Peraturan Menteri Ketenagakerjaan_38_2016.pdf

CikmasHadiSalasa 14 views 140 slides Nov 20, 2024
Slide 1
Slide 1 of 140
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19
Slide 20
20
Slide 21
21
Slide 22
22
Slide 23
23
Slide 24
24
Slide 25
25
Slide 26
26
Slide 27
27
Slide 28
28
Slide 29
29
Slide 30
30
Slide 31
31
Slide 32
32
Slide 33
33
Slide 34
34
Slide 35
35
Slide 36
36
Slide 37
37
Slide 38
38
Slide 39
39
Slide 40
40
Slide 41
41
Slide 42
42
Slide 43
43
Slide 44
44
Slide 45
45
Slide 46
46
Slide 47
47
Slide 48
48
Slide 49
49
Slide 50
50
Slide 51
51
Slide 52
52
Slide 53
53
Slide 54
54
Slide 55
55
Slide 56
56
Slide 57
57
Slide 58
58
Slide 59
59
Slide 60
60
Slide 61
61
Slide 62
62
Slide 63
63
Slide 64
64
Slide 65
65
Slide 66
66
Slide 67
67
Slide 68
68
Slide 69
69
Slide 70
70
Slide 71
71
Slide 72
72
Slide 73
73
Slide 74
74
Slide 75
75
Slide 76
76
Slide 77
77
Slide 78
78
Slide 79
79
Slide 80
80
Slide 81
81
Slide 82
82
Slide 83
83
Slide 84
84
Slide 85
85
Slide 86
86
Slide 87
87
Slide 88
88
Slide 89
89
Slide 90
90
Slide 91
91
Slide 92
92
Slide 93
93
Slide 94
94
Slide 95
95
Slide 96
96
Slide 97
97
Slide 98
98
Slide 99
99
Slide 100
100
Slide 101
101
Slide 102
102
Slide 103
103
Slide 104
104
Slide 105
105
Slide 106
106
Slide 107
107
Slide 108
108
Slide 109
109
Slide 110
110
Slide 111
111
Slide 112
112
Slide 113
113
Slide 114
114
Slide 115
115
Slide 116
116
Slide 117
117
Slide 118
118
Slide 119
119
Slide 120
120
Slide 121
121
Slide 122
122
Slide 123
123
Slide 124
124
Slide 125
125
Slide 126
126
Slide 127
127
Slide 128
128
Slide 129
129
Slide 130
130
Slide 131
131
Slide 132
132
Slide 133
133
Slide 134
134
Slide 135
135
Slide 136
136
Slide 137
137
Slide 138
138
Slide 139
139
Slide 140
140

About This Presentation

Permenaker 38 tahun 2020


Slide Content

Undang-UndangNomor3Tahun1951tentang
PernyataanBerlakunyaUndang-UndangPengawasan
PerburuhanTahun1948Nomor23dariRepublik
IndonesiauntukSeluruhIndonesia(LembaranNegara
RepublikIndonesiaTahun1951Nomor4);
Undang-UndangNomor1Tahun1970tentang
KeselamatanKeija(LembaranNegaraRepublik
IndonesiaTahun1970Nomor1,TambahanLembaran
NegaraRepublikIndonesiaNomor1918);
Undang-UndangNomor13Tahun2003tentang
Ketenagakerjaan(Lembaran Negara Republik
IndonesiaTahun2003Nomor39,Tambahan
LembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor4279);
Undang-UndangNomor21Tahun2003tentang
PengesahanILOConventionNo. 81ConcerningLabour
InspectioninIndustryandCommerce(KonvensiILO No.
81mengenaiPengawasanKetenagakeijaanDalam
IndustridanPerdagangan)(LembaranNegaraRepublik
IndonesiaTahun2003Nomor91,Tambahan
LembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor4309);
PeraturanPemerintahNomor50Tahun2012tentang
SistemManajemenKeselamatandanKesehatanKerja
(LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2012
Nomor100,TambahanLembaranNegaraRepublik
IndonesiaNomor5309);
PeraturanPresidenNomor21Tahun2000tentang
PengawasanKetenagakerjaan;
PeraturanPresidenNomor18Tahun2015tentang
KementerianKetenagakerjaan(Lembaran Negara
RepublikIndonesiaTahun2015Nomor15);
PeraturanMenteriKetenagakerjaanNomor 8
Tahun2015tentangTataCaraMempersiapkan
Pembentukan Rancangan Undang-Undang,
RancanganPeraturanPemerintah,danRancangan
PeraturanPresidensertaPembentukanRancangan
PeraturanMenteridiKementerianKetenagakerjaan
(BeritaNegaraRepublikIndonesiaTahun2015Nomor
411);

-3-
9.PeraturanMenteriKetenagakeijaanNomor33Tahun
2016tentangTataCaraPengawasanKetenagakeijaan
(BeritaNegaraRepublikIndonesiaTahun2016Nomor
1753):
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN TENTANG
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PESAWAT
TENAGADANPRODUKSI.
BABI
KETENTUAN UMUM
Pasal1
DalamPeraturanMenteriiniyangdimaksuddengan:
1.KeselamatandanKesehatanKeijayangselanjutnya
disingkatK3adalahsegalakegiatanuntukmenjamin
danmelindungikeselamatandankesehatanTenaga
Kerjamelaluiupayapencegahankecelakaankerjadan
penyakitakibatkerja.
2.PengawasKetenagakerjaanSpesialisK3Pesawat
TenagadanProduksiyangselanjutnyadisebut
PengawasKetenagakerjaanSpesialisadalahPengawas
KetenagakerjaanyangmemilikikeahliandibidangK3
PesawatTenagaDanProduksiyangditunjukoleh
Menteriuntukmelakukanpengujiannorma
ketenagakerjaansesuaiperaturanperundang-
undangan.
3.AhliKeselamatandanKesehatanKerjaBidangPesawat
TenagadanProduksiyangselanjutnyadisebutAhliK3
BidangPesawatTenagadanProduksiadalahtenaga
teknisyangberkeahliankhususdariluarinstansi
yangmembidangiketenagakeijaanyangditunjukoleh
Menteriuntukmengawasiditaatinyaperaturan
perundang-undanganketenagakerjaandibidang
PesawatTenagaDanProduksi.

Pengumsadalahorangyangmempunyaitugas
memimpinlangsungsesuatuTempatKerjaatau
bagiannyayangberdirisendiri.
Pengusahaadalah:
a.orangperseorangan,persekutuan,ataubadan
hukumyangmenjalankansuatuPerusahaan
miliksendiri;
b.orangperseorangan,persekutuan,ataubadan
hukumyangsecaraberdirisendirimenjalankan
Perusahaanbukanmiliknya;
c.orangperseorangan,persekutuan,ataubadan
hukumyangberadadiIndonesiamewakili
Perusahaansebagaimanadimaksuddalam
hurufadanbyangberkedudukandiluarwilayah
Indonesia.
TenagaKerjaadalahsetiaporangyangmampu
melakukanpekerjaangunamenghasilkanbarang
dan/ataujasabaikuntukmemenuhikebutuhan
sendirimaupununtukmasyarakat.
TempatKerjaadalahtiapruanganataulapangan,
tertutupatauterbuka,bergerakatautetapdimana
TenagaKerjabekerja,atauyangseringdimasuki
TenagaKerjauntukkeperluansuatuusahadandi
manaterdapatsumberatausumber-sumberbahaya.
PesawatTenagadanProduksiadalahpesawatatau
alatyangtetapatauberpindah-pindahyangdipakai
ataudipasanguntukmembangkitkan atau
memindahkandayaatautenaga,mengolah,membuat
bahan,barang,produkteknis,dankomponenalat
produksiyangdapatmenimbulkan bahaya
kecelakaan.
AlatPengamanadalahalatperlengkapanyang
dipasangpermanenpadaPesawatTenagadan
Produksigunamenjaminpemakaianpesawattersebut
dapatbekerjadenganaman.

- 2 -

TABEL A : DIAMETER POROS MINIMUM DAN TEBAL RODA GERINDA PADA KECEPATAN OPERASI SAMPAI DENGAN 35 M/DETIK

Diameter
Roda
Tebal gerinda (mm)
6,4 9,5 12,7 15,8 19,0 25,4 31,7 38,1 40,5 50,8 57,2 63,5 70,0 76,2 82,6 88,9 102 114 127
(mm) Diameter Poros (mm)

50
75
100
125
150
175
200
230
255
305
355
405
460
510
610
660
760
915
3,2
6,4
7,9
9,5
12,7
12,7
15,8
15,8
19,0
19,0
22,2







4,8
6,4
9,5
9,5
12,7
12,7
15,8
15,8
19,0
19,0
22,2






4,8
9,5
9,5
12,7
12,7
12,7
15,8
15,8
19,0
19,0
22,2







6,4
9,5
9,5
12,7
12,7
12,7
15,8
15,8
19,0
19,0
22,2






6,4
9,5
9,5
12,7
12,7
15,8
15,8
19,0
19,0
19,0
25,4
31,7
31,7





9,5
12,7
12,7
12,7
12,7
15,8
15,8
19,0
19,0
25,4
25,4
31,7
31,7
38,1
38,1







15,8
15,8
19,0
19,0
19,0
25,4
31,7
31,7
31,7
38,1
38,1
38,1




15,8
19,0
19,0
19,0
19,0
25,4
31,7
31,7
38,1
38,1
38,1
38,1
44,5




19,0
19,0
19,0
25,4
25,4
25,4
31,7
31,7
38,1
38,1
44,5
44,5
44,5
50,8




19,0
19,0
25,4
25,4
25,4
25,4
31,7
31,7
38,1
38,1
44,5
44,5
50,8
57,2




19,0
19,0
25,4
25,4
25,4
25,4
31,7
38,1
38,1
38,1
44,5
44,5
50,8
57,2




19,0
19,0
25,4
25,4
31,7
31,7
31,7
38,1
38,1
38,1
44,5
44,5
50,8
57,2




19,0
19,0
25,4
25,4
31,7
31,7
31,7
38,1
38,1
44,5
44,5
50,8
50,8
63,5




19,0
25,4
25,4
31,7
31,7
31,7
38,1
38,1
38,1
44,5
44,5
50,8
50,8
63,5




19,0
25,4
25,4
31,7
31,7
31,7
38,1
38,1
44,5
44,5
50,8
50,8
57,2
63,5




19,0
25,4
25,4
31,7
31,7
31,7
38,1
44,5
44,5
47,6
50,8
50,8
57,2
70,0




25,4
25,4
31,7
31,7
31,7
38,1
38,1
44,5
44,5
47,6
50,8
57,2
63,5
70,0




25,4
25,4
31,7
31,7
38,1
38,1
38,1
44,5
47,6
47,6
50,8
57,2
63,5
76,2




25,4
25,4
31,7
31,7
38,1
38,1
38,1
44,5
47,6
47,6
50,8
57,2
63,5
76,2

Catatan : Untuk kecepatan melebihi 7000 feet/menit dan roda gerinda yang berat ukuran porosnya yang tercantum pada tabel 2 tidak dapat
digunakan. Dalam hal ini ukuran porosnya sangat tergantung pada beberapa faktor antara lain perencanaan mesin, jenis bantalan, kualitas
bahan dan pabrik pembuatnya.

- 3 -


TABEL B : DIAMETER POROS MINIMUM DAN TEBAL RODA GERINDA PADA KECEPATAN OPERASI 7.000 FEET/MENIT

Diameter
Roda
Tebal Gerinda (mm)
1/4 3/8 1/2 5/8 3/4 1 5/4 3/2 7/4 2 9/4 5/2 11/4 3 13/4 7/2 4 9/2 5
(mm) Diameter Poros (mm)

2
3
4
5
6
7
8
9
10
12
14
16
18
20
24
26
30
36
1/8
1/4
5/16
3/8
1/2
1/2
5/8
5/8
3/4
3/4
7/8
3/16
1/4
3/8
3/8
1/2
1/2
5/8
5/8
3/4
3/4
7/8
3/16
3/8
3/8
1/2
1/2
1/2
5/8
5/8
3/4
3/4
7/8
1/4
3/8
3/8
1/2
1/2
1/2
5/8
5/8
3/4
3/4
7/8
1/4
3/8
3/8
1/2
1/2
1/2
5/8
5/8
3/4
3/4
1
3/8
1/2
1/2
1/2
1/2
5/8
5/8
3/4
3/4
1
1
5/4
5/4
3/2
3/2




5/8
5/8
5/8
3/4
3/4
1
5/4
5/4
5/4
3/2
3/2
3/2




5/8
3/4
3/4
3/4
3/4
1
5/4
5/4
3/2
3/2
3/2
3/2
7/4




3/4
3/4
3/4
1
1
1
5/4
5/4
3/2
3/2
7/4
7/4
7/4
2




3/4
3/4
1
1
1
1
5/4
5/4
3/2
3/2
7/4
7/4
2
9/4




3/4
3/4
1
1
1
1
5/4
3/2
3/2
3/2
7/4
7/4
2
9/4




3/4
3/4
1
1
5/4
5/4
5/4
3/2
3/2
3/2
7/4
7/4
2
9/4




3/4
3/4
1
1
5/4
5/4
5/4
3/2
3/2
7/4
7/4
2
2
9/4




3/4
1
1
5/4
5/4
5/4
3/2
3/2
3/2
7/4
7/4
2
2
5/2




3/4
1
1
5/4
5/4
5/4
3/2
3/2
7/4
7/4
2
2
9/4
5/2




3/4
1
1
5/4
5/4
5/4
3/2
7/4
7/4
15/8
2
2
9/4
11/4




1
1
5/4
5/4
5/4
3/2
3/2
7/4
7/4
15/8
2
9/4
5/2
11/4




1
1
5/4
5/4
3/2
3/2
3/2
7/4
15/8
15/8
2
9/4
5/2
3




1
1
3/4
5/4
3/2
3/2
3/2
7/4
15/8
15/8
2
9/4
5/2
3

CATATAN : Untuk kecepatan melebihi 7.000 feet/menit dan roda-roda gerinda yang berat ukuran porosnya yang tercantum pada tabel 2 tidak dapat digunakan.
Dalam hal ini ukuran porosnya sangat tergantung pada beberapa faktor antara lain perencanaan mesin, jenis bantalan, kualitas bahan dan pabrik
pembuatnya

- 4 -


TABEL C : KECEPATAN ROTASI RODA GERINDA YANG DIPERBOLEHKAN

Kualifikasi BENTUK RODA GERINDA BAHAN PENGIKAT VITRIFEED DAN SILICA BAHAN PENGIKAT ORGANIK


KEC.
RENDAH
(M/DET)
KEC.
SEDANG
(M/DET)
KEC.
TINGGI
(M/DET)
KEC. RENDAH
(M/DET)
KEC. SEDANG
(M/DET)
KEC. TINGGI
(M/DET)
1 Bentuk I : roda-roda rata
Bentuk 4 : roda-roda runcing
Bentuk 12 : roda-roda bercela
Bentuk 13 : roda-roda gancu
28 30 33 33 40 48
2 Bentuk 5 dan 7 roda recressed 28 30 33 33 40 48
3 Bentuk 2 : roda-roda silinderis 23 28 30 30 40 48
4 Bentuk 11 : roda-roda mangkok 23 28 30 30 40 48
5 Bentuk 6 : roda-roda mangkok
cekung
23 25 28 30 38 45
6 Roda-roda potong berdiameter
lebih besar dari 400 mm
- - - - - 38 – 70
7 Roda potong berdiameter lebih
kecil dari 400 mm
- - - - - 50 – 80
8 Roda penggerindaan dalam 28 – 40 30 – 50 33 – 60 - - 48 – 60
9 Roda intan : 1. Roda potong
a. Pengikat dari logam dengan poros dari baja
b. Pengikat dari logam dengan poros dari baja campuran
c. Pengikat dari resin dengan poros resin atau baja campuran
70
38
38
2. Untuk semua tipe ......... 33

- 5 -


TABEL D : KECEPATAN TES YANG DIPERBOLEHKAN UNTUK RODA GERINDA

KLASIFIKASI
KECEPATAN OPERASI
PEREPHERAL (M/DET)
FAKTOR TEST
MINIMUM
- Roda-roda potong

Sampai dengan 80 m/det 1,2
- Bahan pengikat dari karet
resionid dan selak, kecuali roda
potong

Sampai dengan 25 m/det 1,25 s.d. 1,5
- Bahan pengikat dari vitrifeed dan
silikat untuk penggerindaan
basah

Sampai dengan 25 m/det 1,25 s.d. 1,5
- Bahan pengikat dari vitrifeed
untuk penggerindaan kering

Sampai dengan 33 m/det 1,5 s.d. 1,75

6

TABEL E : JUMLAH DAN KUALIFIKASI OPERATOR PESAWAT TENAGA DAN
PRODUKSI




NO
Jenis dan Kapasitas
Pesawat Tenaga dan Produksi
Jumlah dan Kualifikasi Operator
Kelas II Kelas I

1. Penggerak Mula
a s.d. 214,47 HP 1 orang -

> 214,47 HP 1 orang 1 orang
b Kincir Angin Non kelas 1 orang
2.

Tanur (Furnace)

a s.d. 50 ton 1 orang -

> 50 ton 1 orang 1 orang
b Kiln, Oven, Reheating Furnace Non kelas 1 orang
3.

Mesin Perkakas dan Produksi

a
Mesin Perkakas dan Produksi
Konvensional

1 orang
b
Mesin Perkakas dan Produksi
(CNC)
1 orang
Tags