presentasi bab 2 asfsdfweterhrhrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrt.pdf
filmindonesiaisbest
0 views
9 slides
Sep 11, 2025
Slide 1 of 9
1
2
3
4
5
6
7
8
9
About This Presentation
hii
Size: 6.37 MB
Language: none
Added: Sep 11, 2025
Slides: 9 pages
Slide Content
presentasi
bab 2
ALFONSUS ADIMAS K.
pengertian nilai produk
Nilai produksi adalah tingkat produksi atau keseluruhan
jumlah barang yang merupakan hasil akhir proses produksi
pada suatu unit usaha yang selanjutnya akan dijual sampai
kedatangan konsumen, naik turunnya permintaan pasar
akan hasil produksi untuk menambahkan kapasitas
produksinya.
fungsi nilai produk
Kualitas Produk: Seberapa baik produk tersebut dalam memenuhi kebutuhan atau
keinginan konsumen.
Harga: Seberapa terjangkau produk tersebut dibandingkan dengan alternatif lain
yang ada di pasar.
Manfaat Tambahan: Ini termasuk hal-hal seperti layanan purna jual, garansi,
kemudahan penggunaan, atau inovasi produk yang memberi keuntungan lebih.
Reputasi Merek: Seberapa kuat dan tepercaya merek produk di mata konsumen
fungsi kualitas produk
Dari Perspektif Konsumen: Kualitas diukur berdasarkan kinerja,
keandalan, daya tahan, estetika, dan fitur produk.
Dari Perspektif Bisnis: Kualitas berfungsi untuk memperkuat daya
saing, reputasi merek, dan loyalitas pelanggan. Kualitas yang baik
dapat meningkatkan keuntungan dan pangsa pasar.
Dalam Proses Produksi: Pengendalian kualitas berfokus pada standar
produksi dan peningkatan berkelanjutan untuk meminimalkan cacat.
Hubungan dengan Kepuasan Pelanggan: Produk berkualitas tinggi
meningkatkan kepuasan pelanggan dan mendorong pembelian ulang.
kriteria pembuatan desain kemasan
Fungsi Perlindungan: Melindungi produk dari kerusakan, kelembapan, dan kontaminasi.
Daya Tarik Visual: Menarik perhatian konsumen dengan desain yang estetis dan sesuai
dengan merek.
Informasi Jelas: Menyediakan informasi produk yang mudah dipahami, seperti komposisi,
cara pakai, dan tanggal kedaluwarsa.
Fungsi Praktis: Kemasan harus mudah dibuka, digunakan, dan disimpan.
Keberlanjutan: Menggunakan bahan ramah lingkungan, seperti yang dapat didaur ulang.
Konsistensi Merek: Sesuai dengan identitas merek dan citra yang ingin dibangun.
Keunikan: Membantu produk membedakan diri dari pesaing di pasar.
Kesesuaian dengan Target Pasar: Menyesuaikan desain dengan preferensi konsumen.
Efisiensi Biaya: Biaya produksi kemasan harus seimbang dengan keuntungan.
Kepatuhan Regulasi: Mematuhi aturan dan standar yang berlaku.
elemen - elemen desain kemasan
Logo dan Identitas Merek: Mencerminkan merek dan memudahkan
pengenalan produk.
Warna: Menarik perhatian dan sesuai dengan citra merek.
Tipografi: Jenis huruf yang jelas dan mudah dibaca.
Informasi Produk: Nama, komposisi, cara pakai, tanggal
kedaluwarsa.
Bentuk Kemasan: Praktis dan sesuai dengan fungsi produk.
Pesan dan Slogan: Pesan yang memperkuat daya tarik produk.
Bahan Kemasan: Memilih bahan yang tepat dan ramah lingkungan
jenis - jenis kemasan
Kemasan Primer: Langsung bersentuhan dengan produk
(misalnya botol, plastik).
Kemasan Sekunder: Membungkus kemasan primer
(misalnya kotak karton).
Kemasan Tersier: Untuk pengiriman massal (misalnya
pallet).
kemasan standing pouch
Kemasan Standing Pouch adalah jenis kemasan
fleksibel yang dirancang agar dapat berdiri tegak
saat diisi dengan produk. Kemasan ini umumnya
terbuat dari bahan plastik, foil, atau kombinasi
keduanya, dan sering digunakan untuk produk
makanan, minuman, kosmetik, atau barang-
barang rumah tangga.