PPT AGK RS Islam Pondok Kopi.ppt terjaminx

OliviaDindaSantikaMe 8 views 37 slides Aug 28, 2025
Slide 1
Slide 1 of 37
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19
Slide 20
20
Slide 21
21
Slide 22
22
Slide 23
23
Slide 24
24
Slide 25
25
Slide 26
26
Slide 27
27
Slide 28
28
Slide 29
29
Slide 30
30
Slide 31
31
Slide 32
32
Slide 33
33
Slide 34
34
Slide 35
35
Slide 36
36
Slide 37
37

About This Presentation

ppt


Slide Content

ASUHAN GIZI KLINIS PADA PASIEN MENOMETRORAGIA DENGAN ANEMIA BERAT RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Aprilia T rihartati P05130220004 Dela Okta Sera P05130220009 Olivia Dinda Santika P05130219066 Septi Dwi Anggraini P05130220031 Suchi Putri Junia P05130220033

Gambaran Umum Penyakit Metroragia merupakan gangguan menstruasi yang terjadi dengan interval atau jika terdapat insiden bercak darah atau perdarahan diantara menstruasi (Varney, 2007). Anemia adalah keadaan yang ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam tubuh . Hemoglobin adalah suatu metaloprotein yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh (Julia 2018) .

Skrining Obgyn   Parameter Skor Ya     Apakah pasien mengalami penurunan berat badan yang tidak diinginkan selama 6 bulan terakhir ? Tidak ada penurunan berat badan Tidak yakin / tidak tahu / baju terasa longgar   2 Jika ya , berapa penurunan berat badan tersebut ? 1-5 kg 6-10 kg 11-15 kg >15 kg   1 2 3 4 2.   Apakah asupan makan berkurang karena tidak nafsu makan ? a. Ya b. Tidak   1 Total Skor 5   3.   Pasien dengan diagnose khusus (DM, Gangguan fungsi ginjal , infeksi kronis , HIV/AIDS, sebutkan ..) Ya / Tidak ( Bila skor >2 dan atau pasien dengan diagnose/ kondisi khusus dilakukan pengkajian lanjut oleh dietisien )  

Identitas Pasien Nama : Ny.M NRM : 1130xxxx Tanggal lahir : 07/07/1978 Usia : 44 Tahun Jenis kelamin : Perempuan Ruang rawat : Gedung ponek lantai 1 anggrek 101 Agama : Islam Perekerjaan : Ibu rumah tangga Alamat: Tanggal masuk RSCM : 1-5 September 2022 Tanggal skrining : 2 September 2022 Tanggal Intervensi : 3 September 2022 Tanggal Pengamatan : 2-5 September 2022

Data Antopometri LILA 25 cm ULNA 26 cm BB 75 kg TB 168 cm IMT 26,59 kg/m (Overweight) BBI 61 kg

Data Biokimia Pemeriksaan Hasil Nilai normal Interprestasi Hemoglobin (g/dL) 5.3 12.0-17.3 Rendah Leukosit (/uL) 6430 5000-10000 Normal Trombosit(/uL) 682000 150000-450000 Tinggi Hematokrit (%) 15.9 36-42 Rendah Basofil (%) 2 0-1 Tinggi Eosinofil (%) 1 1-3 Normal Batang (%) 3-5 Rendah Segmen (%) 59 50-57 Tinggi Limfosit (%) 34 25-35 Normal Monosit (%) 4 4-6 Normal Glukosa sewaktu (mg/dl) 94 70-200 Normal

Pemeriksaan Data Fisik Klinis Pemeriksaan Hasil Kesadaran   Compos mentis Mual + Lemas + Penurunan BB + Pendarahan haid banyak + Keterangan: + : Ada -: Tidak ada Tanda klinis

Pemeriksaan Data Fisik Klinis Pemeriksaan Hasil Nilai normal Interprestasi Tekanan darah (mmHg) 120/80 120/80 Normal Nadi (x/menit) 88 70-120 Normal Suhu (C) 36,5 36,5-37,5 Normal Laju pernafasan (x/menit) 20 14-22 Normal Identifikasi: Tekanan darah,nadi,suhu,laju pernafasan normal Tanda vital

SMRS FORM FFQ (Kebiasaan makan) Jenis Bahan makanan Penukar Frekuenssi/hr Frekuensi/mgg Frekuensi/bln Makanan pokok Nasi 1p 3x Mie 1p 2x Lauk hewani Telur 1p 3x Ikan 1p 1x Ayam 1p 1x 1x Daging 1p Udang 1p 1x

SMRS FORM FFQ ( Kebiasaan makan) Jenis Bahan makanan Penukar Frekuenssi/hr Frekuensi/mgg Frekuensi/bln Lauk nabati Tahu 1p 3x Tempe 1p 2x Sayuran Kangkung 1p 3x Bayam 1p 1x Sawi 1p 1x 1x Buah Pisang 1p Minuman Kopi kemasan 1p 1x Cemilan Gorengan 3p 3x

Hasil Recall 1 x 24 Jam Zat Gizi Kebutuhan Recall 24 jam Asupan % Interpretasi Energi ( kkal ) 2440 662.5 27 Berat Protein (g) 122 30.5 25 Berat Lemak (g) 54 14.4 26 Berat Karbohidrat (g) 366 101.5 27 Berat MRS (FOOD RECALL 1 x 24 JAM Asupan makan pasien selama dirumah sakit termasuk dalam kategori defisit berat

Lanjutan... Waktu makan Menu URT Berat E P L KH Makan Siang Nasi 1p 100 175 4 40   Ayam 1/2p 20 37.5 3.5 2.5   Sayur 1p 100 25 1 5 Makan sore Nasi 1/2p 50 25 6   Ayam 1/2p 20 37.5 3.5 2.5   Tempe 1p 50 75 5 3 7 Makan pagi Nasi 1p 100 175 4 40   Telur 1p 50 75 7 5   Tempe 1/2p 25 37.5 2.5 1.5 3.5 Total       662.5 30.5 14.5 101.5 Total kebutuhan       2440 122 54 366 % recall       27% 25% 26% 27% Kategori      

Riwayat Ny.M Riwayat Personal Riwayat Penyakit Ny.M berusia 44 tahun Ny.M tinggal bersama suaminya Sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga Pasien belum pernah mendapatkan edukasi gizi Dahulu : Riwayat pendarahan 7 bulan yang lalu Sekarang: menometroragia + anemia berat Keluarga : Rieayat penyakit keluarga tidak ada

Terapi Medis Nama Obat Dosis Indikasi Efek Samping Interaksi Obat dengan makanan Ringer laktat 500 ml 3x1 Resusitasi cairan Nyeri dada,batuk,Ruam,gatal-gatal - Asam traneksamat inj 250 mg 3x1 Mengurangi atau menghentikan pendarahan Sakit kepala,nyeri otot,hidung tersumbat,mual,muntah,diare - Dexamethasone inj 3x1 Antiinflamasi dan imunosupresan Sakit perut,sakit kepala,pusing - NACL 0,9% 500 ml 1x1 Ketidakseimbangan elektrolit hipernatremia - Tablet tambah darah 2x1 Membantu memenuhi kebutuhan zat besi Dehidrasi,hipotensi,hipoglikemia Hindari konsumsi teh,kopi bersamaan dengan TTD Fe fumarat 60 mg 2x1 Membantu memenuhi kebutuhan zat besi   Hindari konsumsi teh,kopi bersamaan dengan TTD Asam folat 0,4 mg 2x1 Untuk enemia defisiensi asam folat Mual,kembung,nafsu makan menurun Hindari konsumsi teh,kopi bersamaan dengan TTD

Diagnosis Medis Asupan oral tidak adekuat berkaitan dengan mual ditandai dengan asupan energi 662.5 kkal (27%) , protein 30.5 gram (25%), lemak 14.4 gram (26%), karbohidrat 101.5 gram(27%) Perubahan nilai laboratorium berkaitan dengan anemia ditandai dengan kadar Hb 5,3 gr/dL (Rendah)   NI 2.1 NC 2.2 NB 1.1 Pengetahuan kurang berkaitan dengan belum pernah mendapatkan edukasi gizi ditandai dengan jarang makan-makanan tinggi zat besi seperti kacangan-kacangan dan buah

Intervensi Gizi Tujuan Intervensi Memenuhi kebutuhan energi,protein,lemak,dan karbohidrat pasien secara bertahap mulai dari 80% kebutuhan Membantu memperbaiki nilai laboratorium mencapai normal Syarat Diet Energi tinggi (40 kkal/kg BB) Protein tinggi (2,0 g/kg BB) Lemak cukup (20% kebutuhan energi) Karbohidrat (60% x kebutuhan energi Vitamin B12,vitamin c,asam folat diberikan sesuai kebutuhan pasien dan Zat besi diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien Makanan yang diberikan dalam bentuk mudah dicerna Pasien diberikan diet TKTP dalam bentuk makanan biasa,via oral dengan frekuensi makan 3 x makan utama dan 2 x selingan

Perhitungan Kebutuhan Energi = 40 kkal/kg BB = 40 x 61 kg = 2440 kkal Protein = 2,0 / kg BB = 2,0 x 61 kg = 122 gram Lemak = 20% x Total energi = 20% x 2440 kkal = 488 kkal / 9 gram = 54 gram Karbohidrat = 60% x Total energi = 60% x 2440 kkal = 1464 kkal / 4 = 366 gram Energi = 80% x 2440 kkal = 1952 kkal Protein = 80% x 122 geam = 97,6 Lemak = 80% x 54 gram = 43,2 gram Karbohidrat = 60% x 366 gram = 292,8 gram

Implementasi Kebutuhan 80% Hari ke-1 Bahan Makanan SP E P L KH KH 4 700 16 160 Hewani 3 150 21 6             Nabati 2 150 14 4 10 Sayuran B 2 50 5 12 Buah 3 75 3 15 Jus buah 1 50.9 0.8 0.6 11.9 Minyak 1 100 10 Gula 0.5 77.4 20   Minyak   1 100 10 Susu peptisol 1 400 21.6 6 17 Total   1753.3 81,4 26.6 245.9 Total kebutuhan 80%   1952 97.6 64.8 292.8 %kebutuhan   89% 83% 87% 83%     MP Selingan Makan siang Selingan Malam Jumlah KH 4 1   1.5   1.5 Hewani 3 1   1   1 Nabati 2     1   1 Sayuran B 2     1   1 Buah 3   1 1   1 Gula 0.5   0.25   0.25   Minyak 1 0.5   0.25   0.25 Susu peptisol 1         1

Implementasi Kebutuhan 100% Ke-2 SBM SP E P L KH KH 5 700 16 200 Hewani 4 569 53.8 37.8             Nabati 4 300 20 12 28 Sayuran B 2 50 5 12 Buah 3 75 3 15 Jus buah 1 50.9 0.8 0.6 11.9 Minyak 1 100 10 Gula 0.5 77.4 20 Biskuit regal 2 100 1 1.5 9 Susu mimi 1 90 4 2 14 Biskuat 1 35 8 3 25 Susu peptisol 1 400 21.6 4.5 68 Total   2547.3 125,2 71.4 402.9 Total kebutuhan 100%   2440 122 81 366 %kebutuhan   104% 102% 88% 110%     MP Selingan Makan siang Selingan Malam Jumlah KH 5 2   1.5   1.5 Hewani 4 1.25   1.5   1.25 Nabati 4     2   2 Sayuran B 2     1   1 Buah 3   1 1   1 Gula 0.5   0.25   0.25   Minyak 1 0.5   0.25   0.25 Biskuit regal 2   2       Susu mimi 1       1   Biskuat 1       1                 Susu peptisol 1       1  

Implementasi Kebutuhan 100% Ke-3 SBM SP E P L KH KH 5 700 16 200 Hewani 4 569 53.8 37.8             Nabati 5 375 25 15 35 Sayuran B 2 50 5 12 Buah 3 75 3 15 Jus buah 1 50.9 0.8 0.6 11.9 Minyak 1 100 10 Gula 0.5 77.4 20 Susu peptisol 1 400 21.6 4.5 68 Total   2397.3 125,2 67.9 361.9 Total kebutuhan 100%   2440 122 81 366 %kebutuhan   98% 102% 83% 98%     MP Selingan Makan siang Selingan Malam Jumlah KH 5 2   1.5   1.5 Hewani 4 1.25   1.5   1.25 Nabati 5     1 2 2 Sayuran B 2     1   1 Buah 3   1 1   1 Gula 0.5   0.25   0.25   Minyak 1 0.5   0.25   0.25 Susu peptisol 1       1  

Hasil Monitoring Asupan Ny.M Zat gizi Kebutuhan 100% H1   H2   H3       Asupan % Asupan % Asupan % Energi 2440 1640.8 84 24464 100 2478,3 101 Protein 122 78.4 81 123,4 98 120,2 98 Lemak 54 25.1 41 64,3 83 78.1 96 KH 366 271.9 75 343 93 347.9 95 Berdasarkan hasil pengamatan asupan makan pasien setiap hari nya meningkat mulai dari asupan energi,lemak,protein,karbohidrat.

Hasil Monitoring Evaluasi Antropometri Parameter H1 H3 BB(kg) 75 75 TB(cm) 168 168 LILA(cm) 25 25 ULNA(cm) 26 26

Hasil Monitoring Evaluasi Biokimia Pemeriksaan Nilai normal H1 H2 H3 Hemoglobin (g/dL) 12.0-17.3 5.3 8.4 10.5 Leukosit (/uL) 5000-10000 6430 4640 6990 Trombosit(/uL) 150000-450000 682000 465000 398000 Hematokrit (%) 36-42 15.9 26.,5 33.7 Basofil (%) 0-1 2 - - Eosinofil (%) 1-3 1 - - Batang (%) 3-5 - - Segmen (%) 50-57 59 - - Limfosit (%) 25-35 34 - - Monosit (%) 4-6 4 - - Glukosa sewaktu (mg/dl) 70-200 94 96 98 Untuk pemeriksaan biokimia hemoglobin setiap hari nya meningkat sesuai yang diharapkan dan untuk pemeriksaan trombosit di intervensi ketiga hasil nya menjadi normal

Hasil Monitoring Evaluasi Fisik Pemeriksaan Nilai normal H1 H2 H3 Kesadaran Compos mentis Compos mentis Compos mentis Compos mentis Lemas - + - - Mual - + - - Pendarahan saat haid - + - -

Hasil Monitoring Evaluasi Klinis Pemeriksaan Nilai normal H1 H2 H3 Tekanan darah (mmHg) 120/80 120/80 130/80 120/80 Nadi(x/menit) 70-120 88 78 84 RR(x/menit) 14-22 20 19 20 Suhu (ºC) 36-37 36 36 36

Hasil Monitoring Pengetahuan Sebelum Intervensi Sesudah Intervensi Pasien belum memahami penyakit yang diderita serta diet dan porsi makan yang sesuai dengan kondisi pasien -Pengetahuan pasien meningkat dan mau mematuhi anjuran diet yang diberikan -Pasien mengetahui kondisi penyakit yang dialami dan mengetahui pola makan yang baik

Nutrisi Parenteral Komposisi : Tiap 1000 mL larutan infus Clinimix N9G15E mengandung glukosa 75 gram, asam amino 28 gram dan elektrolit . Sediaan / Kemasan : Larutan infus dalam flexybag dengan volume 1000 mL. Farmakologi : Clinimix merupakan larutan steril , cair , non- pirogen yang diberikan melalui infus intravena . Larutan dikemas dalam 2 bagian ; satu bagian mengandung 500 mL larutan asam amino dengan elektrolit ; bagian lainnya mengandung 500 mL larutan glukosa dengan kalsium . Osmolaritas 845 mOsm /L. Indikasi : Larutan Clinimix memberikan sumber nitrogen biologis (L- asam amino), energi ( dalam bentuk glukosa ) dan elektrolit . Indikasi terapi sebagai nutrisi parenteral adalah ketika pemberian per oral atau enteral tidak memungkinkan , tidak mencukupi atau menjadi suatu kontraindikasi . Dosis CLINIMIX N9G15E

Komposisi : Tiap 1000 mL mengandung glukosa dengan kalsium , emulsi lemak, dan asam amino beserta elektrolit . Sediaan : Larutan infus dalam flexybag yang mengandung 1000 mL Farmakologi : Emulsi untuk infus . Sebelum direkonstitusi : - Larutan asam amino dan glukosa jernih , tak berwarna atau sedikit kekuningan . - Emulsi lemak homogen dengan gambaran seperti susu. Setelah rekonstitusi atau pencampuran 3 kompartemen , Olimel N9E menjadi larutan homogen seperti susu. Olimel N9E merupakan emulsi hipertonik . Osmolaritas Olimel N9E 1310 mOsm /L dengan energi 1070 Kkkal /L. Indikasi : Olimel N9E diindikasikan hanya untuk nutrisi parenteral sentral pada pasien kritis dewasa ketika nutrisi per oral atau enteral tidak memungkinkan , tidak mencukupi dan kontraindikasi . Dosis : Pada dewasa , dosis tergantung kebutuhan energi , status klinis pasien dan kemampuan memetabolisme kandungan dari Olimel N9E. Rerata kebutuhan harian : - Nitrogen 0,16-0,35 g/ kgBB (1-2 g asam amino/ kgBB ), tergantung status nutrisi pasien dan derajat stres katabolismenya . - Energi 20-40 Kkal / kgBB - Cairan 20-40 mL/ kgBB atau 1-1,5 mL/ Kkal Pada anak , belum ada data klinisnya . OLIMEL N9E

AHEP Komposisi : Tiap 1000 mL mengandung asam amino 5% dengan karbohidrat dan elektrolit . Bentuk sediaan : 1 Boks berisi 1 botol kaca @ 500 mL.   Kemasan klinis tersedia dengan 10 botol . Farmakologi : Larutan ini mengandung asam amino 50 g, nitrogen 7,53 g dan 1750 kJ ( sekitar 400 Kkal ) per liter . Osmolaritas larutan sekitar 800 mOsm /L sehingga dapat diberikan melalui vena perifer . Indikasi : Sebagai nutrisi parenteral esensial pada pasien dengan insufisiensi hepatik kronik berat , seperti sirosis hati terdekompensasi , pasien shunt dengan sirosis hati , insufisensi hepatik akibat penyebab lainnya ( seperti metastasis hati ); kemungkinan juga dapat diberikan pada pasien dengan hepatitis kronik .

KALBAMIN Kegunaan Kalbamin digunakan untuk membantu mengatasi malnutrisi , membantu mengatasi cedera atau trauma ( sebelum dan sesudah terapi ), membantu mengatasi hipoproteinemia . Dosis & Cara Penggunaan Kalbamin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter . Selain itu , dosis penggunaan Kalbamin juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan , karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu . Penggunaan Kalbamin injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis . Umumnya , dosis diberikan  1-1,5 g/kg berat badan/ hari , secara infus intravena lambat . Cara Penyimpanan Simpan pada tempat yang sejuk dan kering , terhindar dari cahaya langsung . Efek Samping Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Kalbamin , yaitu : reaksi alergi pada pasien yang hipersensitif terhadap komponen ini , demam , mual , muntah , asidosis , sakit kepala .

RENXAMIN Kegunaan Aminosteril digunakan untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan nitrogen pada pasien yang kekurangan asupan protein terutama pada pasien dengan pemberian per oral atau mulut tidak dimungkinkan , serta sebelum atau sesudah operasi kemoterapi . Dosis & Cara Pengunaan Penggunaan Aminosteril harus dikonsultasikan dengan dokter . Aturan penggunaan Aminosteril sebagai berikut : Dosis : 1-2 gram/kg berat badan/ hari . Cara Penyimpanan Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius , di tempat kering dan sejuk . Efek Samping Efek   samping yang mungkin terjadi selama pemberian Aminosteril , antara lain: Mual , muntah . Menggigil , sakit kepala . Kemerahan pada kulit atau reaksi hipersensitif yang lain jarang dilaporkan dan pemberian harus dihentikan bila ditemukan tanda-tanda seperti diatas . Pemberian dosis besar dan cepat : Asidosis ( penumpukan asam darah ) bisa terjadi setelah pemberian Aminosteril Infus dalam dosis besar dan cepat .

Aminosteril Kegunaan Aminosteril digunakan untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan nitrogen pada pasien yang kekurangan asupan protein terutama pada pasien dengan pemberian per oral atau mulut tidak dimungkinkan , serta sebelum atau sesudah operasi kemoterapi . Dosis & Cara Pengunaan Penggunaan Aminosteril harus dikonsultasikan dengan dokter . Aturan penggunaan Aminosteril sebagai berikut : Dosis : 1-2 gram/kg berat badan/ hari . Cara Penyimpanan Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius , di tempat kering dan sejuk . Efek Samping Efek   samping yang mungkin terjadi selama pemberian Aminosteril , antara lain: Mual , muntah . Menggigil , sakit kepala . Kemerahan pada kulit atau reaksi hipersensitif yang lain jarang dilaporkan dan pemberian harus dihentikan bila ditemukan tanda-tanda seperti diatas . Pemberian dosis besar dan cepat : Asidosis ( penumpukan asam darah ) bisa terjadi setelah pemberian Aminosteril Infus dalam dosis besar dan cepat .

Smofkabiven Indikasi ( manfaat ) obat Nutrisi parenteral untuk pasien dewasa ketika nutrisi oral atau enteral tidak memungkinkan , tidak cukup atau kontraindikasi . Komposisi obat Larutan asam amino dengan elektrolit :  Alanine 3,5 g, arginine 3,0 g, glycine 2,8 g, histidine 0,8 g, isoleucine 1,3 g, leucine 1,9 g, lysine ( sebagai asetat ) 1,7 g, methionine 1,1 g, phenylalanine 1,3 g, proline 2,8 g, serine 1,6 g, taurine 0,25 g, threonine 1,1 g, tryptophan 0,5 g, tyrosine 0,10 g, valine 1,6 g, calcium chloride ( sebagai dihidrat ) 0,14 g, sodium glycerophosphate ( sebagai hidrat ) 1,1 g, magnesium sulphate ( sebagai heptahidrat ) 0,30 g, potassium chloride 1,1 g, sodium acetate ( sebagai trihidrat ) 0,9 g, zinc sulphate ( sebagai heptahidrat ) 0,0033 g. Glukosa 42%:   Glukosa ( sebagai monohidrat ) 63 g. Emulsi lipid:  Refined soya-bean oil 5,6 g, mediumchain triglycerides 5,6 g, refined olive oil 4,7 g, fish oil rich in omega-3-fatty acids 2,8 g. Dosis obat Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter Dosis sesuai petunjuk dokter . Aturan pakai obat Penggunaan pada intravena , infus ke perifer atau vena sentral sesuai petunjuk dokter .

COMAFUSIN HEPAR Komposisi : Tiap 1000 mL mengandung asam amino 5% dengan karbohidrat , vitamin dan elektrolit . Bentuk sediaan : 1 Boks berisi 1 botol kaca @ 500 mL.   Kemasan klinis tersedia dengan 10 botol . Farmakologi : Larutan ini mengandung asam amino 50 g, nitrogen 7,53 g dan 1750 kJ ( sekitar 400 Kkal ) per liter . Larutan ini tidak mengandung kalium. Osmolaritas larutan sekitar 800 mOsm /L sehingga dapat diberikan melalui vena perifer . Indikasi : Semua kasus insufisiensi hati berat dengan koma eksogen atau prekoma hepatikum , seperti pasien dengan sirosis hati , setelah operasi pemasangan shunt, dan pada kasus keracunan jika diperlukan . Dosis : Diberikan sebagai infus intravena .  Jika tidak ada pengecualian , dosis diberikan menurut derajat beratnya kasus 1000 atau 1500 mL/ hari . Kecepatan infus dalam 24 jam; 40 atau 60 mL/jam, yaitu sekitar 15 atau 20 tetes/ menit .

KIDMIN Keterangan   Golongan :   obat keras Kelas terapi :   nutrisi parenteral Kandungan :  ( tiap 200 ml mengandung ) L-leucine 80 gram, L-Isoleucine 1.80 gram, L-Valine 2.00 gram, Lysine acetate 1.42 gram, L-Threonine 0.70 gram, L-Tryptophan 0.50 gram, L-Methionine 0.60 gram, L-Phenylalanine 1.00 gram, L-Cysteine 0.20 gram, Total Free amino acids 14.41 gram, Essential amino acids 10.41 Gram, Nonessential amino acid 4.00 gram, E/N ratio 2.6, Branched-chain amino acids 45.8%, Total Nitrogen 2.00 gram,L -Tyrosine 0.10 gram, L-Arginine 0.90 gram, L-Histidine 0.70 gram, L-Alanine 0.50 gram, L-Proline 0.60 gram, L-Aspartic Acid 0.20 gram, L-Glutamic Acid 0.20 gram, Water for Injection ad 200 ml Kemasan :   softbag @200 ml Produksi :  Otsuka Indonesia Harga cairan Kidmin: 000/bag Kegunaan Manfaat Kidmin adalah untuk memenuhi kebutuhan asam amino pada pasien gangguan ginjal baik akut maupun kronik yang mengalami hipoproteinemia , malnutrisi , sebelum dan sesudah operasi . Dosis dan Aturan Pakai Kidmin termasuk ke dalam golongan obat keras . Dosis penggunaannya harus dikonsultasikan kepada dokter .

DEXTROSE Dosis dan Aturan Pakai Dextrose Dextrose infus tersedia dalam bentuk cairan dengan kadar 2,5%, 5%, 10%, 20%, 30%, 50%, dan 70% dengan tujuan penggunaan yang berbeda-beda . Dosis dextrose akan ditentukan oleh dokter sesuai kondisi pasien . Secara umum , berikut ini adalah dextrose untuk orang dewasa dan anak-anak untuk mengatasi   hipoglikemia : Dewasa :  10–25 gram yang setara dengan 40–100 mL larutan dextrose 25% atau 20–50 mL larutan 50%, diberikan melalui infus ke pembuluh darah vena besar . Pemberian dextrose dapat diulangi pada kondisi hipoglikemia yang parah . Anak- anak :  0,25–0,5 g/ kgBB per hari untuk balita <6 bulan , dengan dosis maksimal 25 gram per satu kali pemberian . Untuk balita usia >6 bulan dosisnya adalah 0,5–1 g/ kgBB dengan dosis maksimal 25 gram per 1 kali dosis . Dosis dextrose untuk mengatasi kekurangan cairan dan gula akibat kondisi medis tertentu akan ditentukan oleh dokter sesuai kondisi pasien . Biasanya , dextrose yang akan digunakan adalah dextrose 5% dan diberikan melalui infus ke pembuluh darah vena kecil . Cara Menggunakan Dextrose dengan Benar Dextrose akan diberikan langsung oleh  dokter   atau petugas medis di bawah pengawasan dokter di rumah sakit . Dextrose akan disuntikkan ke pembuluh darah secara langsung atau melalui cairan infus .

TERIMAKASIH
Tags