Mata kuliah Pertumbuhan dan Perkembangan .pdf

ISAFATMALA 9 views 91 slides Sep 18, 2025
Slide 1
Slide 1 of 91
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19
Slide 20
20
Slide 21
21
Slide 22
22
Slide 23
23
Slide 24
24
Slide 25
25
Slide 26
26
Slide 27
27
Slide 28
28
Slide 29
29
Slide 30
30
Slide 31
31
Slide 32
32
Slide 33
33
Slide 34
34
Slide 35
35
Slide 36
36
Slide 37
37
Slide 38
38
Slide 39
39
Slide 40
40
Slide 41
41
Slide 42
42
Slide 43
43
Slide 44
44
Slide 45
45
Slide 46
46
Slide 47
47
Slide 48
48
Slide 49
49
Slide 50
50
Slide 51
51
Slide 52
52
Slide 53
53
Slide 54
54
Slide 55
55
Slide 56
56
Slide 57
57
Slide 58
58
Slide 59
59
Slide 60
60
Slide 61
61
Slide 62
62
Slide 63
63
Slide 64
64
Slide 65
65
Slide 66
66
Slide 67
67
Slide 68
68
Slide 69
69
Slide 70
70
Slide 71
71
Slide 72
72
Slide 73
73
Slide 74
74
Slide 75
75
Slide 76
76
Slide 77
77
Slide 78
78
Slide 79
79
Slide 80
80
Slide 81
81
Slide 82
82
Slide 83
83
Slide 84
84
Slide 85
85
Slide 86
86
Slide 87
87
Slide 88
88
Slide 89
89
Slide 90
90
Slide 91
91

About This Presentation

Tumbuh kembang


Slide Content

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN REMAJA
MKREMAJA SARJANA KBIDANAN

TOPIK
1. PUBERTAS
4. GIZI
5. ANEMIA DAN TABLET
TAMBAH DARAH
2. MENGENDALIKAN
DORONGAN SEKSUAL
3. CITRA DIRI POSITIF
6. APLIKASI CERIA
Ceria

1. PUBERTAS

TUJUAN
1.Remaja memahami pubertas
2.Remaja memahami perubahan pada masa pubertas
3.Remaja mampu menghadapi masa pubertas.
4.Remaja mengetahui anatomi dan organ reproduksi
5.Remaja mengetahui cara merawat organ reproduksi
6.Remaja memahami menstruasi dan mimpi basah
7.Remaja memahami manajemen menstruasi

Permainan
1.Bagi kelompok: Laki-laki dan
perempuan
2.Siapkan plano dan spidol
3.Tuliskan perubahan apa saja yang
terjadi saat pubertas. Kelompok
perempuan menuliskan perubahan
perempuan. Kelompok laki-laki
menuliskan perubahan laki-laki
4.Mari diskusikan
5.Perwakilan kelompok presentasi
Untuk pembelajaran online: menggunakan
fitur chat
1.Bagi peserta, untuk menjadi kelompok
laki-laki dan perempuan (bisa
berdasarkan asal daerah, atau langsung
sebut nama ditentukan oleh fasilitator)
2.Tuliskan perubahan apa saja yang
terjadi saat pubertas.
3.Kelompok perempuan menuliskan
perubahan perempuan, kelompok laki-
laki menuliskan perubahan laki-laki di
kolom chat
4.Mari diskusikan

Pertumbuhan dan Perkembangan
•Masa Remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang
pesat.
•Tumbuh kembang di masa remaja sangat penting untuk dilindungi
dan dipastikan pencapaiannya menuju manusia dewasa yang
sehat, cerdas dan produktif.
Pubertas

•Pubertas adalah masa peralihan dari masa anak menuju dewasa
mengalami berbagai perubahan fisik (termasuk organ reproduksi),
psikologis dan sosial.
•Pubertas pada anak laki-laki dimulai antara usia 9-14 tahun (rata-
rata mulai pada usia 11,5 tahun) dan pada anak perempuan
dimulai antara usia 8-13 tahun (rata-rata mulai pada usia 10
tahun.
(Adolescent Development (Perkembangan Remaja) Jose RL Batubara Departemen Ilmu Kesehatan Anak,
RS Dr Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta 2010)

PERTUMBUHAN
Proses perubahan fisik yang terjadi
pada individu meliputi penambahan
berat atau tinggi badan sejalan
dengan pertambahan usia, juga
pertumbuhan yang disebabkan oleh
perubahan hormon.
Perubahan yang bisa dilihat,
diraba dan diukur
Biasanya menyangkut fisik
(bentuk dan ukuran)
PERKEMBANGAN
Proses peningkatan kemampuan
yang berlangsung secara sistematik
dan berkesinambungan yang
meliputi peningkatan kematangan
berpikir, kecerdasan, keterampilan,
kematangan emosi dan social
Rangkaian perubahan
kemampuan, perubahan
psikologis dan sosial.
Bersifat kemampuan pemikiran,
pengembangan minat, dan juga
perkembangan nilai pribadi dan
sosial

Perubahan Fisik, Psikologis dan Sosial Remaja pada Masa Pubertas
Remaja Laki-laki
Pertumbuhan otot
Pembesaran area bahu
Pertumbuhan rambut di
area alat kelamin, ketiak dan muka
(janggut dan kumis)
Testis membesar dan penis memanjang
Suara menjadi lebih berat atau pecah
Mulai memproduksi sperma
Mengalami mimpi basah
Tumbuh jakun
Perubahan Fisik
Remaja Perempuan
Pembentukan lemak dan jaringan
Pembesaran area pinggul
Pertumbuhan rambut di alat kelamin dan
ketiak
Payudara membesar
Suara menjadi lebih lembut
Mulai memproduksi sel telur
Mengalami Menstruasi (haid)

Pada perempuan masa pubertas dipengaruhi oleh hormon estrogen dan
progesteron, pada laki-laki oleh hormon testosterone yang mematangkan
organ seksual sehingga mulai menghasilkan sel telur pada perempuan dan
mulai memproduksi sperma pada laki-laki.
Perubahan hormon ini dapat menyebabkan remaja perempuan mulai
mengeluarkan cairan bening dari vagina (keputihan) dan remaja laki-laki
mengalami ereksi di pagi hari. Kedua hal ini wajar terjadi dan tidak
berhubungan dengan dorongan seksual.
Memiliki dorongan seksual dan mulai tertarik pada hal-hal seksual pada
remaja adalah wajar dan merupakan bagian dari pertumbuhan dan
perkembangan organ seksualnya.
Sumber: Batubara JR. Perkembangan Remaja. Sari Pediatri2010;12(1):219

Remaja laki-laki perlu memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika
belum mengalami perubahan ukuran alat genitalnya di usia 14
tahun.
Remaja perempuan perlu memeriksakan diri ke petugas kesehatan
jika belum mengalami menstruasi di usia 16 tahun.
Remaja perempuan perlu memeriksakan diri ke petugas kesehatan
jika belum mengalami pertumbuhan payudara di usia 13 tahun.
Catatan:

●Remaja mulai berpikir secara logis dan kritis
Namun perkembangan berpikir belum seimbang dengan perkembangan
emosional, remaja terkadang masih menunjukkan sikap yang mudah
berubah-ubah (labil).
●Perkembangan emosional yang meningkat
Lebih memahami apa yang menjadi keinginannya.
Emosi yang dialami semakin bervariasi dan dapat dialami dalam waktu
bersamaan.
Lebih cepat berubah perasaan secara singkat (Mood swing)
Perubahan Psikologis

●Mulai memperhatikan body image
●Memiliki rasa ingin tahu yang besar mengenai hal-hal baru dan muncul rasa
ingin mencoba.
●Merasa lebih butuh ruang pribadi (privacy)
●Mulai merasa mandiri dan tidak mau diatur, mau mengambil keputusan
sendiri
●Mulai mencari jati diri
Pencarian identitas dan jati diri membuat pemahaman dan penerimaan diri
belum matang sehingga seringkali bermasalah dengan kepercayaan diri
Lebih banyak memperhatikan diri dan kepentingannya sehingga terkadang
terkesan muncul sikap egois.
…Perubahan Psikologis

●Mulai menunjukkan ketertarikan secara seksual kepada orang
lain
●Imaginary audiences
Remaja merasa selalu menjadi pusat perhatian orang lain
sehingga sering merasa malu, tidak percaya diri untuk tampil,
takut melakukan kesalahan dan kikuk.
●Personal fable
Remaja merasa bahwa tidak ada orang yang dapat memahami
dirinya dan masalah yang dihadapinya adalah masalah yang
paling berat.

●Memiliki banyak teman dan bergaul dengan banyak kalangan, sudah
mulai memiliki sahabat atau teman dekat. Sudah melibatkan teman
untuk memperoleh informasi dan mengambil keputusan (peer
preasure)
●Ketergantungan kepada keluarga mulai berkurang
●Menunjukkan eksistensi dan kebutuhan untuk diterima oleh
lingkungan sosialnya
•Memiliki sosial media, melakukan selfie
•mengikuti trend yang ada di kelompok usianya (konformitas)
•Membentuk kelompok (geng),
•Ikut challenge di media sosial.
Perubahan Sosial

Organ Reproduksi Perempuan
(Tampak Samping)
Tuba Fallopi
Uretra
Vagina
Uterus
Cerviks
Ovarium

No Organ Reproduksi Perempuan Fungsi
1Uretra sering disebut dengan tempat
keluarnya kemih/kencing.
Mengeluarkan air seni
2Vagina merupakan saluran berdinding
otot berbentuk silinder dengan diameter
dinding depan/- 6,5 cm dan dinding
belakang +/-9cm, yang bersifat elastis
dengan berlipat-lipat. Dindingnya dapat
robek ketika persalinan
Saluran keluarnya darah menstruasi
dan bayi
Tempat penetrasi seksual
3Leher rahim (serviks) merupakan
jaringan otot yang tebal, yang terletak di
bagian bawah rahim bagian luar yang
merupakan batas penis ketika masuk
(penetrasi) ke dalam vagina. Bagian ini
terdiri dari beberapa kelenjar
a.Menyalurkan mukus atau lendir
ke vagina
b.Pada saat persalinan tiba, leher
rahim membuka sekitar 10 cm
sehingga bayi dapat keluar
Organ Reproduksi Perempuan dan
Fungsinya

NoBagian Alat Reproduksi Perempuan Fungsi
4Uterus merupakan organ berbentuk
alpukat gepeng, panjangnya 75 mm dan
berat normalnya antara 30 – 50 gram.
Uterus memiliki dinding otot yang sangat
tebal. Pada saat tidak hamil, besar rahim
kurang lebih seukuran telur ayam
a.Sebagai tempat janin tumbuh dan
berlindung
b.Menyediakan makanan untuk
pertumbuhan janin sampai saatnya
lahir
5Ovarium: organ di kiri dan kanan rahim di
ujung saluran fimbria dan terletak di
rongga pinggul indung telur. Sebulan
sekali, indung telur kiri dan kanan secara
bergiliran mengeluarkan sel telur. Sel telur
adalah sel yang dapat dibuahi oleh sel
sperma. Bila tidak dibuahi akan keluar
saat menstruasi
a.Menghasilkan sel telur (ovum)
b.Menghasilkan hormon (estrogen,
progesterone, dan lain-lain)
6Tuba Fallopi disebut juga saluran telur
yaitu saluran di kiri dan kanan rahim yang
dilalui oleh ovum (sel telur) dari indung
telur (ovarium) menuju rahim. Ujungnya
berbentuk fimbrae
a.Tempat berjalannya sel telur
setelah keluar dari ovarium
b.Tempat pembuahan (konsepsi)
atau bertemunya sel telur dengan
sperma

Organ Reproduksi Perempuan
(Tampak Depan)
Tuba Fallopi
Fimbriae
Vagina
Cerviks
Uterus
Ovarium

Organ Reproduksi Laki-laki
Kantung kemih
Testis
Van Defenrens
Skrotum
Uretra
Kelenjar prostat
Penis

NoBagian Alat Reproduksi
Laki-laki
Fungsi
1Testis sering disebut
dengan buah zakar atau
pelir. Terdapat dua buah
dan berada di luar rongga
panggul karena
pertumbuhan sperma
membutuhkan suhu yang
lebih rendah daripada suhu
tubuh
a.Menghasilkan sperma
b.Menghasilkan hormon testosteron
2Uretra sering disebut
dengan lubang penis
a.Saluran keluarnya air seni
b.Saluran keluarnya semen yang
mengandung sperma
3Penis terdiri dari jaringan
erektil, dimana dapat
membesar ketika mendapat
rangsangan
a.Alat untuk melakukan hubungan
seksual
b.Saluran untuk mengeluarkan
sperma dan air seni
Organ Reproduksi Laki-laki
dan Fungsinya

Proses Menstruasi
Penebalan dinding rahim Pelepasan sel telur Bila tidak dibuahi, sel telur
akan mati dan penebalan
dinding rahim akan meluruh

•Manajemen Kebersihan Menstruasi adalah pengelolaan kebersihan dan
kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi.
•Perempuan harus dapat menggunakan pembalut yang bersih, dapat diganti
sesering mungkin selama periode menstruasi, dan memiliki akses untuk
pembuangannya, serta dapat mengakses toilet, sabun, dan air untuk
membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga.
(Sumber: WHO/UNICEF Joint Monitoring Programme. Meeting Report of the JMP Post-2015 Global Monitoring Working
Group on Hygiene. Washington, DC; 2012)
Manajemen Kebersihan Menstruasi:

Menggunakan pembalut
Pembalut sebaiknya
diganti setiap 4-5 jam
sekali (apapun jenis
pembalut yang digunakan).
Setelah digunakan,
pembalut sekali pakai
harus dibuang.
Menjaga kebersihan dan kesehatan selama menstruasi
Selalu
sebelum
mencuci
dan
tangan
sesudah
mengganti pembalut
Jika rok atau celana terkena
noda darah menstruasi,
sebaiknya tetap tenang dan
noda bisa ditutupi dengan tas
atau membalik rok
menghadap ke depan
Selalu membawa cadangan
pembalut saat ke sekolah
atau ketika bepergian.

(Sumber: Komik Menstruasi UNICEF)
Menggunakan, membuang dan mengganti pembalut

Memastikan
ketersediaan air bersih
untuk membersihkan
diri
Tersedianya fasilitas
toilet yang bersih dan
dapat dikunci untuk
memastikan privasi
Lingkungan berperan besar dalam membantu menjaga
kebersihan selama menstruasi
Jika memungkinkan
menyediakan pembalut yang
dapat digunakan oleh remaja
perempuan yang
membutuhkan
Menciptakan lingkungan
yang kondusif dan
mendukung bagi remaja
perempuan yang sedang
mengalami menstruasi.

Remaja laki-laki juga perlu diberikan informasi
mengenai menstruasi
Remaja laki-laki diharapkan dapat memiliki pandangan yang lebih
positif terkait menstruasi dan dapat melakukan hal:
•Agar bisa berlaku sopan dan menghargai perempuan
•Memberikan bantuan jika dibutuhkan.

Proses Mimpi Basah
Kelenjar pituitari merangsang testosteron yang ada di dalam testis
untuk mulai berproduksi menghasilkan sperma.

Testis kemudian penuh oleh sperma yang diproduksi melebihi kapasitas

Proses Mimpi Basah
•Timbunan sperma yang memenuhi testis
dikeluarkan dari tubuh.
•Sperma akan dialirkan dari testis ke prostat
melalui saluran ves deferens yang nanti
akan dikeluarkan melalui penis bersama-
sama dengan air mani.

•Remaja perlu mendapatkan informasi dan
mengantisipasi perubahan yang terjadi pada dirinya
terkait pubertas dari sumber yang bertanggung
jawab dan dapat dipercaya
•Pengetahuan yang diperoleh tersebut diharapkan
akan membantu remaja untuk menjaga,
mempersiapkan diri, dan mampu menerapkan
prilaku yang diharapkan sesuai dengan
perkembangan yang dialaminya berserta risiko dan
konsekuensi terkait pubertas
Kesimpulan dan Refleksi

2. MENGENDALIKAN
DORONGAN SEKSUAL

TUJUAN
Remaja memahami mengenai dorongan
seksual dan perilaku seksual yang sehat.

Zoom:
Reaction tepuk tangan wajar, Reaction
”love” tidak wajar
Sampaikan alasan dengan on cam, atau,
peserta menuliskan di kolom chat,

•Wajarkah remaja mulai suka kepada temannya yang menarik?
•Wajarkah remaja perempuan suka berdandan?
•Wajarkah remaja laki-laki senang melihat wanita yang cantik?
•Wajarkah bila remaja memberikan perhatian lebih kepada orang yang
disukainya?
•Wajarkah remaja mulai suka melihat tontonan pornografi?
•Wajarkah remaja memegang-megang kelaminnya sendiri untuk
merasakan kenikmatan? (masturbasi/onani)
•Wajarkah remaja berpegangan tangan romantis dengan orang yang
disukainya?
•Wajarkah remaja sudah ada yang pernah berciuman?
•Wajarkah remaja sudah pernah melakukan hubungan seksual?
List Pertanyaan

•Dorongan yang muncul karena pematangan organ reproduksi
yang disebabkan oleh hormon.
•Dorongan seksual dapat berupa ketertarikan secara seksual
kepada orang lain (naksir, menyukai, mencintai). Dan tidak harus
disalurkan melalui sentuhan fisik atau hubungan seksual.
•Dorongan seksual adalah hal yang wajar dan normal terjadi pada
manusia. Yang terpenting adalah bagaimana mengelola dorongan
tersebut secara sehat sehingga muncul perilaku seksual yang
sehat pula.
•Tidak ada perbedaan dorongan antara perempuan dan laki-laki,
tetapi mitos yang beredar di masyarakat adalah laki-laki
mempunyai dorongan seksual yang lebih tinggi dibandingkan
perempuan.
Mengendalikan Dorongan Seksual

•Dorongan seksual menimbulkan perilaku seksual (Kegiatan untuk
mendapatkan kesenangan seksual melalui berbagai prilaku).
•Perilaku seksual ditanggapi sebagai sesuatu hal yang selalu
“negatif”. Padahal tidak demikian halnya.
•Perilaku seksual tersebut sangat luas sifatnya,
❑Berdandan
❑Naksir
❑Berpegangan tangan
❑Mencium
❑Berpelukan
❑Menonton pornografi
❑Masturbasi/onani
❑Petting, berhubungan seksual, dan lain sebagainya.
..Mengendalikan Dorongan Seksual

∙Menaati nilai-nilai agama
∙Meningkatkan keterampilan untuk mengambil keputusan yang
bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi. Berdasarkan nilai
dan batasan diri.
benar dan mengurangi
salah (majalah, tayangan
∙Mencari informasi sexualitas yang
konsumsi informasi seksualitas yang
pornografi, dan sebagainya)
∙Mengembangkan sikap asertif, yaitu untuk menolak ajakan dari
pacar atau menolak pengaruh teman sebaya yang bersifat negatif
Tips mengendalikan dorongan seksual:

∙Mengenali diri sendiri (bagian sensitif tubuh, kapan dan
dimana biasanya dorongan seksual muncul, dan sebagainya)
∙Fokus pada tujuan masa depan belajar dan mengembangkan
diri dengan keterampilan-keterampilan
∙Mengisi waktu luang sesuai dengan bakat, minat, dan
kemampuan seperti olahraga, kesenian atau berorganisasi
∙Memilih teman yang membawa pengaruh positif
..Tips mengendalikan dorongan seksual

∙Dorongan seksual tidak harus tersalurkan dalam
bentuk perilaku seksual dan sentuhan fisik. Hal yang
paling penting adalah bagaimana mengelola
dorongan seksual secara sehat.
∙Dorongan seksual adalah hal yang wajar pada
remaja. Mengendalikan dorongan seksual adalah
dengan memiliki batasan diri dan menghargai
batasan orang lain.
Kesimpulan dan Refleksi

3. CITRA DIRI POSITIF

TUJUAN
Remaja memahami mengenai citra diri yang positif.

● Saat ini banyak remaja yang merasa tidak percaya
diri, misalnya merasa terlalu kurus, merasa terlalu
gemuk, tidak suka dengan rambutnya yang keriting,
tidak suka dengan tubuhnya, tidak percaya diri
dengan kemampuannnya, dan bentuk rasa
ketidakamanan (insecure) lainnya.
● Hal ini dapat mengganggu interaksi dengan orang
lain serta kesehatan mentalnya di masa yang akan
datang.
● Penting bagi remaja untuk memiliki citra diri positif,
sehingga tumbuh menjadi remaja yang lebih
percaya diri dan mencintai diri sendiri.

Offline:
Bentuk kelompok berisi
5-6 orang dan duduk
melingkar.
Siapkan selembar kertas
yaa
Tempat ini adalah ruang aman bagi kita untuk berdiksusi dan
berpendapat, hargai pendapat orang lain walaupun berbeda. Kita akan
berdiskusi mengenai citra diri positif
Andai Aku Menjadi Dia
Online:
break out room /
Fasilitator memperlihatkan
slide “andai aku jadi dia,
peserta komentar di kolom
chat

1.Apa yang dilihat dari gambar 1?
2.Apa yang sebaiknya dilakukan
oleh remaja dalam gambar 1?
1.Apa yang dilihat dari gambar 2?
2.Apa yang sebaiknya dilakukan oleh
remaja dalam gambar 2?

•Citra diri adalah persepsi atau gambaran seseorang mengenai dirinya.
•Citra diri adalah jawaban seseorang ketika dirinya diminta untuk
menjelaskan tentang dirinya sendiri.
•Citra diri terbentuk dari proses perjalanan kehidupan seseorang,
berdasarkan pengalaman, pengetahuan yang dimilikinya, dan
bagaimana orang lain menilainya.
Citra Diri

Masa remaja adalah masa yang krusial dalam pembentukan citra diri
individu. Karena terjadi banyak perubahan secara fisik, psikologis dan
social karena pengaruh hormonal.
Citra diri mempunyai pengaruh terhadap bagaimana cara seseorang
remaja melihat dirinya.
Jika seseorang menilai dirinya secara positif maka ia akan menjadi
seseorang yang merasa lebih berharga, sehingga akan memiliki tingkat
kepercayaan diri yang tinggi.
Dengan demikian remaja dapat melakukan interaksi yang lebih baik
dengan orang lain.
CITRA DIRI DAN REMAJA

Aspek citra diri
1.Citra diri yang sebenarnya (real self)
2.Citra diri yang ingin dimiliki dan ditampilkan
kepada orang lain (ideal self).

Citra diri positif dimiliki oleh seseorang yang dapat menerima
dirinya dengan nyaman, merasa percaya diri dan menyadari
dirinya memiliki kekurangan dan kelebihan, namun lebih
memfokuskan diri pada kelebihan yang dimilikinya.
Citra diri negatif dimiliki seseorang yang merasa tidak puas
akan dirinya, merasa tidak percaya diri dan melihat lebih
banyak kepada kekurangan yang dimilikinya.
Jenis citra diri, yaitu

PERAN SOSIAL MEDIA DALAM PEMBENTUKAN CITRA DIRI
•Perkembangan media informasi saat ini berpengaruh cukup besar
bagi pembentukan citra tubuh atau body image pada diri individu.
•Penggambaran citra diri “ideal” di media massa melalui
penayangan penggunaan model-model iklan dengan postur tubuh
yang “serupa”, penayangan kontes kecantikan yang mensyaratkan
berat dan tinggi badan tertentu.
•Hal ini perlu ditanggapi dengan berpikir kritis sehingga seseorang
tidak mematok dirinya untuk harus dapat berpenampilan seperti
gambaran tersebut.
•Lebih fokus pada hal-hal yang lebih bermakna seperti kemampuan
diri, kesehatan dan perilaku yang positif

Bergaul dengan teman yang selalu
berpikir positif, mengetahui
potensi dirinya, serta
meningkatkan kemampuannya.
Menumbuhkan Citra Diri yang Positif:
Menjaga tubuh,
menjaga kesehatan
dan kebersihannya
Tidak membanding-
banding diri dengan orang
lain. Percaya bahwa setiap
orang adalah unik dan
istimewa.
Bergaul dengan orang
yang tidak menilai
seseorang hanya dari
penampilan
Memiliki kendali dan kuasa
terhadap diri sendiri. Jadi mulailah
dari diri sendiri (inner motivation).
Jangan tergantung dengan
motivasi eksternal.

∙Perubahan tubuh pada remaja berpengaruh pada citra
diri remaja
∙Remaja perlu menyadari bahwa setiap orang adalah unik
dan istimewa, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-
masing.
∙Remaja perlu lebih mengenali dirinya sendiri seperti
kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.
∙Kesadaran mengenai kekurangan diperlukan, namun lebih
baik untuk fokus pada mengembangkan kelebihan diri
sehingga bias menerima dan mencintai dirinya
Kesimpulan dan Refleksi

∙Citra diri negatif dimiliki seseorang yang merasa tidak puas akan dirinya,
merasa tidak percaya diri dan melihat lebih banyak kepada kekurangan yang
dimilikinya sehingga terkadang tidak sadar dirinya juga memiliki kelebihan.
∙Sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuat
kita lebih sulit untuk menerima diri sendiri.
∙STOP membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik membanding diri
dengan diri sendiri agar hari besok menjadi lebih baik daripada hari ini.
∙Mensyukuri hal-hal yang dimiliki serta mengapresiasi capaian-capaian
walaupun sekecil apapun dapat membantu menciptakan citra diri yang lebih
positif
Kesimpulan dan Refleksi

4. GIZI

TUJUAN
1. Memahami gizi dalam daur kehidupan
1. Memahami gizi seimbang
1. Memahami prinsip gizi seimbang

Daur kehidupan, atau siklus kehidupan, berkaitan erat dengan asupan gizi manusia.
Tahap : telur yang telah dibuahi – fetus (janin) – bayi di bawah usia 6 bulan – balita –
anak-anak – remaja – dewasa – dan lanjut usia.
Dari semua tahapan ini, terdapat dua masa saat tubuh kita mengalami proses
pertumbuhan yang sangat pesat, yaitu saat bayi dan remaja.
Penting sekali untuk kita menjaga asupan gizi setiap saat

Beberapa Masalah Gizi pada Remaja

…Beberapa Masalah Gizi pada Remaja

…Beberapa Masalah Gizi pada Remaja

1. MENGONSUMSI MAKANAN YANG
BERANEKA RAGAM
•"Isi Piringku" dan dituangkan dalam Peraturan
Menteri Kesehatan No 41 Tahun 2014.
•Isilah 2/3 bagian dari setengah piring masing-
masing untuk makanan pokok dan untuk
sayuran.
•1/3 bagian dari setengah piring masing-masing
untuk lauk-pauk dan untuk buah.
•Dalam satu hari, kita dianjurkan untuk makan
sumber karbohidrat 3-4 porsi, makan sayur 3-4
porsi, buah 2-3 porsi, makanan sumber protein
hewani dan nabati 2-4 porsi.

2. POLA HIDUP AKTIF DAN BEROLAH RAGA
•Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran
energi.
•Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur membawa manfaat: Peredaran
darah yang lancar, kebugaran tubuh yang terjaga, menurunnya risiko
penyakit tidak menular (misalnya penyakit kardiovaskuler (pembuluh
darah), diabetes (kencing manis), serta hipertensi (tekanan darah tinggi
•Aktifitas fisik juga dapat memperlancar sistem metabolisme tubuh, serta
memperkuat otot dan kepadatan tulang.

•Anak dan remaja dianjurkan untuk melakukan aktivitas
fisik tingkat sedang hingga berat selama 60 menit dalam
sehari (akumulasi).
•Disarankan jenis aktivitas fisiknya adalah kegiatan aerobik
seperti jalan cepat, berlari, naik sepeda, berenang, dan
lompat tali.

3. MENERAPKAN POLA HIDUP
BERSIH DAN SEHAT

…MENERAPKAN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT
1.Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih setiap selesai
menggunakan toilet, sebelum dan sesudah makan, dan setiap
selesai beraktivitas di luar rumah
2.Menggunakan air bersih setiap hari
3.Mandi sehari dua kali
4.Menyikat gigi sebelum beraktivitas di pagi hari, setelah makan,
dan sebelum tidur
5.Menggunakan jamban sehat yakni yang tertutup
6.Menggunting kuku seminggu sekali
Khusus untuk kebersihan personal remaja:

4. MENJAGA BERAT BADAN IDEAL
Persiapan:
❑Ambil timbangan
❑Letakan alat timbangan pada lantai yang
keras & datar.
❑Membuka alas kaki & jaket serta
mengeluarkan isi kantong yang berat,
seperti kunci, handphone, dll.
❑Pastikan timbangan pada nilai
pengukuran pada angka 0.
Prosedur Penimbangan:
❑Naik keatas timbangan dengan posisi kaki
tepat di tengah alat timbang tetapi tidak
menutupi layar timbangan.
❑Perhatikan posisi kaki tepat ditengah alat
timbang, sikap tenang (JANGAN
BERGERAK-GERAK) & kepala tidak
menunduk (memandang lurus kedepan).
❑Jarum di kaca jendela alat timbang akan
bergerak & tunggu sampai diam/tidak
berubah (STATIS).
❑Catat angka yang ditunjuk oleh jarum
berhenti dan isikan pada Formulir/Buku
Rapot Kesehatan Remaja.
❑Minta remaja turun dari alat timbang.
❑Jarum pada alat timbang akan berada pada
posisi 0 secara otomatis.
❑Untuk Timbangan Digital Prosedur sama.

Pengukuran Tinggi Badan
Persiapan
Penempatan Alat Ukur (Microtoise) :
1.Letakan microtoise di lantai yang rata & menempel pada
dinding yang tegak lurus.
2.Tarik pita meteran tegak lurus ke atas sampai angka
pada jendela baca menunjukan angka nol.
3.Paku/tempelkan ujung pita meteran pada dinding.

Prosedur Pengukuran Tinggi Badan
1)Lepaskan alas kaki ( sandal/sepatu),
topi (penutup kepala).
2)Pastikan alat geser berada diposisi
atas.
3)Berdiri tegak, persis dibawah alat
geser.
4)Posisi kepala dan bahu bagian
belakang, lengan, pantat dan tumit
menempel pada dinding tempat
microtoise di pasang.
5)Pandangan lurus ke depan, dan tangan
dalam posisi tergantung bebas.
6.Gerakan alat geser sampai menyentuh
bagian atas kepala. Pastikan alat geser berada
di tepat tengah kepala. Dalam keadaan ini
bagian belakang alat geser harus tetap
menempel pada dinding.
7.Baca angka tinggi badan pada jendela baca
ke arah angka yang lebih besar
8.Apabila alat pengukur lebih rendah dari yang
diukur, pengukur harus berdiri diatas bangku
agar hasil pengukuran benar.
9.Pencatatan dilakukan dengan ketelitian
sampai satu angka dibelakang koma (0,1 cm) ??????
Contoh : 153,3 cm; 160,0 cm; 163,9 cm.

Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT)
Contoh:
Remaja Laki-Laki, Lahir 24 April 2004
(16 Tahun)
BB = 38 kg
TB = 148 cm (1,48 m)
IMT = 38 kg
1,48 m x 1,48 m
= 38 kg
2,1904 m
= 17.35 (Status Gizi ??)

Grafik Indeks Massa Tubuh (IMT) Berdasarkan Umur
untuk Remaja Laki-Laki
OBESITAS / SANGAT GEMUK
GEMUK
NORMAL
NORMAL
NORMAL
KURUS
SANGAT KURUS

Grafik Tinggi Badan Berdasarkan Umur untuk Remaja Laki-Laki
NORMAL
PENDEK

Tentukan Status Gizi dan Perawakan
Remaja Putri Lahir 9 Oktober 2002
(18 Tahun) , BB = 53 Kg, TB = 154
cm, maka status gizi dan
perawakannya adalah ?
BB = 53 kg
TB = 154 cm (1,54 m)
IMT = 53 kg
1,54 m x 1,54 =
53 kg
2,37 m
= 22.46 (Status Gizi ??)

Grafik Indeks Massa Tubuh (IMT) Berdasarkan Umur
untuk Remaja Perempuan
OBESITAS / SANGAT GEMUK
GEMUK
NORMAL
NORMAL
NORMAL
KURUS
SANGAT KURUS

Grafik Tinggi Badan Berdasarkan Umur untuk Remaja Perempuan
NORMAL
PENDEK

5. ANEMIA DAN
TABLET TAMBAH DARAH

TUJUAN
1. Memahami Anemia
1. Memahami pencegahan anemia
1. Memahami manfaat dan penggunaan
Tablet Tambah Darah

•Salah satu masalah gizi yang paling
sering dijumpai pada remaja adalah
anemia.
•Anemia adalah masalah kesehatan
yang terjadi saat jumlah sel darah
merah dalam tubuh lebih rendah
dibandingkan dengan jumlah
normalnya (HB < 11.5)
Anemia dan Tablet Tambah Darah
Gejala Anemia :
❑Badan terasa lemah, lesu, dan
mudah capek, yang juga dikenal
dengan istilah 5 L (Lesu, Letih,
Lemah, Lelah, Lalai)
❑Sakit kepala dan pusing (‘kepala
terasa berputar’)
❑Mata berkunang- kunang
❑Mudah mengantuk,
❑Cepat capai
❑Sulit konsentrasi akibat
kurangnya oksigen dalam
jaringan otak dan otot.

Pencegahan Anemia

Halaman Utama
Setelah install aplikasi, muncul halaman sebagai
berikut. Jika belum melakukan registrasi, maka pilih
“Daftar”

Loąin
•Setelah melakukan registrasi, akan
Kembali ke halaman utama, lalu
pilih “Masuk”
•Selanjutnya, masukan username
dan kata sandi
•Pilih “Masuk”

Halaman Beranda
Setelah Masuk, akan muncul halaman Beranda yang di
dalamnya terdapat informasi pengguna dan Riwayat

Minum TTD dan Ukur
•Pilih “Minum & Ukur” pada
menu bagian bawah
•Pada bagian Minum TTD,
masukan data, yaitu:
1)Jumlah TTD yang diminum
2) Sumber TTD
3)Deskripsi
•Lalu pilih ‘Simpan’
•Konfirmasi simpan data dan pilih
‘Submit’

•Pilih “Minum & Ukur” pada menu
bagian bawah
•Pada bagian Ukur Masukan data,
yaitu:
1)Tanggal Ukur
2)BB (Berat Badan)
3)TB (Tinggi Badan)
4)HB (Kadar Hb)
•Lalu pilih ‘Simpan’
•Konfirmasi simpan data dan pilih
‘Submit’
Minum TTD dan Ukur

Riwayat
Riwayat minum TTD dan Ukur
dapat dilihat pada Beranda

PUSKESMAS
SEKOLAH MASYARAKAT
UKS
Karang Taruna
Posyandu Remaja
PKPR
Rekap Per
Sekolah
Rekap Per DesaRekap Individu Rekap Individu
Dinkes Kab/Kota
Dinkes Provinsi
Pusat
Pencegahan Anemia pada Remaja Putri dengan CERIA
Remaja Putri
input setelah
minum TTD,
dan juga
mendapatkan
informasi –
informasi
terkait
Kesehatan
Remaja
Remaja Putri
akan
mendapatkan
Notifikasi
sehari
sebelum dan
pada hari
waktunya
minum TTD
setiap minggu

TERIMA KASIH