ELISA ( Enzyme-linked Immunosorbent Assay) By TEDY FEBRIYANTO, SST., M.BMD
ELISA ( Enzyme-linked Immunosorbent Assay) ELISA diperkenalkan pada tahun 1971 oleh Peter Perlmann dan Eva Engvall ELISA merupakan rapid test atau uji cepat dalam mendeteksi atau mengkuantifikasi jumlah antibodi atau antigen melawan virus, bakteri, atau bahan lain. ELISA dinamakan demikian karena memang melibatkan penggunaan enzim dan immunosorbent . “Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) adalah suatu teknik biokimia yang terutama digunakan dalam bidang imunologi untuk mendeteksi kehadiran antibodi atau antigen dalam suatu sampel”
ELISA ( Enzyme-linked Immunosorbent Assay) Metode ELISA untuk mengukur reaksi Antigen (Ag) Antibodi(Ab) meningkat penggunaannya dalam pendeteksian antigen (dari agen infeksius) atau antibodi karena metodenya yang sederhana tapi sensitif. Sekarang ELISA telah diterapkan secara luas dalam deteksi berbagai antibodi dan antigen seperti hormon, toksin, dan virus.
ELISA ( Enzyme-linked Immunosorbent Assay) Beberapa keuntungan khususnya: - Tes ELISA memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi - Hasil kuantitatif ELISA dapat dibaca secara visual - Sejumlah tes dapat dilakukan sekaligus : ELISA telah didesain secara spesifik untuk men- screen (baca cepat, read) sejumlah besar spesimen sekali waktu, menjadikannya cocok untuk digunakan dalam pengawasan dan sentralisasi pelayanan transfusi darah - Reagen yang digunakan untuk ELISA stabil dan dapat didistribusikan ke laboratorium distrik lain atau daerah lain tetapi ELISA membutuhkan teknisi yang terampil serta alat yang mahal untuk menjalankan tesnya, penggunaannya terbatas hanya untuk kebutuhan tertentu.
ELISA ( Enzyme-linked Immunosorbent Assay) Bahan yang dibutuhkan: Pipet, sistem pencuci ( washer system ), pembaca plat ELISA: Pembaca, pencuci,d an pipet tersedia baik manual maupun otomatis. Satu dari faktor-faktor utama yang mempengaruhi seleksi alat adalah jumlah dan tipe sampel yang dijalankan. Pembaca ELISA: membutuhkan filter yang sesuai (650 nm dan 450 nm). Pipet. Sistem pencuci: dapat manual yang mencuci atau membersihkan satu baris (row) atau kolom sekali waktu atau dapat semi-otomatis yang akan mencuci satu strip atau plat sekali waktu atau otomatis yang dapat memproses multipel plat. Reagen yang dibutuhkan untuk uji/tes – termasuk dalam kit- nya ( Coated plates, Sample diluents, Controls, Wash Concentrate, Conjugate, Substrate, Stop solution )
ELISA ( Enzyme-linked Immunosorbent Assay) Prinsip: Sebagian besar metode ELISA dikembangkan untuk deteksi antigen atau antibodi terdiri dari antibodi atau antigen yang cocok dengan yang dicari, yang kemudian dibentuk dalam fase solid, seperti permukaan plastik dari plat polivinil atau tube polistirene, di dalamnya sumuran yang dalam dari microdilution (cairan sejumlah mikro) atau di bagian luar dari plastik sferis atau bead (mirip seperti kelereng kecil) yang terbuat dari logam. Sistem tersebut dinamakan Solid Phase Immonusrbent Assay .
ELISA ( Enzyme-linked Immunosorbent Assay) Sistem Enzim terdiri dari: 1. Enzim : horse radish peroxidase, alkaline phosphatase yang dilabeli atau dihubungkan dengan antibodi spesifik. 2. Substrat spesifik: O-Phenyl-diamine-dihydrochloride untuk peroxidase P Nitrophenyl Phosphate- for Alkaline Phosphatase yang ditambahkan setelah reaksi antigen-antibodi. Enzim akan mengkatalisis substrat sehingga akan menunjukkan warna titik akhir reaksi (senyawa kuning untuk alkaline fosfatase). Intensitas warna memberikan indikasi jumlah ikatan antibodi atau antigen.
ELISA ( Enzyme-linked Immunosorbent Assay) ELISA yang sering digunakan adalah: a. ELISA untuk deteksi Antigen - Direct ELISA - Indirect ELISA b. ELISA untuk deteksi Antibodi Non Competitive ELISA Competitive ELISA c. Capture ELISA
ELISA ( Enzyme-linked Immunosorbent Assay)
Alat mini vidas adalah salah satu alat yang digunakan untuk pemeriksaan imunologi. Prinsip alat ini merupakan modifikasi dari prinsip ELISA yang pembacaannya berdasarkan fluoresensi.