studi kasus pembelajaran matematika ppg daljab

RomauliSinambela 145 views 5 slides Oct 28, 2024
Slide 1
Slide 1 of 5
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5

About This Presentation

studi kasus


Slide Content

Pengalaman Nyata dalam Melaksanakan
Pembelajaran Berdiferensiasi
1. Permasalahan yang Pernah Saya Hadapi: Sebagai
seorang guru, saya pernah menghadapi
tantangan
dalam melaksanakan pembelajaran di kelas dengan berbagai kemampuan akademik.
Salah
satu permasalahan yang saya temukan adalah terdapat adanya perbedaan potensi ataupun
kemampuan
yang dimiliki siswa dalam suatu kelas. Ada beberapa siswa yang sangat cepat
memahami
materi, namun ada yang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memahami
materi
pembelajaran yang sedang disampaikan. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran
menjadi
tidak maksimal sehingga hasil pembelajaran yang didapatkan juga tidak merata.
Permasalahan
ini terjadi di kelas VII pada Semester Genap tahun ajaran 2023/2024. Salah
satunya
dalam Penilaian Tengah Semester hanya terdapat 12 orang (sekitar 43 persen) siswa
yang
tuntas mencapai nilai KKM 70 sedangkan sisanya yaitu 16 orang (57 persen) siswa tidak
tuntas
(di bawah KKM) dalam pembelajaran Matematika yang saya ampu.
2. Upaya Saya untuk Menyelesaikannya: Untuk
mengatasi permasalahan ini, saya menerapkan
pembelajaran
berdiferensiasi mulai dari diferensiasi konten, diferensiasi proses dan juga
diferensiasi
produk. Dalam pembelajaran
Berdirefensiasi konten
saya membuat media yang
bervariasi
berupa bahan ajar, Tayangan slide PPT, video Pembelajaran, menggunakan aplikasi
Geogebra
dalam menggambar bangun datar serta berbagai alat peraga Matematika sehingga
siswa
yang memiliki gaya belajar yang berbeda dapat memilih media mana yang diminati.
Melalui
pembelajaran
Berdiferensiasi Proses,
siswa belajar dengan berkelompok berdasarkan
tingkat
kemampuannya agar dapat disesuaikan dengan tingkat kesulitan materi yang akan
diberikan.
Terdiri dari tiga kelompok yaitu :
1.
Kelompok cepat belajar yaitu (12 orang siswa) diberi materi dan soal-soal dengan tingkat
kesulitan
lebih tinggi serta tugas proyek.
2.
Kelompok Menengah (10 Siswa) diberi materi dan latihan soal yang lebih terstruktur dengan
diskusi
kelompok kecil.
3.
Kelompok Tertinggal (6 Siswa) yang diberi bimbingan individu, alat bantu visual dan soal
lebih
mendasar.
Sedangkan
Pembelajaran
Berdirefensiasi Produk,
saya memberikan kebebasan kepada siswa
dalam
kelompoknya masing-masing untuk menghasilkan kreatifitas terhadap produk ataupun alat
peraga
yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran

Saya
juga melakukan
Pendampingan Intensif
bagi siswa kelompok Tertinggal dengan
memberikan
masalah yang lebih kontekstual contohnya dalam memahami bentuk aljabar
menggunakan
masalah sehari-hari contoh dalam materi data siswa melakukan pengumpulan
berat
badan serta tinggi dan untuk disajikan dala diagaram batang. Selain itu saya juga
mengarahkan
siswa yang lebih cepat memahami materi untuk membantu temannya yang lebih
lambat.

3. Hasil dari Upaya Saya: Hasil
dari upaya yang saya lakukan, terjadi peningkatan hasil
pembelajaran.
Yang mana, dalam Penilaian Akhir Semester jumlah siswa yang memperoleh nilai
di
atas KKM meningkat dari 12 siswa (43 %) menjadi 23 siswa (82%). Kelompok menengah
menunjukkan
peningkatan dengan 8 dari 10 siswa melewati batas KKM, sedangkan kelompok
tertinggal
3 dari 6 siswa mencapai nilai minimal 70, yang sebelumnya sulit untuk tercapai.
Dengan
pembelajaran yang saya lakukan, siswa yang yang tadinya pasif menjadi terlihat aktif
dalam
kelompoknya serta kepercayaan dirinya meningkat yang ditunjukkan dengan berani
menyampaikan
hasil diskusi di depan kelas serta berani memberikan pendapat. Serta hubungan
sosial
antar siswa juga meningkat, terlihat dari siswa yang lebih cepat menjadi mentor bagi
temannya
yang lebih lambat. Tidak ada lagi siswa yang merasa tertinggal dan bosan karena
tingkat
kesulitan materi juga diberikan berdasarkan kemampuan yang dimiliki masing-masing
siswa
dan setiap siswa mendapatkan pendampingan yang sesuai.
4. Pengalaman Berharga yang Bisa Saya Petik: Pengalaman
berharga yang bisa saya ambil
setelah
menyelesaikan permasalahan tersebut adalah penting bagi pendidik untuk dapat
memahami
kebutuhan dari setiap peserta didik di kelas agar dapat menyesuaikan dengan metode
pembelajaran
yang akan dilakukan serta memberikan pendampingan yang sesuai.
Melalui
pembelajaran berdiferensiasi yang telah saya lakukan membarikan dampak positif dalam
menciptakan
lingkungan pembelajaran yang lebih kondusif serta dapat meningkatkan
pemahaman
siswa terhadap setiap materi yang dipelajari. Peningkatan tersebut membuktikan
bahwa
setiap peserta didik dapat memperbaiki capaian belajarnya dengan pendekatan yang tepat.
Pembejaran
kooperatif dalam kelompok juga dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional
siswa
sehingga timbulnya interaksi antar siswa serta lingkungan belajar yang saling mendukung.
Dengan
pembelajaran yang lebih inklusif, saya melihat pendekatan pembelajaran yang sesuai
mampu
meningkatkan motivasi belajar, pemahaman terhadap materi dan prestasi belajar siswa
dengan
signifikan.

1.
Permasalahan yang pernah saya hadapi dalam pembelajaran yaitu saya menemukan perbedaan
kemampuan
akademis yang dimilki siswa di dalam kelas. Perbedaan tersebut yaitu hanya sedikit
siswa
yang mampu menangkap materi pembelajaran dengan cepat sedangkan sebagian lainnya
membutuhkan
waktu yang lebih lama. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi berjalan tidak
maksimal
dan hasil pembelajaran yang diperoleh tidak memuaskan. Permasalahan tersebut
terjadi
di kelas VII Semester Genap tahun ajaran 2023/2024. Dalam penilaian Tengah Semester
Genap
diperoleh hasil hanya sekitar 12 orang (43 %) siswa yang memperoleh nilai diatas KKM
sedangkan
26 orang (57 %) lainnya tidak mencapai KKM 70 dalam pembelajaran Matematika
yang
saya ampu.
2.
Upaya Saya untuk menyelesaikannya adalah dengan menerapakan pembelajaran
berdiferensiasi
konten, berdiferensiasi proses da berdiferensiasi produk. Melalui pembelajaran
berdiferensiasi
konten saya membuat berbagai media pembelajaran seperti tayangan slide power
point,
vidio pembelajaran, LKPD kontekstual, bahan ajar / bahan bacaan ataupun alat peraga
sederhana
sehingga siswa yang memiliki berbagai kemampuan / potensi dan minat di kelas
tersebut
dapat memilih media yang disukai untuk belajar. Pembelajaran Berdiferensiasi Proses ,
saya
mengelompokkan siswa berdasarkan analisis kemampuanya pada hasil PTS tersebut dalam
tiada
kelompok belajar yaitu
a.
Kelompok Cepat belajar 12 orang yaitu diberikan materi dan latihan soal dengan tingkat
kesulitan
yang tinggi serta memberikan tugas proyek.
b.
Kelompok Menengah 10 orang yaitu diberikan materi dan latihan soal yang terstruktur dengan
diskusi
kelompok kecil
c.
Kelompok Tertinggal 6 orang yaitu diberikan pendampingan yang lebih intensif serta materi
dan
latihan soal dengan tingkatan yang lebih rendah.
Melalui
pembelajaran bediferensiasi Produk, siswa diberikan kebebasan untuk berkreativitas
terhadap
produk atau membuat alat peraga untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Selain
itu juga saya memberikan pendampingan yang intensif terhadap siswa kelompok
tertinggal
dengan memberikan masalah yang lebih kontekstual misalnya dalam penyajian data
mengukur
tinggi badan dan berat badan anggota kelompoknya lalau mambuat dalam diagram
batang.
Juga saya menagarah siswa yang cepat belaar untuk membantu temannya yang tertinggal
agar
dapat memahami pembelajaran .
3.
Hasil dari upaya tersebut adalah terlihat adanya peningkatan hasil pembelajaran siswa PAS
Genap
2023/2024 dari 12 Orang siswa atau 43% yang tuntas menjadi 23 siswa atau 82%.
Terlihat
bahwa 8 dari 10 siswa kelompok menengah mencapai nilai di atas KKM sedangkan 3
dari
6 siswa kelompok Tertinggal mencapai nilai minimal KKM yaitu 70. Kelompok menengah
menunjukkan
8 dari 10 siswa mencapai nilai di atas KKM serta Kelompok Tertinggal
menunjukkan
3 dari 6 siswa encapai nilai minimal KKM. Hal ini terjadi peningkatan yang sangat
signifikan.
Selain itu juga dalam pembelajaran siswa semakin termotivasi belajar, terlihat lebih
aktif
serta mau membrikan pendapat sehingga timbulnya suasana kelas yang hidup. Serta

terjalinnya
hubungan sosial yang baik antara siswa terlihat dari siswa yang membantu siswa
kelompok
lain untuk memahami materi yang diberikan.
4.
Pembelajaran bermakna yang saya dapatkan adalah penting bagi pendidik untuk
menyesuasikan
metode pembelajaran dengan kebutuhan dan potensi/minat murid agar
pembelajaran
yang dialkukan membuahkan hasil yang maksimal. Dengan pembelajaran yang
sesuai
dengan tingkat kemampuan peserta didik tersebut siswa mampu memperbaiki hasil
belajarnya.
Karena dengan metode pembelajaran yang sesuai dapat menimbulkan rasa empati
siswa
terhadap pembelajaran. Serta guru juga harus mampu meningkatkan kemampuan sosial
emosinal
pserta didik dalam kelas dengan meningkatka interaksi antar siswa melalui kelompok
dan
saling membantu.
1.
Permasalahan yang pernah saya hadapi dalam pembelajaran adalah terdapat perbedaan tingkat
kemampuan
siswa dalam memahami suatu materi pembelajaran. Ada sebagian kecil siswa yang
dengan
cepat memahami suatu materi pembelajaran sedangkan sebagian besar lainnya
membuatuhkan
waktu yang lama untuk menangkap konsep yang sedang dipelajari. Hal ini
menyebabkan
pembelajaran kurang maksimal dan hasil pembelajaran yang dicapai tidak sesuai
dengan
yang diharapkan. Salah satunya di kelas VII Tahun Ajaran 2023/2024, pada Penialain
Tengah
Semester Ganjil diperoleh hanya 12 siswa (43%) yang berhasil mencapai nilai minimal
70
(KKM) sedangkan 16 orang lainnya (57%) tidak tuntas pada pembelajaran matematika yang
saya
ampu.
2.
Upaya yang saya lakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan
menerapkan
pembelajaran berdiferensiasi yaitu berdiferensiasi konten, berdiferensiasi proses dan
berdiferensiasi
produk serta menerapkan pembelajaran sosial emosional kepada peserta didik.
Dalam
pembelajaran berdiferensiasi konten, saya membuat media pembelajaran yang
bervariasiyaitu
tayangan slide power point, LKPD yang kontekstual, menggunakan software
Geogebra
dalam materi bangun datar, membuat bahan ajar yang menarik dan mudah dipahami,
serta
membuat alat peraga sederhana. Sehingga siswa dapat memilih media yang paling disukai
agar
siswa tersebut dapat memahami materi.
Pembelajaran
berdiferensiasi proses yang saya terapkan yaitu dengan mengatur siswa duduk
dalam
kelompok yaitu
a.
siswa kelompok cepat belajar yaitu 12 siswa diberikan materi dan soal-soal yang kompleks
dan
tingkat kesulitan tinggi serta membarikan tugas proyek.
b.
siswa kelompok menengah yaitu 10 siswa diberikan materi dan soal-soal yang terstruktur
serta
dibentuk kelompok kecil.

c.
siswa kelompok tertinggal yaitu 6 siswa diberikan materi dan latihan soal yang mendasar serta
mudah
dipahami serta memberikan pendampingan yang lebih intensif.
Melalui
pembelajaran berdiferensiasi produk, saya memberikan kebebasan kepada siswa untuk
berkreatifitas
terhahap produk atau alat peraga untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Selain
itu, saya juga melakukan pendampingan khusus bagi siswa yang tertinggal agar dapat
lebih
mudah memahami materi yang dipelajari serta mengajak siswa yang lebih cepat belajar
untuk
membantu temannya yang lebih lambat. Sehingga timbul rasa empati antar siswa dan antar
siswa
dengan guru.
3.
Hasil dari upaya yang saya lakukan adalah terjadi peningkatan hasil pembelajaran siswa. Hal
ini
terlihat dari hasil Penilaian Akhir Semester Genap tahun ajaran 2023/2024 diperoleh bahwa
23
siswa (82 %) mencapai nilai minal KKM dari sebelumnya pada PTS hanya 12 siswa (43%).
Terdapat
8 dari 10 siswa kelompok menengah mencapai nilai KKM sedangkan 3 dari 6 siswa
kelompok
tertinggal mencapai nilai minimal 70. Selain itu juga, terlihat di dalam kelas siswa
semakin
aktif dan berani untuk memberikan pendapatnya terhadap hasil pekerjaan temannya, ini
menunjukkan
adanya umpan balik atau komunikasi dua arah yang baik. Serta terlihat suasana
kelas
yang nyaman.
4.
Pengalaman berharga yang bisa saya petik dalam menyelesaikan masalah tersebut adalah
seorang
guru harus mampu memahami kondisi dan kebutuhan belajar peserta didik agar mampu
menyesuaikannya
dengan pembelajaran yang akan dilakukan. Guru harus mengetahui potensi,
minat,
gaya belajar serta harus mampu memberikan empati kepada peserta didik dengan
memberikan
pembelajaran yang menyenangkan.
Tags