Kesiapsiagaan Bencana di Perguruan Tinggi dan K3L Materi Bahan Ajar
Pendahuluan • Perguruan tinggi rentan terhadap berbagai ancaman bencana. • Kampus memiliki tanggung jawab melindungi sivitas akademika. • Data BNPB (2021) menunjukkan pentingnya kampus tangguh bencana.
Konsep Dasar Kesiapsiagaan Bencana • Definisi menurut UNDRR (2023). • Tujuan: meningkatkan kapasitas respons, melindungi aset dan sivitas akademika. • Ruang lingkup: perencanaan, pelatihan, sistem peringatan dini.
Peran Perguruan Tinggi • Mengintegrasikan literasi kebencanaan ke dalam kurikulum. • Menyelenggarakan simulasi dan pelatihan kebencanaan. • Membentuk Tim Siaga Bencana Kampus (TSBK).
Konsep K3L di Perguruan Tinggi • Keselamatan: pencegahan kecelakaan, kebakaran, bahan berbahaya. • Kesehatan: layanan P3K, kesehatan mental, sistem medis darurat. • Lingkungan: pengelolaan limbah B3, green & safe campus.
Regulasi dan Kebijakan • BNPB (2021): Pedoman Rencana Kontinjensi Perguruan Tinggi. • Permendikbud No. 82 Tahun 2015: Penerapan SMK3L. • WHO & UNDRR (2022-2023): Panduan global manajemen risiko bencana.
Kesimpulan • Kesiapsiagaan bencana wajib diintegrasikan ke sistem perguruan tinggi. • K3L menjadi landasan terciptanya kampus aman, sehat, ramah lingkungan. • Perguruan tinggi berperan strategis membangun budaya sadar bencana.
Referensi • UNDRR. (2023). Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction. • BNPB. (2021). Pedoman Rencana Kontinjensi Perguruan Tinggi Tangguh Bencana. • Permendikbud No. 82 Tahun 2015 tentang SMK3L di Perguruan Tinggi. • Kemenkes RI. (2022). Pedoman K3 & Kesiapsiagaan Darurat. • WHO. (2022). Health Emergency & Disaster Risk Management Framework.