RESUME MODUL 2 Kompute1242422442532r.docx

niwayanpurnamiasih 6 views 6 slides May 21, 2025
Slide 1
Slide 1 of 6
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6

About This Presentation

moduel 2


Slide Content

RESUME
MODUL 2
Kegiatan belajar 1
PERTIMBANGAN DALAM PERENCANAN DAN PEMANFAATAN MEDIA
Mengajar dan melaksanakan pembelajaran membutuhkan perencanaan yang matang dan serius
Dalam modul ini anda dapat memprlajari satu model dalam merencanakan dan memfaatkan media yaitu
model disingkat menjadi model ‘ ASSURE ‘
A.Model ASSURE
Model ASSURE merupakan singkatan dari
A : Analisis karateristik siswa
S : Sebutkan kompetensi .
S : Sebutkan Metode media materi .
U : Upayakan Gunakan metode media bahan
R : rancang bentuk partisipasi siswa
E : Evaluasi .
1.A-(Analisis Karateristik ciri-ciri siswa )
Dalam tahap ini anda perlu mepertimbangkan siapa siswa yang akan anda hadapi ? apakah
siswa, 2 atau kelas 5 ? secara umum, anda perlu mengetahui bagaimana gambaran umum dari
siswa anda jika mereka sudah lancar membaca, anda tentu dapat menggunakan dengan buku ,
poster, tulisan dalam karton laen sebagai nya dari segi karateristik siswa ada beberapa aspek
yang perlu anda perhatikan . yaitu :
A.Kemampuan awal siswa: Sebagai guru, Anda perlu mengetahui kemampuan awal siswa
Anda. Sebagai contoh, apabila topik yang ingin dibahas adalah tentang energi dalam
pelajaran Sains maka Anda perlu terlebih dahulu menggali informasi sejauh mana siswa
Anda telah memiliki pengetahuan tentang energi. Salah satu cara yang dapat Anda gunakan
adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan kepada siswa tentang energi. Dari hasil
tanya jawab tersebut, Anda dapat membuat kesimpulan tentang pengetahuan yang telah
dimiliki siswa, apakah mereka sudah mempunyai pengetahuan awal atau belum sama sekali.
Melalui pelacakan seperti ini, Anda diharapkan mampu menggunakan informasi tersebut
untuk menentukan media apa yang cocok untuk digunakan. Sebagai contoh, apabila siswa
sudah memiliki sedikit pengetahuan awal tentang energi maka Anda dapat menggunakan
media video CD untuk membahas energi. Sebaliknya, bila siswa Anda sama sekali belum
memiliki pengetahuan awal maka Anda sebaiknya menggunakan media benda nyata agar
dengan nyata pula Anda dapat memperlihatkan adanya energi. Siswa SD terutama di kelas
1, 2 dan 3 yang masih berusia 6-9 tahun masih sangat memerlukan kondisi pembelajaran
yang konkret yang biasa mereka lihat, dengar dan rasakan sehari-hari.

B.Gaya belajar siswa: Siswa memiliki kecenderungan gaya belajar yang berbeda- beda.
Gardner menjelaskan terdapat 7 gaya belajar yaitu adalah kemampuan berbahasa/verbal,
kemampuan berhitung/logika matematika, kemampuan mengeksplorasi ruang/visual-
spatial, kemampuan bermusik, kemampuan melakukan gerak seperti tari dan
olahraga/kinestetik, kemampuan memahami orang lain/interpersonal dan kemampuan
memahami diri sendiri/intrapersonal (Gardner, 1993). Seorang anak yang sangat menyukai
kegiatan menyanyi, akan sangat mudah belajar bila pembelajaran yang ia hadapi bernuansa
musikal pula. untuk memperlihatkan kemampuan matematikanya dengan membuat cerita,
puisi tentang angka, dan lain-lain. Anda mungkin masih ingat pada satu lagu yang
dinyanyikan oleh penyanyi cilik seperti di bawah ini.
Satu ditambah satu sama dengan dua, dua ditambah dua sama dengan empat, empat
ditambah empat sama dengan delapan, delapan ditambah delapan sama dengan enam
belas. Lewat lagu anak belajar menghitung sehingga proses belajar menjadi sesuatu yang
menyenangkan bagi anak. Bila Anda berhadapan dengan anak dari kelas 5 atau 6. Anda
perlu mencari cara yang berbeda dalam melibatkan 7 jenis gaya belajar. Semakin dewasa
seorang anak maka tingkat kemampuan berpikir abstraknya akan meningkat. Dengan
demikian, cara dan jenis kegiatan yang Anda gunakan tidak lagi merupakan cara yang
konkret tetapi sudah mulai dapat menggunakan cara berpikir simbolis melalui contoh kasus,
pengalaman siswa atau percobaan dan pengamatan.
2.S-(Sebutkan Kompetensi) Tujuan pembelajaran atau yang sekarang dikenal dengan istilah
kompetensi
pembelajaran, sangat menentukan jenis media apa yang sesuai untuk Anda gunakan. Bila
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah agar siswa mampu membedakan jenis-jenis
energi maka media yang Anda gunakan akan berbeda bila kompetensi yang akan dicapai
adalah menjelaskan jenis sumber energi. Agar siswa dapat membedakan jenis sumber
energi, guru perlu memperlihatkan kepada siswa berbagai jenis energi yang ada dalam
kehidupan sehari-hari misalnya dengan melakukan pengamatan langsung. Media yang
digunakan adalah benda nyata. Sebaliknya, bila kompetensi yang ingin dicapai adalah
menjelaskan berbagai jenis sumber energi maka media yang Anda gunakan dapat berupa
bahan cetak atau foto dari jenis sumber energi.
3.S-(Sebutkan Metode - Media - Materi)
Setelah Anda menentukan kompetensi atau tujuan pembelajaran yang akan dicapai,
kegiatan selanjutnya adalah Anda diminta untuk menentukan metode, media dan materi
pembelajaran yang akan Anda terapkan. Pemanfaatan suatu media pembelajaran tidak
dapat dipisahkan dari penggunaan metode pembelajaran tertentu dan materi yang akan
dipelajari siswa. Penggunaan suatu media dalam pembelajaran tatap muka, perlu diikuti
dengan penggunaan metode yang sesuai. Siswa yang mempelajari sesuatu dari media
tertentu, perlu diikuti dengan upaya guru memusatkan perhatian mereka pada kompetensi
yang akan dicapai. Siswa tidak dapat dilepas untuk belajar sesuatu tanpa bimbingan.
Anda dapat memilih berbagai media baik yang sudah ada maupun media yang dapat dibuat
terlebih dahulu. Jenis media yang dapat Anda gunakan mulai dari gambar diam (foto, teks,

poster), gambar bergerak (video, televisi), media berbasis komputer, audio ( kaset dan
radio).
4.U-(Upayakan Gunakan Metodemetode-media-Bahan)
laksanakan kegiatan pembelajaran dengan metode, media dan materi yang telah
ditetapkan. Sebagai contoh, bila Anda menggunakan media video CD, Anda dapat
menggunakan kombinasi antara metode diskusi untuk memberi kesempatan siswa
menyimpulkan pemahamannya tentang materi yang disajikan dalam program video CD.
Anda dapat pula menggunakan metode ceramah untuk menyimpulkan secara umum materi
yang sudah dibahas. Kegiatan pembelajaran dapat Anda susun dalam berbagai tugas dan
aktivitas yang akan dilakukan siswa. Anda dapat pula memberikan latihan dan tes setelah
siswa mempelajari materi dari media yang dipakai.
5. R-(Rancang Bentuk Partisipasi Siswa)
Melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran merupakan inti agar siswa merasakan
sendiri proses belajar yang dilaluinya. Untuk itu, guru perlu mempersiapkan dengan cermat
beberapa hal berikut.
a. Bahan yang akan disajikan. Bahan ini dapat Anda persiapkan terlebih dahulu misalnya dalam
bentuk tulisan pada kertas karton atau kertas koran polos sehingga Anda tidak perlu menulis
materi yang sama secara berulang-ulang.
b. Siapkan kelas. Seperti contoh di bagian awal modul ini, Ibu Ratri perlu menyiapkan peralatan
di kelas, mengecek listrik dan memperbanyak lembar kegiatan siswa (LKS). Ia juga perlu
menyiapkan pembagian kelompok siswa-siswanya.
c. Siapkan siswa. Siswa perlu diajak untuk terlibat dalam proses pembelajaran dengan
melakukan berbagai kegiatan pembelajaran, dalam hal ini mereka sudah diminta juga untuk
membawa benda-benda yang dapat dibagi. Siswa juga perlu diberi tahu, kegiatan apa saja yang
akan mereka lakukan pada jam pelajaran tersebut. Hal ini untuk mempersiapkan siswa terlibat
secara aktif dalam proses pembelajaran. Guru perlu menginformasi kepada semua siswa
tentang proses yang akan dilakukan dalam pembelajaran.
d. Berikan pengalaman belajar yang sesuai. Penelitian yang dilakukan Gagne (1985)
membuktikan bahwa pembelajaran yang paling efektif adalah pembelajaran yang melibatkan
peserta secara aktif untuk memproses informasi yang diterimanya dalam pembelajaran. Salah
satu faktor yang paling penting dalam proses pembelajaran adalah kesempatan siswa untuk
mempraktikkan apa yang mereka pelajari. Untuk itu guru dapat menciptakan berbagai bentuk
kegiatan yang sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai, misalnya membagi benda menjadi
bagian- bagian, mengucapkan kata atau kalimat dalam bahasa Inggris, bahasa Arab, atau bahasa
lain, menyelesaikan kasus atau masalah, membuat benda yang bergerak, dan lain-lain. Agar
pengalaman belajar dapat diterapkan secara maksimal maka guru dapat menggunakan media
sebagai perantara penyampaian materi.

E-(Evaluasi)
Komponen terakhir yang perlu Anda lakukan untuk menggunakan dan memanfaatkan media
adalah melakukan evaluasi terhadap proses yang sudah Anda lakukan. Ada dua jenis evaluasi
yang dapat Anda lakukan:
a. Evaluasi Hasil Belajar. Evaluasi atau penilaian hasil belajar ditujukan untuk
melihat kemajuan atau hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.
Berikut beberapa pertanyaan yang perlu kita ketahui jawabannya setelah
proses pembelajaran berlangsung:
1) Apakah setelah belajar siswa dapat melakukan penambahan, perkalian dan pembagian?
2) Apakah setelah belajar siswa dapat menjelaskan cara hidup bersih dan sehat?
3) Apakah setelah belajar siswa dapat memainkan pianika?
Semua pertanyaan di atas berhubungan dengan pencapaian kompetensi oleh siswa yang sudah
belajar.
Bagaimana mengukurnya? Bila Anda ingin mengukur pengetahuan (aspek kognitif) siswa dalam
melakukan perkalian maka alat ukur yang tepat dalam hal ini adalah tes tertulis. Demikian pula
bila Anda ingin mengukur kemampuan siswa dalam menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup, Anda
dapat melakukannya melalui tes tertulis. Lalu, bagaimana bila yang ingin diukur adalah
kemampuan siswa dalam memainkan pianika atau kemampuan siswa melakukan gerakan
melompat dengan kuda-kuda? Anda tentu harus melihat sendiri seberapa baik seorang siswa
melakukan gerakan tersebut (aspek psikomotor). Tidak ada cara lain. Anda tidak dapat menilai
hasil belajar siswa tersebut dengan memberikan tes tertulis. Dalam hal ini, Anda harus
melakukan pengamatan dan mencatat kemampuan siswa. Demikian pula halnya bila Anda ingin
melihat bagaimana sikap seorang siswa terhadap kebersihan tubuhnya? Atau sikap kerja sama
siswa dalam kelompok di kelas? Ini adalah contoh aspek afektif dari seorang siswa. Lagi-lagi
Anda tidak dapat menggunakan tes tertulis untuk mengukur sikap siswa. Anda harus mengamati
sendiri bagaimana siswa berperilaku terhadap sesuatu. Penjelasan lengkap tentang evaluasi
hasil belajar ini dapat Anda pelajari dalam Mata Kuliah Evaluasi Hasil Belajar.
b. Evaluasi Media dan Metode Pembelajaran. Setelah Anda menilai hasil belajar siswa,
selanjutnya Anda juga perlu mengevaluasi apakah media dan metode pembelajaran yang Anda
gunakan membantu siswa mencapai kompetensi belajar.

Kegiatan Belajar 2
Pemanfaatan Media sebagai Bagian Terpadu dalam Organisasi Sekolah
Dalam menjalankan fungsinya sebagai satuan pendidikan, suatu sekolah perlu membuat
perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil
pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran. Hal tersebut di atas dengan jelas sudah
diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan BAB IV Pasal 19 ayat (3). Ini menunjukkan bahwa keseluruhan sistem yang ada dalam
suatu sekolah seharusnya diarahkan pada pencapaian standar ini.
Sekolah sebagai suatu organisasi seyogianya mempunyai perangkat organisasi yang lengkap agar
dapat mengelola pembelajaran dengan baik. Pada BAB VI Pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor
19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa pendidik di SD/MI
sekurang-kurangnya terdiri atas guru kelas dan guru mata pelajaran yang penugasannya
ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan. Selanjutnya, pada
BAB VI Pasal 35 tentang tenaga kependidikan ayat (1)b disebutkan bahwa SD/MI atau bentuk
lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, guru, tenaga
administrasi, tenaga perpustakaan, dan tenaga kebersihan.
Selain faktor pendidik dan tenaga kependidikan, dalam suatu sekolah jelas diperlukan adanya
dukungan sarana dan prasarana agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif
dan efisien. Untuk itu PP Nomor 19 BAB VII tentang Standar Sarana dan Prasarana Pasal 42 juga
menyebutkan bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot,
peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai,
serta perlengkapan lain yang diperlukan.
Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari pembahasan berikut. Untuk memanfaatkan OMA sumber
belajar dan media pembelajaran, sangat dibutuhkan dukungan pihak lain dalam sekolah,
terutama kepala sekolah dan guru-guru. Kepala sekolah perlu mengelola berbagai aspek di
sekolah termasuk membantu para guru yang mempunyai berbagai gagasan untuk memperbaiki
mutu proses pembelajaran di setiap kelas. Sebagai pengelola, kepala sekolah harus memiliki
kemampuan lebih dari guru-guru yang dipimpinnya terutama karena ia harus menjalankan
berbagai fungsi. Fungsi kepala sekolah antara adalah sebagai berikut.
1. Pendidik, kepala sekolah pada dasarnya adalah tetap seorang pendidik yang harus mampu
menjalankan tugas seperti seorang guru dalam mendidik siswa dan guru yang menjadi tanggung
jawabnya.
2.Manajer, sebagai pengelola kegiatan sekolah mulai dari kegiatan perencanaan program
sekolah, pelaksanaan sampai evaluasi kegiatan sekolah.

3.Administrator, sebagai pengelola sistem administrasi sekolah mulai sumber daya manusia,
keuangan dan sarana serta prasarana sekolah.
4. Supervisor, sebagai pengawas pelaksanaan seluruh kegiatan sekolah.
5.Inovator, sebagai pencipta ide atau gagasan baru untuk memajukan sekolah.
6.Motivator, sebagai pendorong semangat kerja setiap anggota dalam organisas sekolah agar
dapat bekerja dengan sebaik-baiknya.
Tags