Penanggulangan Aids, Tuberkulosis, dan Malaria.pdf
HenryDiatmo2
0 views
31 slides
Oct 27, 2025
Slide 1 of 31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
About This Presentation
Penyakit Menular
Size: 18.82 MB
Language: none
Added: Oct 27, 2025
Slides: 31 pages
Slide Content
MENGENAL LEBIH DEKAT
Disampaikan oleh:
dr. Henry Diatmo, MKM
Direktur Ekseksutif STPI
ATM
(AIDS, TBC, dan
MALARIA)
Apa yang pertama kali
Anda pikirkan saat
mendengar kata ATM?
AIDS, TBC, dan Malaria merupakan tiga penyakit menular utama di dunia.
Ketiganya membawa dampak serius terhadap kesehatan manusia, namun ketiganya
dapat dicegah, diobati, dan dikendalikan.
Indonesia terus berupaya mencapai target eliminasi HIV, eliminasi TBC 2030, dan
bebas malaria 2030.
Pencegahan dan pengendalian ATM merupakan bagian penting dari upaya global untuk
mencapai kesehatan dan kesejahteraan bagi semua.
Secara Global
Result Report 2025 The Global Fund
40.8 Juta jiwa sedang
dalam pengobatan HIV
dan 630.000 meninggal
Jumlah kasus
TBC global
diperkirakan 10,8
juta orang
ATM (AIDS, Tuberkulosis, Malaria)
Jumlah kasus malaria
diperkirakan mencapai
263 juta dengan
597 ribu kematian
WHO Report 2024
ATM memiliki hubungan dengan kerentanan dan sistem imun tubuh
HIV/AIDS melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat
membuat orang lebih rentan terhadap infeksi TBC.
Di sisi lain, TBC adalah penyebab kematian utama pada orang
dengan HIV.
Malaria juga bisa memperburuk kondisi orang dengan HIV dan
TBC karena menurunkan daya tahan tubuh.
Sebaliknya HIV dapat meningkatkan risiko infeksi malaria, serta
TBC yang berat.
Kenapa ATM Penting?
Ketiganya termasuk penyakit menular yang menjadi prioritas global karena menyebabkan
angka kesakitan dan kematian tinggi di banyak negara
Mari Mengenal
Lebih Dekat
HIV-AIDS
Apa yang Anda
pikirkan dari
gambar ini?
Human Immunodeficiency Virus (HIV)
Catatan periode tersebut nyaris melampaui laporan kasus HIV-AIDS tahun
2023, di angka lebih dari 50 ribu kasus.
Apa itu HIV/AIDS?
Pasien HIV/AIDS 2024
35.415 kasus HIV
12.481 kasus AIDS
Laki-laki = 34.000 (71%)
Perempuan = 13,890 (29%)
adalah virus yang menyebabkan rusaknya atau
melemahnya sistem kekebelan tubuh.
Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)
adalah kumpulan gejala penyakit akibat
menurunnnya sistem kekebelan tubuh.
Apa Gejala Umum HIV/AIDS?
Tahap Awal Infeksi HIV Tahap Lanjutan Infeksi HIV
Hampir tidak ada gejala
yang muncuk pada awal
terinfeksi HIV
Saat HIV semakin berkembang dalam tubuh,
orang yang terinfeksi akan kehilangan kekebalan tubuh
sehingga mudah terserang penyakit dan tubuh akan melemah
HIV-AIDS tidak dapat menular melalui bersalaman, berpelukan, berbagi
makanan, gigitan nyamuk, dan menggunakan toilet umum.Pemakaian jarum suntik
bersamaan atau bergantian
Hubungan seksual tanpa
kondom dengan orang
yang terinfeksi
Kontak langsung dengan darah
dan cairan tubuh yang
terinfeksi, seperti sperma,
cairan vagina, dan ASI
Bagaimana penularan HIV?
Tujuan pengobatan HIV adalah mendukung sistem kekebalan tubuh sehingga pasien
dapat hidup normal dan sehat, serta mencegah berkembang menjadi AIDS. Saat ini belum ada
pengobatan yang
dapat
menyembuhkan
HIV-AIDS Antiretroviral
(ARV) merupakan
obat utama yang
melawan infeksi
HIV dan
melambatkan
penyebaran virus
dalam tubuh. Pengobatan HIV-
AIDS harus
dilakukan seumur
hidup dan obat
harus diminum
secara teratur
sesuai jadwal yang
ditentukan.
Bagaimana pengobatan HIV?
Bagaimana mencegah HIV?
A
B
C
D
E
Abstinence (Menahan diri / Tidak melakukan
hubungan seksual berisiko)
Be Faitfull (setia pada satu pasangan)
Condom (Gunakan kondom dengan benar dan
konsisten)
No Drugs (Hindari Narkoba)
Education (Edukasi dan Deteksi Dini)
Hindari
narkoba
06
05
Setia pada
pasangan
04
Deteksi dini
HIV dan
pengobatan
yang tepat
03
Hindari
kontak
langsung
dengan darah
dan cairan
tubuh
penderita
02
Hindari
penggunaan
jarum suntik
bersama
01
Hindari seks
bebas
Bagaimana mencegah HIV?
Selanjutnya,
Tuberkulosis
(TBC)
TBC adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh kuman/bakteri bernama Mycobacterium
tuberculosis.
Kuman ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-
anak maupun orang dewasa.
Apa itu Tuberkulosis atau TBC?
TBC bisa menyerang hampir semua bagian tubuh,
seperti paru-paru, tulang, atau otak. Tapi kuman ini
tidak menyerang kuku dan rambut.
Apakah TBC Berbahaya?
TBC masih menjadi penyakit
yang sangat berbahaya di dunia.
Dalam 200 tahun terakhir,
diperkirakan 1 miliar orang di
seluruh dunia meninggal karena
TBC.
Indonesia menempati peringkat ke-2
tertinggi di dunia untuk jumlah kasus TBC.
Setiap tahunnya, ada lebih dari 1 juta
orang di Indonesia yang sakit TBC
Lebih dari 120 ribu orang meninggal
karena TBC
15
Infeksi Laten TBC
(kuman tidur di dalam
tubuh)
Sembuh
Meninggal
Orang yang sering berdekatan atau tinggal serumah dengan orang yang sakit
TBC bisa terinfeksi kuman TBC.
Kuman TBC bisa keluar ke
udara melalui dahak, saat
orang yang sakit TBC paru
batuk, bersin, atau bahkan
saat berbicara
Sakit TBC, jika daya
tahan tubuh lemah
Jika segera diobati
hingga tuntas
Jika daya tahan tubuh kuat, orang tersebut akan tetap sehat, meskipun sudah
terinfeksi.
16
Bagaimana penularan TBC?
Tingkat infeksius pasien TBC: jumlah bakteri, gejala batuk, lama
pengobatan
17
Apa yang meningkatkan risiko
penularan TBC?
Lingkungan tempat terjadinya paparan: ventilasi dan pencahayaan, serta
sirkulasi yang buruk, kepadatan tinggi
Frekuensi dan durasi paparan: semakin sering dan lama terpapar, maka
akan mudah tertular
Kerentanan (status kekebalan) individu yang terpapar: imunitas tubuh
memengaruhi kuman yang menyebabkan infeksi dan sakit TBC
Jabat tangan
dengan pasien TBC
TBC tidak menular melalui...
Perlengkapan pribadi pasien TBC yang sudah dibersihkan,
seperti:
peralatan makan
pakaian
tempat tidur yang digunakan
oleh pasien TBC
aktivitas, seperti:
18
Batuk terus menerus
(berdahak ataupun tidak)
Berkeringat tanpa sebab
di malam hari
Demam meriang
berkepanjangan
Tidak nafsu makan
Berat badan turun
Kadang dahak
bercampur darah
Sesak nafas dan
nyeri dada
Apa Saja Tanda dan Gejala TBC
Paru?
19
Kontak serumah dan erat
dengan pasien TBC
Orang dengan HIV (ODHIV)
Orang usia lanjut
Orang dengan
diabetes mellitus (kencing manis)
Perokok
Semua orang berisiko sakit TBC
Namun ada beberapa orang yang memiliki risiko lebih besar untuk sakit TBC, yaitu:
Anak-anak
Siapa yang Berisiko Sakit TBC?
20
Orang yang berada di wilayah
“congregate settings”
diantaranya seperti:
shelter, rusun, penjara, rutan,
sekolah, asrama, tempat
kerja/pabrik
Bagaimana Pengobatan TBC?
Pasien TBC Sensitif Obat
diberikan Obat Anti TBC (OAT)
selama 6 bulan, 2 bulan awal
dan 4 bulan lanjutan.
Obat TBC Gratis dan Berkualitas Tersedia di Puskesmas, Dokter Praktik, Klinik, dan
Rumah Sakit yang Melayani TBC.
Obat harus diminum secara
teratur hingga tuntas, sesuai
dengan dosis yang diberikan
agar tidak kebal obat.
Pasien TBC harus selalu diawasi oleh tenaga kesehatan maupun Pengawas Menelan
Obat (PMO) selama pengobatan.
21
Menutup mulut saat batuk
atau bersin
Mengatur ventilasi udara
yang baik di tempat tinggal
Tidak membuang dahak
atau meludah sembarangan
Istirahat yang cukup dan
rutin berolahraga
Vaksinasi BCG
pada bayi
Pemberian Terapi
Pencegahan TBC (TPT)
Penggunaan masker
terutama di tempat ramai
Bagaimana Cara Mencegah
Penularan TBC?
22
Makan makanan bergizi
seimbang, terutama tinggi
kalori dan tinggi protein
Bagaimana
dengan Malaria?
23
Malaria adalah penyakit menular yang
disebabkan oleh parasit plasmodium, yang
ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles
betina, yang beredar pada petang sampai pagi
hari.
Parasit ini akan menetap di organ hati,
berkembang biak, kemudian menyerang sel-sel
darah merah.
Apa itu Malaria?
24
Siapa yang berisiko sakit malaria?
Malaria dapat terjadi pada siapa saja.
Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi malaria, yaitu:
Lokasi tinggal
Tinggal di wilayah tropis dan sub
tropis, termasuk Indonesia, lebih
berisiko, karena nyamuk penyebab
malaria hidup di iklim tropis.
Usia
Anak berusia < 5 tahun lebih rentan
terinfeksi
Orang tua dan wanita hamil juga
memiliki risiko kematian lebih tinggi
akibat penyakit malaria.
Minim fasilitas kesehatan
Minimnya akses dan ketersediaan fasilitas kesehatan di suatu wilayah dapat meningkatkan risiko
penularan dan berkembangnya penyakit menjadi kondisi yang lebih buruk.
25
Apa saja gejala malaria?
Gejala malaria bisa muncul beberapa minggu setelah tergigit nyamuk dan terinfeksi:
Demam
Muntah
Sakit kepala
Berkeringat
Lesu dan
letih
Mual dan
sakit perut
Diare
Menggigil
Apa yang harus dilakukan jika merasakan gejala tersebut?
Datang ke pelayanan kesehatan (Puskesmas, Pustu, Rumah Sakit)
Lakukan pemeriksaan darah untuk memastikan apakah di dalam darah terdapat parasit malaria
Orang yang darahnya positif malaria, diberikan pengobatan Obat Anti Malaria (OAM) gratis
Minum obat Malaria sampai tuntas
26
Penularan infeksi malaria bisa dicegah jika kita tahu apa itu malaria dan melakukan
berbagai hal berikut ini:
Bagaimana Cara Mencegah Penularan Malaria?
Tingkatkan daya
tahan tubuh
Hindari gigitan nyamuk malaria
Tidur cukup
Tidak minum minuman
beralkohol
Beraktivitas fisik minimal 30
menit setiap hari
Cukup minum air putih
Pola makan sehat dan bergizi
seimbang
Tidak merokok
Tidur memakai kelambu atau oleskan krim anti nyamuk
Memasang kawat/kasa di jendela dan ventilasi rumah
Menggunakan anti nyamuk bakar atau anti nyamuk oles
Membersihkan lingkungan
Menyemprot ruangan dengan obat anti nyamuk
Waspada gigitan nyamuk malaria jam 06.00 sore- 06.00 pagi
Menjauhkan kandang ternak dari rumah
Memakai pakaian tertutup, seperti kemeja lengan panjang dan celana
panjang jika keluar rumah di malam hari
Apakah Malaria Bisa Disembuhkan?
Malaria bisa disembuhkan dengan penggunaan obat-obatan.
Lama pengobatannya tergantung dari kapan dan lokasi terinfeksi, usia, dan kondisi.
Umumnya pengobatan dilakukan dalam dua minggu.
Berbagai komplikasi yang membahayakan kesehatan, bahkan kematian dapat terjadi.
Apa yang terjadi jika malaria tidak diobati dan ditangani dengan baik?
Anemia
Kerusakan
pada otak
Kegagalan
organ tubuh
Gangguan
pernapasan
Kerusakan pada
sistem saraf
28
Lalu, bagaimana
peran kita ?
29
Dukungan Emosional dan Psikologis
Mendengarkan secara empati, menunjukkan kasih
sayang, menghindari stigma, dan membantu
membangun harga diri pasien.
Berikan Pendampingan bagi Pasien
Dampingi pasien saat kunjungan kontrol rutin ke
fasilitas kesehatan dan pastikan pasien
mendapatkan informasi yang tepat tentang obat
dari penyakitnya.
Berikan motivasi penting agar pasien menjalani
pengobatan secara teratur.
Dukung untuk Bersosialisasi
Bantu untuk bergabung dengan kelompok dukungan
sebaya untuk berbagi pengalaman dan semangat,
serta menciptakan masyarakat yang tidak
diskriminatif.
Kita Semua Memiliki Peran
Sebarkan Informasi yang Benar
Menyebarkan informasi yang tepat tentang TBC,
HIV-AIDS dan malaria untuk mendukung
pencegahan dan penanggulangan ATM, serta
menciptakan lingkungan bebas stigma dan
diskriminasi.
Menjadi Kader di Masyarakat
Terlibat sebagai kader yang merupakan garda depan upaya penanggulangan ATM di masyarakat.
Kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan!
Kita semua terdampak, kita semua bisa berdampak.
30
www.stoptbindonesia.org Stop TB Partnership Indonesia @stoptbindonesia @stoptbindonesia @stoptbindonesia Klinik JRC-PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A Lt 3, Kby.
Lama Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240 TERIMA KASIH 31