Menebarkan pemahaman Merdeka Belajar di sekolah berarti membangun kesadaran kolektif bahwa pendidikan harus berpihak pada murid, memberi ruang bagi guru untuk berinovasi, dan menciptakan ekosistem pembelajaran yang reflektif, inklusif, serta relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui forum diskusi, pel...
Menebarkan pemahaman Merdeka Belajar di sekolah berarti membangun kesadaran kolektif bahwa pendidikan harus berpihak pada murid, memberi ruang bagi guru untuk berinovasi, dan menciptakan ekosistem pembelajaran yang reflektif, inklusif, serta relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui forum diskusi, pelatihan, dan komunikasi yang terbuka, seluruh warga sekolah diajak memahami bahwa kemerdekaan dalam belajar bukan sekadar kebebasan, melainkan tanggung jawab bersama untuk menumbuhkan karakter, kompetensi, dan kemandirian peserta didik secara utuh.
Size: 9.15 MB
Language: none
Added: Sep 18, 2025
Slides: 24 pages
Slide Content
AKSI NYATA
MERDEKA BELAJAR
MENYEBARKAN PEMAHAMAN
MERDEKA BELAJAR
(kepala sekolah)
LILI SURYATI, S.Pd, M.Pd.T
Kepala Sekolah SMKN 1 SUTERA
Judul:
SOSIALISASI PEMAHAMAN MERDEKA BELAJAR
Penyebaran Informasi dan Edukasi Publik:
Paparan tentang pemahaman merdeka belajar
Sosialisasi tentang pemahaman merdeka belajar
Refleksi tentang pemahaman merdeka belajar
Rencana tindak lanjut tentang pemahaman merdeka belajar
DOKUMEN
AKSI NYATA
PAPARAN
"Pemahaman Merdeka Belajar"
Menurut Kihajar Dewantara
HAL MENDASAR YANG HARUS DI MULAI DARI DIRI SENDIRI YAITU DENGAN
MENGENALI KEKUATAN DAN KELEMAHAN DIRI
"manusia yang merdeka adalah manusia yang hidupnya bersama pada kekuatan
sendiri, tidak bergantung dengan orang lain
Menghadapi Tantangan Global: Kurikulum perlu mempersiapkan
siswa untuk menghadapi tantangan global saat ini, seperti
perubahan iklim, kemiskinan, isu kesehatan masyarakat, dan
keberlanjutan. Hal ini diwujudkan melalui integrasi pembelajaran
berkelanjutan dan pemahaman tentang isu-isu global yang
penting.
Mengurangi Ketimpangan dalam Pendidikan: Kurikulum yang
inklusif dan berfokus pada keadilan pendidikan dapat membantu
mengurangi ketimpangan dalam akses dan kualitas pendidikan.
Perubahan kurikulum yang tepat dapat memastikan semua siswa
memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.
Pembaruan kurikulum harus didasarkan pada kajian ilmiah,
konsultasi dengan stakeholder pendidikan, dan evaluasi terus-
menerus untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan
pendidikan dan kebutuhan siswa di era yang terus berkembang
Mendorong Keterampilan Abad ke-21: Dunia saat ini
membutuhkan keterampilan yang berbeda dari generasi
sebelumnya. Kurikulum yang diperbarui harus memperhatikan
aspek keterampilan abad ke-21, seperti keterampilan pemecahan
masalah, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemikiran kritis.
HAL PENTING PADA PEMAHAMAN KURIKULUM
MERDEKA
TUJUAN MERDEKA BELAJAR
Menyesuaikan Pembelajaran dengan Kebutuhan
Individu: Setiap siswa memiliki gaya belajar dan
kecepatan yang berbeda. Dengan "Merdeka Belajar,"
siswa dapat menyesuaikan pembelajaran mereka
dengan kebutuhan dan minat pribadi mereka. Hal ini
memungkinkan pembelajaran yang lebih efektif dan
sesuai dengan karakteristik masing-masing siswa.
Meningkatkan Motivasi Belajar: Dengan memberikan
siswa lebih banyak kebebasan dan otonomi dalam
menentukan cara mereka belajar, diharapkan motivasi
belajar siswa akan meningkat. Siswa akan merasa lebih
bersemangat dan antusias dalam menggali pengetahuan
karena mereka memiliki keterlibatan lebih dalam proses
pembelajaran.
Meningkatkan Keterlibatan dan Partisipasi: Dengan
siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran dan
memiliki peran aktif dalam mengatur belajar mereka,
tingkat keterlibatan dan partisipasi dalam kelas
meningkat. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang
lebih inklusif dan kolaboratif.
Meningkatkan Kemandirian: Tujuan penting dari
"Merdeka Belajar" adalah untuk meningkatkan
kemandirian siswa. Siswa diajak untuk
mengidentifikasi cara belajar yang paling efektif bagi
mereka sendiri dan menjadi lebih bertanggung jawab
atas pendidikan mereka. Ini membantu siswa menjadi
lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan di luar
ruang kelas.
Mengembangkan Keterampilan Metakognisi: "Merdeka Belajar"
juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan
metakognisi siswa, yaitu kemampuan untuk mengatur dan
memantau proses belajar mereka sendiri. Dengan
meningkatkan kesadaran diri tentang strategi belajar yang
efektif, siswa dapat meningkatkan hasil belajar mereka secara
keseluruhan.
Memotivasi Kreativitas dan Inovasi: Melalui "Merdeka
Belajar," siswa didorong untuk mencari cara unik untuk
memahami dan mengaplikasikan materi pembelajaran.
Ini merangsang kreativitas dan inovasi dalam
pendekatan belajar siswa, sehingga membantu mereka
mengembangkan pemikiran yang lebih luas dan kritis.
MANFAAT MERDEKA
BELAJAR
Pengembangan Karakter:
Selain pengetahuan dan keterampilan, kurikulum ini juga
menekankan pengembangan karakter siswa, seperti nilai-nilai
moral, etika, dan kepemimpinan.
Fleksibilitas Pembelajaran:
Kurikulum Merdeka Belajar memberikan fleksibilitas yang
lebih besar kepada siswa dalam memilih mata pelajaran
dan jenjang pendidikan yang sesuai dengan minat dan
bakat mereka. Hal ini membantu siswa merasa lebih
termotivasi dan bersemangat untuk belajar.
Meningkatkan Kemandirian Siswa:
Kurikulum ini mendorong siswa untuk mengambil
inisiatif dalam proses pembelajaran mereka sendiri. Ini
dapat membantu mereka menjadi lebih mandiri dan
bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka.
Pengembangan Soft Skill:
Kurikulum Merdeka Belajar tidak hanya berfokus
pada aspek akademis, tetapi juga pada
pengembangan keterampilan soft seperti
kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan
masalah. Ini membantu siswa menjadi lebih siap
menghadapi tantangan dunia nyata.
Pemberdayaan Guru:
Guru memiliki peran yang lebih besar dalam implementasi
kurikulum ini. Mereka dapat berperan sebagai fasilitator
pembelajaran yang membantu siswa mengeksplorasi minat
mereka dan memandu mereka dalam pembelajaran yang lebih
mandiri.
Kemajuan Teknologi:
Kurikulum Merdeka Belajar juga mempromosikan
penggunaan teknologi dalam pembelajaran, yang dapat
membantu siswa mengembangkan keterampilan digital
yang penting di era modern.
KESIMPULAN
Penyelarasan dengan Kebutuhan Siswa:
Memahami Kurikulum Merdeka Belajar membantu pihak terkait, termasuk guru dan orang tua, untuk
mengidentifikasi minat, bakat, dan kebutuhan siswa secara lebih tepat. Dengan demikian, pendekatan
pendidikan dapat disesuaikan secara individual untuk mendukung perkembangan siswa sesuai dengan
potensi dan minatnya.
Pengembangan Keterampilan yang Relevan:
Kurikulum ini menempatkan penekanan pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja
dan kehidupan sehari-hari. Memahaminya membantu siswa mempersiapkan diri untuk menghadapi
tantangan masa depan dengan lebih baik, termasuk persaingan global dan perubahan teknologi yang cepat.
Peran Aktif dalam Proses Pembelajaran:
Pemahaman terhadap Kurikulum Merdeka Belajar juga membantu siswa untuk mengambil peran yang lebih
aktif dalam pendidikan mereka. Mereka dapat mengidentifikasi minat mereka sendiri dan lebih mandiri dalam
pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini dapat menghasilkan pengalaman pendidikan yang lebih memuaskan
dan bermanfaat bagi siswa.
DOKUMENTASI
SOSIALISASI PENYEBARAN AKSI NYATA
DI SEKOLAH
DOKUMENTASI SOSIALISASI PENYEBARAN AKSI NYATA DI
SEKOLAH PADA PERTEMUAN KE 1
DOKUMENTASI SOSIALISASI PENYEBARAN AKSI
NYATA MELALUI ZOOM MEET PADA PERTEMUAN KE 2
DOKUMENTASI
REFLEKSI
SOSIALISASI PENYEBARAN AKSI NYATA
DI SEKOLAH
RUMAYA SARI, S.Pd
Guru Matematika
Guru B. Inggris
Guru PPKn
DORA PAPINCE, S.Pd AISYAH, S.Pd., Gr
Dari paparan yang disampaikan tentang Merdeka Belajar,
sebelumnya saya pikir itu hanya tentang reformasi kurikulum,
tetapi ternyata itu juga melibatkan pengembangan
keterampilan soft, peningkatan penggunaan teknologi, dan
peran lebih aktif bagi siswa dalam pembelajaran.
Langkah singkat yang akan saya lakukan setelah ini adalah
lebih mendalami informasi tentang Kurikulum Merdeka Belajar,
termasuk bagaimana ini memengaruhi pendidikan di Indonesia
dan bagaimana saya dapat berkontribusi atau mendukungnya
dalam kapasitas saya sebagai orang tua, guru, atau warga
negara. Saya juga akan berusaha untuk tetap mengikuti
perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan Indonesia
terkait inisiatif ini.
REFLEKSI BEBERAPA GURU SAAT DISKUSI
DISAMPAIKAN SECARA LISAN
Dari paparan yang disampaikan tentang Merdeka Belajar,
sebelumnya saya pikir itu hanya tentang perubahan kurikulum
di sekolah, tetapi ternyata itu juga mencakup pengembangan
karakter, kreativitas, dan kemandirian siswa.
Langkah singkat yang akan saya lakukan setelah ini adalah
berdiskusi dengan anak-anak saya (jika saya adalah orang tua)
atau siswa saya (jika saya adalah guru) tentang pentingnya
pengembangan keterampilan ini dalam kehidupan mereka.
Saya akan mencoba merencanakan kegiatan tambahan atau
proyek yang dapat membantu mereka mengembangkan
kreativitas, keterampilan soft, dan rasa kemandirian. Saya akan
berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang
mendukung nilai-nilai yang ditekankan dalam Merdeka Belajar.
Dengan cara ini, saya dapat lebih aktif berkontribusi pada
perkembangan siswa dalam konteks kurikulum yang baru ini.
Dari paparan yang disampaikan tentang Merdeka Belajar,
sebelumnya saya pikir itu hanya tentang peningkatan
fleksibilitas dalam pemilihan mata pelajaran, tetapi ternyata itu
juga melibatkan pengembangan keterampilan soft,
peningkatan penggunaan teknologi, dan peran lebih aktif bagi
siswa dalam pembelajaran.
Langkah singkat yang akan saya lakukan adalah berbagi
pengetahuan ini dengan orang lain dalam komunitas
pendidikan. Saya akan mencoba untuk mengorganisir atau
menghadiri seminar, lokakarya, atau pertemuan pendidikan
untuk berdiskusi tentang bagaimana kita dapat bersama-sama
mendukung dan mengimplementasikan konsep ini dalam
pendidikan kita. Dengan berbagi informasi dan kolaborasi, kita
dapat lebih efektif menggerakkan perubahan positif dalam
pendidikan Indonesia.
RAFFIAN
JURUSAN TAV
JURUSAN AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI
LOLA PUTRI AYU
HATIYAH
Sebelumnya saya pikir Merdeka Belajar hanya tentang
mengikuti mata pelajaran yang sudah ada dalam
kurikulum sekolah. Ternyata Merdeka Belajar juga
melibatkan pengembangan kreativitas, keterampilan
soft, dan kemampuan berpikir kritis.
Saya akan mencoba mencari peluang di luar sekolah,
seperti bergabung dengan klub atau komunitas yang
sesuai dengan minat mereka, untuk mengembangkan
kreativitas dan keterampilan tambahan.
REFLEKSI BEBERAPA SISWA SAAT DISKUSI
DISAMPAIKAN SECARA LISAN
Sebelumnya saya pikir Merdeka Belajar hanya berlaku
di sekolah. Ternyata Merdeka Belajar juga
mengharuskan siswa untuk terlibat aktif dalam
pembelajaran di luar sekolah.
Langkah Singkat saya, saya akan mencari cara untuk
terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, volunteering,
atau proyek-proyek belajar mandiri untuk lebih aktif
dalam proses pendidikan mereka.
Sebelumnya saya pikir Merdeka Belajar hanya berlaku
bagi siswa yang sudah lebih tua. Ternyata konsep
Merdeka Belajar dapat dimulai sejak usia dini.
Langkah Singkat, saya akan berbicara dengan orang
tua atau wali mereka untuk mencari dukungan dalam
mengeksplorasi minat mereka lebih awal dan mungkin
mengikuti kursus atau kegiatan ekstrakurikuler yang
relevan untuk mengembangkan potensi mereka sejak
dini.
UMPAN BALIK REKAN SEJAWAT MELALUI G. FORM
DOKUMENTASI TINDAK LANJUT
SOSIALISASI PENYEBARAN AKSI NYATA DI SEKOLAH
TINDAK LANJUT DARI HASIL KEGIATAN ADALAH LANGKAH-LANGKAH
KONKRET YANG DIAMBIL SETELAH MELAKUKAN REFLEKSI DAN EVALUASI
TERHADAP KEGIATAN, TUJUANNYA UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL
KEGIATAN, MEMPERBAIKI ASPEK YANG MASIH PERLU DITINGKATKAN,
DAN MENINDAKLANJUTI DAMPAK YANG DIHARAPKAN DARI KEGIATAN
TERSEBUT.
Pengembangan Modul dan Sumber Daya:
Setelah sosialisasi, pihak guru dapat merencanakan dan mengembangkan
modul pembelajaran atau sumber daya pendukung yang lebih rinci tentang
Merdeka Belajar. Modul ini dapat digunakan oleh guru dan siswa untuk
memandu implementasi konsep ini di kelas.01
Monitoring dan Evaluasi:
Kepala sekolah menetapkan sistem pemantauan dan evaluasi yang kuat
untuk mengukur dampak implementasi Merdeka Belajar. Data dari
pemantauan ini dapat digunakan untuk melakukan perbaikan dan
penyesuaian yang diperlukan.
03
Pelatihan Guru:
Guru adalah aktor kunci dalam kesuksesan Merdeka Belajar. Kepala Sekolah
dapat melanjutkan dengan pelatihan yang mendalam untuk guru-guru,
mengajarkan mereka cara mengintegrasikan pendekatan ini dalam
pengajaran sehari-hari mereka.
RENCANA
TINDAK
LANJUT
02
rencana tindak
lanjut dalam
menyebarkan
pemahaman
merdeka belajar
Kerja Sama dengan Industri dan Masyarakat:
Merdeka Belajar menekankan pengembangan keterampilan yang relevan dengan
dunia kerja. Oleh karena itu, tindak lanjut yang penting adalah memfasilitasi
kolaborasi antara sekolah dan dunia industri serta komunitas lokal untuk
memberikan peluang praktik dan pembelajaran berbasis pengalaman.04
Penyebaran Informasi dan Edukasi Publik:
Penting untuk menyosialisasikan Merdeka Belajar kepada orang tua, siswa, dan
masyarakat umum. Kampanye publik dan kegiatan penyuluhan dapat membantu
mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan pentingnya Merdeka Belajar dalam
perkembangan anak-anak dan pembentukan masa depan yang lebih cerah.
RENCANA
TINDAK
LANJUT
05
DOKUMENTASI
CONTOH KEGIATAN TINDAK LANJUT
Pengembangan Modul dan Sumber Daya: 1.
DOKUMENTASI
KEGIATAN TINDAK LANJUT
2. Pelatihan Guru lanjutan
DOKUMENTASI
CONTOH KEGIATAN TINDAK LANJUT
3. Monitoring dan Evaluasi:
DOKUMENTASI
CONTOH KEGIATAN TINDAK LANJUT
4. Kerja Sama dengan Industri dan Masyarakat:
DOKUMENTASI
CONTOH KEGIATAN TINDAK LANJUT
5. Penyebaran Informasi dan Edukasi Publik (Zoom)