. Buka baju korban, pastikan penolong melihat bagian sternum/ tengah dada. 8. Letakkan pangkal tangan yang tidak dominan di ½ bagian bawah mid sternum, di antara dua putting susu dengan metode rib margin. Kunci dengan meletakkan tangan yang 5 dominan di atasnya . Meletakkan tangan yang dominan di atas tangan yang tidak dominan bertujuan untuk mencegah pemberian tenaga kompresi menggunakan tangan . 9. Posisikan badan tegak lurus dengan tangan . Hal ini bertujuan agar tenaga dalam melakukan kompresi berasal dari badan. 10. Lakukan kompresi dada yang optimal dengan kecepatan kompresi minimal 100x/ menit , dengan kedalaman 5 cm. 11. Perhatikan chest recoil, beri kesempatan dada untuk mengembang ( darah kembali ke jantung ). 12. Lakukan kompresi sebanyak 30 kali.

A- AIRWAY 1. Menjaga patensi jalan nafas dengan teknik head- tlit chin-lift atau jaw thrust (pada kondisi cedera spinal). 2. Apabila terdapat sumbatan jalan napas, hilangkan dengan teknik cross finger/finger swap. 3. Jika sumbatan berupa cairan , miringkan kepala ( bila tanpa cedera spinal) agar cairan keluar atau serap dengan kasa bersih .

B- BREATHING 1. Memberikan 2 napas bantuan dengan kecepatan 1 detik menggunakan balon dan sungkup atau dengan sungkup mulut . 2. Rasio kompresi banding napas bantuan adalah sebagai berikut : 1 Penolong = 30:2 ( dewasa maupun anak-anak ) 2 Penolong = 30:2 ( dewasa sebelum korban mendapat alat bantuan napas); 15:2 ( anak-anak ). 3. Alat perantara penting digunakan untuk mengindari penularan penyakit . Jika pemberian napas bantuan tidak memungkinkan , lewati langkah ini dan berfokus pada kompresi dan menjaga patensi jalan napas.

EVALUASI 1. Setelah melakukan 5 siklus ( satu siklus terdiri dari 30 kompresi dan 2 napas bantuan ) atau 2 menit , lakukan pengecekan nadi . a. Jika nadi tidak teraba : Lanjutkan kompresi dan ventilasi 5 siklus . b. Jika nadi teraba : Lanjutkan cek pernapasan , jika napas tidak ada atau belum adekuat , berikan napas bantuan (10x/ menit selama 2 menit ) dan evaluasi nadi setelah 2 menit . Kemudian lakukan re- evaluasi . 2. Jika nadi dan napas sudah adekuat (> 12 kali per menit ), atur posisi korban ke posisi recovery. 3. Hentikan kompresi jika : - Nadi sudah ada - Pasien sadar - Defibrilator dan tim emergensi sudah datang - Penolong kelelahan

Sirkulasi ( - ) : Teruskan Kompresi + Ventilasi (5 siklus) Sirkulasi (+) Nafas (-) : Nafas buatan 10 x/menit Sirkulasi (+) Nafas (+) : Posisi sisi m a ntap , jaga jalan nafas

Terima kasih
Tags