IndahMedylestariLubi
13 views
3 slides
Oct 20, 2024
Slide 1 of 3
1
2
3
About This Presentation
Studi kasus kebidanan
Size: 25.73 KB
Language: none
Added: Oct 20, 2024
Slides: 3 pages
Slide Content
Nama Anggota:
1. Indah Medy lestari
2. Roza Riswanda
3. Richa Rahim
4. Ajeng Dayanati Damanik
Ketrin Cahya liberty
CONTOH STUDI KASUS MENGENAI KONFLIK MORAL:
Kasus 1
Ada seorang bidan yang berpraktık mandırı di rumah, Ada seorang pasien inpartu datang ke tempat
praktiknya. Status obstetrik pasien adalah GIPOAO. Hasil pemeriksaan penapisan awal menunjukan
persentasi bokong dengan tafsiran berat janin 3900 gram, dengan kesejahteraan janin dan ibu baik.
Maka bidan tersebut menganjurkan dan memberi konseling pada pasien mengenai kasusnya dan untuk
dilakukan tindakan rujukan. Namun pasien dan keluarganya bersikukuh untuk tetap melahirkan di bidan
tersebut, karena pertimbungan biaya dan kesulitan lainnya, Melihat kasus ini maka bidan dihadapkan
pada konflik moral yang bertentangan dengan prinsip moral dan otonomi maupun kewenangan pada
kebidanan. Bahwa sesuai Kepmenkes Republik Indonesia 900/menkes/sk/VII/2002 tentang registrasi
dan praktik bidan. Bidan tidak berwenang memberikan pertolongan persalinan pada primigravida
dengan persentasi bokong di sisi lain ada prinsip nilai moral dan kemanusiaan yang dihadapi pasien.
Yaitu ketidakmampuan secara sosial ekonomi dan kesulitan yang lain, maka bagaimana seorang bidan
mengambil keputusan yang terbaik terhadap konflik moral yang dihadapi dalam pelayanan kebidanan.
Kasus 2
Di sebuah desa terpencil seorang ibu mengalami pendarahan postpartum setelah melahirkan bayinya
yang pertama di rumah. Ibu tersebut menolak untuk diberikan suntikkan uterotonika. Bila ditinjau dari
hak pasien atas keputusan yang menyangkut dirinya maka bidan bisa saja tidak memberikan suntikkan
karena. kemauan pasien. Tetapi bidan akan berhadapan dengan masalah yang lebih rumit bila terjadi
pendarahan hebat dan harus diupayakan pertolongan untuk merujuk pasien, dan yang lebih patal lagi
bila pasien akhirnya meninggal karena pendarahan. Dalam hal ini bisa dikatakan tidak melaksanakan
tugasnya dengan baik. Walapun bidan harus memaksa pasiennya untuk disuntik Mungkin itulah
keputusan yang terbaik yang harus ia lakukan (dentology).
PENYELESAIAN MASALAH ISSU, DILEMA DAN KONFLIK MORAL:
• Issu
Para Filsuf telah mencoba mengembangkan lima pendekatan berbeda dalam hubungan
dengan penyelesaian isu-isu moral
1. Pendekatan Utilitarian
2. Pendekatan Hak dan Kehendak Bebas
3. Pendekatan Keadilan
4. Pendekatan Kepentingan Bersama
5. Peridekatan Kebaikan/Kebajikan
Kelima pendekatan di atas menyarankan bahwa pada saat kita diperhadapkan dengan fakta yang
diidentifikasi menjadi masalah moral, kita harus menanyakan lima hal dalam diri sebelum mencoba
untuk memecahkan masalah itu. Tentu saja, metode ini tidak menjadi solusi otomatis bagi masalah-
masalah moral. Kemampuan mengidentifikasi hal-hal penting, kemudian mengkritisinya, itulah yang
disebut sebagai "Berpikir secara etis". Kita harus tetap membuka mata dan telinga, hati dan pikiran
terhadap semua hal yang terjadi di sekeliling kita, agar tetap peka dengan kenyataan dan dapat
memberikan kontribusi yang positif baik bagi pribadi maupun masyarakat.
• Konflik
• Memberi informasi yang lengkap pada ibu, informasi yang jujur, tidak bias dan daput dipahami oleh
ibu, menggunakan alternatif media ataupun yang lain, sebaiknya tatap muka
• Bidan dan tenaga kesehatan lain perlu belajar untuk membantu ibu menggunakan haknya dan
menerima tanggungjawab keputusan yang diambil
• Hal ini dapat diterima secara etika dan menjamin bahwa tenaga kesehatan sudah memberikan asuhan
yang terbaik dan memastikan ibu sudah diberikan informsi yang lengkap tentang dampak dari keputusan
mereka.
• Menjaga fokus asuhan pada ibu dan evidence based, diharapkan konflik dapat ditekan serendah
mungkin.Tidak perlu takut akan konflik tetapi mengganggupnya sebagai suatu kesempatan untuk saling
memberi dan mungkin suatu penilaian ulang yang obyektif bermitra dengan wanita dari sistem asuhan
dan tekanan positif pada perubahan.