Tata Ibadah Minggu untuk dipakai UEM.docx

benmessisinaga 1 views 8 slides Sep 03, 2025
Slide 1
Slide 1 of 8
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8

About This Presentation

Minggu kerja sama dengan UEM melalui GKPS


Slide Content

L I T U R G I I B A D A H M I N G G U
“UEM SUNDAY”
MINGGU TRINITATIS
Minggu, 12 Juni 2022
1. PERSIAPAN/INTROITUS
Doa Konsistorium
Pengantar (L. = Liturgos; J. = Jemaat)
L.: Saudara-saudari dalam Tuhan Yesus Kristus, terpujilah Tuhan atas
anugerahNya yang memampukan kita sebagai gereja-gereja anggota United
Evangelical Mission (UEM) untuk bersama dalam persekutuan yang kita
rayakan dengan istilah UEM Sunday atau Minggu UEM, dan sekaligus Hari
Pertanian bagi Gereja Kalimantan Evangelis. Dalam ibadah hari ini, kita memakai
tata ibadah dari Gereja Kalimantan Evangelis (GKE).

Sesuai dengan salah satu falsafah yang menjadi salam dalam masyarakat
Dayak, mengatakan:
"ADIL KA`TALINO, BACURAMIN KA`SARUGA, BASENGAT KA`JUBATA"
J.: “ARUS..ARUS..ARUS..”
(*artinya : amin, amin, amin)
L.: Melalui falsafah ini, kita diingatkan bahwa dalam hidup ini kita harus bersikap
adil, jujur, tidak diskriminatif terhadap sesama manusia dan seluruh ciptaan,
dengan mengedepankan perbuatanperbuatan baik seperti di surga berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa, kendatipun di tengah masa Pandemi yang terjadi di
berbagai belahan dunia.
Untuk itu, sebagai bagian dari anggota UEM yang merupakan kesatuan dari
Tubuh Kristus (1 Korintus 12), kita diajak untuk menyatakan iman melalui
penyerahan dan pengandalan diri secara penuh kepada Tuhan dalam setiap
langkah hidup dan tanggung jawab kita. Terpujilah Tuhan!
Marilah kita berdiri untuk memulai ibadah. Muliakan Allah Bapa.

J.: (menyanyikan K.J. No. 242:1-3 “MULIAKAN ALLAH BAPA”)
c. Prosesi
(Pada saat nyanyian pembuka, yaitu bait 1-2, beberapa orang warga
jemaat (yang sudah dipersiapkan sejak awal) mengenakan pakaian petani
dan menggunakan masker (simbol pandemi), membawa alat pertanian
dan hasil bumi (sayur, buah, dll), berjalan menuju arah altar dan
meletakkan alat pertanian serta hasil bumi di tempat yang telah
dipersiapkan di depan mezbah. Setelah itu mereka kembali ke tempat,
dilanjutkan dengan Votum dan Salam.)
1

2.VOTUM DAN SALAM (Jemaat Berdiri)
L.: Di dalam nama Allah Bapa, dan Anaknya Yesus Kristus, serta Roh Kudus,
Pencipta langit dan bumi. Amin.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus
Kristus menyertai kamu (1 Kor. 1:3). J.: Menyanyikan K.J. No. 478 c
1 . 2 3 / 4 . 3. ‘ / 2 . 1 . ‘ / 4 . 2 . / 1 . . . /

A - - - - - - min a - min, a - - min. (Jemaat duduk)

3.MENYANYI K.J. NO. 337:1-2 “BETAPA KITA TIDAK BERSYUKUR”
Betapa kita tidak bersyukur bertanah air kaya dan subur; lautnya luas,
gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah. Itu semua
berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa; Itu semua berkat karunia
Allah yang Agung, Mahakuasa.

Alangkah indah pagi merekah bermandi cah’ya surya nan cerah, ditingkah
kicau burung tak henti, bunga pun bangkit harum berseri. Itu semua
berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa; Itu semua berkat karunia
Allah yang Agung, Mahakuasa.
4.PENGAKUAN DOSA (Jemaat Berdiri)
L.: Setelah kita menjalani kehidupan dari waktu ke waktu, Allah dengan setia
menyertai dan memberkati kita. Namun, kita masih sering melanggar perintah-
Nya. Kini saatnya kita merenung ulang dan menyesali dosa di hadapan Tuhan
dalam saat teduh.

. . . . . . . . . . saat teduh sejenak . . . . . . . . . . . . . .
Marilah kita datang untuk mengaku dosa dan kelemahan kita di hadapan Tuhan
dengan tulus ikhlas dalam doa:
Allah Bapa yang baik, yang kami kenal dalam Tuhan Yesus Kristus. Segala pujian
syukur kami hanya kepadaMu oleh karena Engkaulah, ya Tuhan, yang layak
untuk disembah dan dimuliakan. Tuhan telah memberkati dan menyertai
pekerjaan dan pelayanan kami. Tuhan telah melindungi dan menuntun kami;
Tuhan telah memberikan kami anugerah untuk menjalani siang dan malam, suka
dan duka, manis dan pahit pada jalan yang kami tempuh.
Sungguhpun demikian, ya Tuhan, semua itu tidak selalu membuat kami dapat
bertahan dalam kebenaranMu. Kami mengaku telah melanggar perintah Tuhan
dan berbuat dosa. Oleh pengasihan AnakMu, Tuhan Yesus Kristus, kami mohon
pengampunan atas dosa-dosa kami, agar kami dilayakkan menerima kasih dan
anugerah Tuhan. Berkenanlah Tuhan mendengarkan doa permohonan kami,
demi Yesus Kristus Tuhan, kami berdoa. Amin.

5.BERITA ANUGERAH DAN PETUNJUK HIDUP BARU
L.: Sebagai hamba Tuhan Yesus Kristus, kami memberitakan keampunan dosa
bagi setiap orang yang telah mengaku dosanya dengan tulus ikhlas
di hadapan Tuhan, “Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu
seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang
tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau!” (Yesaya
44:22).
Dan dengarkanlah akan Hukum Tuhan seperti yang tertulis dalam Injil Matius
22:37-40, “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan
segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal
budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum
yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia
seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh
hukum Taurat dan kitab para nabi." Amin.
(Jemaat duduk)

6.MENYANYI KIDUNG PUJIAN “FIRMAN-MU P’LITA BAGI KAKIKU”
FirmanMu p’lita bagi kakiku, terang bagi jalanku.
FirmanMu p’lita bagi kakiku, terang bagi jalanku.
Waktu ku bimbang, dan hilang jalanku, tetaplah Kau di sisiku.
Dan tak'kan ku takut, asal Kau di dekatku, besertaku selamanya.
FirmanMu p’lita bagi kakiku, terang bagi jalanku.
2

7.PENGAKUAN IMAN
L.: Marilah kita berdiri. Kita bersama-sama dengan orang percaya dari segala
masa dan tempat, marilah kita mengikrarkan Pengakuan Iman Kristen.
L+J.: Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan
bumi. Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, yang
dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang
menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan
dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, pada hari yang ketiga bangkit
pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah,
Bapa Yang Mahakuasa, dan akan datang dari sana untuk menghakimi
orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan Am, persekutuan
orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan daging, dan hidup yang
kekal. Amin.
(Jemaat duduk)

8.WARTA JEMAAT
9.MENYANYI K.J. NO. 15 “KUSIAPKAN HATIKU, TUHAN”

10.KHOTBAH: Mazmur 8:1-10
(Setelah khotbah, Pengkhotbah tetap berada di mimbar hingga
penyampaian berkat)


3

11.MENYANYI N.K.B. NO. 102 “SEBARKAN WARTANYA”

12.DOA SYAFAAT
Pengkhotbah:
Melalui doa syafaat saat ini, kita berdoa bersama seraya memegang dan
membuka Alkitab/Bibel kita, sebagai simbol kesediaan kita untuk menjadi pelaku
firmanNya.
(Jemaat diajak untuk berdoa sambil memegang Alkitab/Bibel).

Pengkhotbah:
Bapa yang di sorga, kami berterima kasih atas berkat dan penyertaanMu,
sehingga pada kesempatan ini kami dapat berkumpul bersama untuk
memuliakan namaMu. Kami umatMu menyadari bahwa kami masih sering
berbuat dosa dan berbuat salah, namun Engkau tetap mengasihi kami seperti
bapak yang mengasihi anaknya. Saat ini perkenankanlah kami Tuhan, untuk
menaikkan doa syafaat kami.
Ya Tuhan, kami berdoa bagi bangsa dan negara di seluruh dunia di tengah
ancaman politik, sosial, dan ekonomi, yang berpotensi memecah belah, secara
khusus bangsa kami Indonesia. Kami berdoa bagi pemerintahpemerintah kami.
Kami mohon Tuhan menolong kami….
J: Untuk menjadi pelaku firmanMu, dengan mendukung di dalam doa
sebagai bagian dari warga negara, kiranya Tuhan memberkati bangsa dan
negara dunia, secara khusus Indonesia. Tuhan memberkati pemerintah
dari tingkat pusat hingga daerah dalam menjalani tanggung jawabnya.
P: Ya Tuhan, kami mengingat pulau Kalimantan, secara khusus Kalimantan Timur
dalam persiapan menjadi Ibu Kota Negara, dalam perkenan Tuhan.
Kami mohon Tuhan menolong kami…
J: Untuk menjadi pelaku firmanMu, dengan mendukung di dalam doa dan
karya setiap persiapan serta perencanaan yang dilakukan pemerintah,
gereja, dan masyarakat di Kalimantan, secara khusus Kalimantan Timur.
P: Ya Tuhan kami, di tengah perayaan Minggu UEM hari ini, kami berdoa bagi
lembaga misi UEM. Kami mohon Tuhan menolong kami…
J: Untuk menjadi pelaku firmanMu. Sebagai alat di tangan Tuhan, UEM
semakin diberkati dalam misi yang dilaksanakan dengan cara bersaksi
tentang Kerajaan Allah, berjuang untuk keadilan dan perdamaian di dunia.
UEM hadir dalam perkenan Tuhan untuk menjadi berkat bagi seluruh
ciptaan Tuhan.
P: Ya Tuhan kami, kami berdoa bagi seluruh gerejaMu, khususnya gerejagereja
anggota UEM. Kami mohon Tuhan menolong kami…
4

J: Untuk menjadi pelaku firmanMu. Kiranya Tuhan meneguhkan
persekutuan yang terjalin di antara gereja-gereja anggota UEM agar
saling menopang untuk melaksanakan seluruh program, sehingga
menjadi berkat.
P: Ya Tuhan kami, kami berdoa bagi hamba-hamba Tuhan: Pendeta, Penginjil,
Sintua, Syamas, Guru Sekolah Minggu, serta semua pelayan di gerejaMu dalam
gumul dan juang. Kami mohon Tuhan menolong kami…
J: Untuk menjadi pelaku firmanMu. Tuhan menguatkan dan menuntun
hambahamba Tuhan dalam setiap tanggung jawab yang dilakukan dalam
melayani umat Tuhan di berbagai wilayah.
P: Ya Tuhan kami, kami berdoa bagi keluarga-keluarga Kristen di tengah
pengharapan dan pergumulan. Kami mohon Tuhan menolong kami…
J: Untuk menjadi pelaku firmanMu. Kami mengundang Tuhan berkuasa
atas kehidupan keluarga setiap orang percaya. Tuhan memberkati suami-
istri, anak-anak, sanak saudara kami, kiranya senantiasa ada dalam kuasa
kasih Tuhan.
P: Ya Tuhan kami, kami berdoa bagi anak-anak, generasi muda. Kami mohon
Tuhan menolong kami…
J: Untuk menjadi pelaku firmanMu. Kiranya anak-anak bertumbuh dalam
kasih Tuhan, generasi muda diberikan hikmat dalam menghadapi setiap
tantangan dan godaan yang membuat mereka terjerat dalam narkoba,
pergaulan bebas, kemalasan, dan sebagainya. Kiranya masa depan para
generasi muda penuh dengan pengharapan.
P: Ya Tuhan kami, melalui momen hari Pertanian, kami berdoa untuk sawah dan
ladang, usaha, pekerjaan, serta pelayanan kami. Kami mohon Tuhan menolong
kami…
J: Untuk menjadi pelaku firmanMu dan mengandalkan Tuhan dalam
menjalankan setiap tanggung jawab kami. Kami berdoa untuk para petani,
pegawai, karyawan, yang berjuang mempertahankan kehidupan melalui
daya dan upaya. Kami percaya Tuhan menolong dan memberkati kami.
P: Ya Tuhan kami, kami berdoa bagi anak yatim-piatu, janda-duda, usia lanjut,
anak-anak terlantar, orang miskin, orang terpenjara. Kami mohon Tuhan
menolong kami…
J:Untuk menjadi pelaku firmanMu. Meski di tengah keterbatasan dan
keadaan yang sulit, Tuhan senantiasa menyediakan apa yang diperlukan,
memberkati, dan tidak pernah meninggalkan kami.
P: Ya Tuhan kami, saat ini banyak saudara-saudara kami yang sedang sakit, yang
kehilangan mata pencaharian, bahkan kehilangan anggota keluarga yang
dikasihi, kami mohon Tuhan menolong kami…
J: Untuk menjadi pelaku firmanMu. Kiranya kami dipulihkan dari pandemi
ini, Tuhan berbelas kasih dalam kehidupan kami, bagi yang sakit,
berbeban berat, kami percaya Tuhan menolong kami, memelihara kami di
tengah ancaman pandemi ini.
P: Ya Tuhan, kami bersyukur atas pencurahan Roh Kudus yang Tuhan nyatakan
dalam hidup kami, yang menghibur dan memimpin kami serta saat
memampukan kami berseru dalam permohonan doa ini. Kami menyerahkan
kehidupan dan doa kami di dalam nama AnakMu, Yesus Kristus yang telah
mengajar kami berdoa demikian:
P & J: Bapa kami yang di sorga. Dikuduskanlah namaMu. Datanglah
kerajaanMu. Jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga. Berikanlah
kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami
akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah
kepada kami.
Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah
kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya kerajaan,
dan kekuasaan, dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

13.PERSEMBAHAN SYUKUR (P.= Pengkhotbah)
P.: Sekarang ada kesempatan bagi kita untuk menyerahkan persembahan
syukur kepada Tuhan. Sebagai ucapan syukur atas persekutuan gereja– gereja
anggota UEM, maka salah satu kantong persembahan diserahkan kepada UEM
dalam rangka penggalangan dana United Action.

5

a.Nas Pengantar (Kejadian 8:21-22)
Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah
TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena
manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak
kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti
yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti
musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang
dan malam." Sekarang, marilah kita mengumpulkan persembahan kita.

b.Nyanyian Persembahan:
(Sementara persembahan syukur dikumpulkan, Jemaat menyanyi K.J. No.
381:1 dan seterusnya “YANG MAHAKASIH”. Nyanyian diselingi musik
c.Doa Persembahan:
P.: Jemaat diundang berdiri. Kita berdoa untuk persembahan kita. Ya Tuhan,
kami bersyukur atas segala sesuatu yang telah diberikan dalam kehidupan kami.
Tuhan senantiasa menyediakan dan mencukupkan yang kami perlukan,
memberkati setiap pekerjaan sebagai pelayanan kami kepada Tuhan. Pada saat
ini kami membawa persembahan syukur sebagai tanda kasih dan ketaatan kami,
seraya mempersembahkan kehidupan kami sebagai persembahan yang hidup
dan berkenan bagi Tuhan. Di dalam nama Yesus Kristus Tuhan dan
Juruselamat, kami berdoa. Amin.
d.BERKAT
P.: Pergilah dengan sukacita dan terimalah berkat Tuhan:
“Allah sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kita dalam Kristus
kepada kemuliaan-Nya yang kekal, Dialah yang melengkapi, meneguhkan,
menguatkan, dan mengokohkan saudara-saudari. Dialah yang empunya kuasa
sampai selama-lamanya. Amin.”
e.J.: Menyanyi N.K.B. No. 225
Do = g 4/4 “Haleluya Amin”
1 . 2 3 5 / 6 . 7 i 7 / i . 7 6 5 / Ha le lu ya, Ha le lu ya, Ha le lu
ya,
5 . 1 2 3 4 / 3 . 5 i 5 / 6 . 5 . / Ha le lu ya, Ha le lu ya. A
min .

4 . 3 . / 2 . 1 . //
A - min. A - min.
f.DOA KONSISTORIUM

6

SEKILAS MENGENAL
GEREJA KALIMANTAN EVANGELIS

Gereja Kalimantan Evangelis (disingkat GKE) merupakan Gereja terbesar di
Pulau Kalimantan yang berkantor Sinode di Jl. Jenderal Sudirman No. 04
Banjarmasin, Kalimantan Selatan – tempat dari sejarah mulainya penginjilan di
Kalimantan. GKE berada di 5 wilayah pelayanan, yaitu: 4 provinsi di Kalimantan
dan 1 jemaat di DKI Jakarta. Jumlah Resort definitif sebanyak 102 dan Calon
Resort berjumlah 18. Di wilayah provinsi Kalimantan Timur terdiri dari 5 Resort /
Calon Resort. Di wilayah provinsi Kalimantan Barat terdiri dari 19 Resort / Calon
Resort. Di wilayah provinsi Kalimantan Tengah terdiri dari
86 Resort / Calon Resort. Di wilayah provinsi Kalimantan Selatan terdiri dari 10
Resort / Calon Resort. Untuk jumlah jemaat Definitif sebanyak 1.202 dan Calon
Jemaat berjumlah 289. Untuk jumlah jiwa terdiri dari 90.659 Kepala Keluarga,
210.400 anggota Sidi dan 343.023 orang jiwa. GKE sendiri memiliki 972 orang
Pendeta aktif, 9.620 orang Penatua, 8.613 orang Diakon, dan 2.569 orang Guru
Sekolah Minggu.
Berdirinya GKE berawal dari hadirnya seorang Pendeta dari Jemaat Barmen
(Jerman) yang berangkat dari Betawi pada tanggal 11 Mei 1835 dan berlayar
menuju pulau Borneo. Pendeta tersebut bernama Johan Heinrich Barstein. Ia
menumpang kapal layar milik orang Arab dan kapal itu sendiri baru tiba di
Banjarmasin sesudah menempuh perjalanan berlayar selama 44 hari. Tidak lama
kemudian, Pendeta tersebut mudik melalui sungai Barito lalu masuk sungai
(Kapuas) Murung. Ia ditemani seorang Kristen Hindia, yang bersamasama
dengannya dari Betawi, namanya Loekas Mondon. Dalam perjalanannya, mereka
menggunakan perahu yang didayung oleh 13 orang pendayung. Pada tanggal 15
Juli, pendeta Barstein untuk pertama kali melihat negeri orang Ngaju, yaitu, desa
Sungai Apoei, yang terletak di tepi sungai (Kapuas Murung). Desa tersebut
adalah kedudukan Raden Labih, kepala suku yang memerintah wilayah Pulau
Petak. Karena kepala suku itu tidak berada di desa tersebut, maka anaknya,
Ambo, yang berusia 23 tahun, menyambut kedatangan tamu dari Banjarmasin
ini. (Dikutip dari ”Tahioe Gredja Dajak, Ampin Tamparae
Toentang Pesta Pangingat 100 Njelo”, terbitan Bazlershe Zending Bandjermasin,
1935. Penerjemah, Prof. M. P. Lambut. Ems).
Kemudian setelah tahun 1835, datang lagi missionaris RMG gelombang
kedua dan seterusnya ke Kalimantan. Setelah empat tahun para missionaris
memberitakan Injil di Kalimantan, dilaksanakan baptisan pertama oleh
missionaris Hupperts pada tanggal 10 April 1839 di kampung Bethabara
(sekarang Kec. Pulau Petak, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah) yang merupakan
cikal bakal Gereja Dayak Evangelis (GDE) yang selanjutnya berubah menjadi
Gereja Kalimantan Evangelis (GKE). Pada Sinode Umum XXIII GKE di Tamiang
Layang, tanggal baptisan pertama ini sekaligus ditetapkan menjadi tanggal
lahirnya GDE/GKE (10 April 1839), yang hingga saat ini GKE telah berusia 183
tahun.
Visi Teologis GKE adalah Terwujudnya Langit yang Baru dan Bumi yang
Baru (Wahyu 21:1–3). Dan yang menjadi Visi Strategis GKE 2015-2040 yaitu:
Terwujudnya Warga GKE Yang Misioner. Untuk mewujudkan Visi di atas dan
sekaligus menjawab permasalahan yang dihadapi GKE, maka ditetapkanlah Misi
GKE dalam periode pelayanan 2021-2026. Segenap jajaran GKE siap untuk
menjadi alat dalam tangan Tuhan untuk mewujudkan warga jemaat yang
misioner, yakni warga jemaat yang berakar, bertumbuh, dan berbuah (Efesus
4:11-16; Kolose 2:6-7; Matius 28:18-20). Melengkapi dan mengembangkan pokok-
pokok ajaran GKE, terutama tentang jemaat misioner dan pelayanan digital
(digital ministry). Meningkatkan keunggulan layanan pendidikan, kesehatan,
ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif dalam melaksanakan tugas misioner.
Memfungsikan struktur organisasi GKE secara maksimal dalam rangka
mewujudkan jemaat misioner melalui program pelayanan PKB dan Misi GKE.
Meningkatkan kualitas SDM fungsionaris GKE yang kapabel, konstruktif,
komunikatif, kreatif, inovatif, dan aktratif, yang sebarannya merata pada seluruh
wilayah layanan GKE, sehingga mampu memberikan keunggulan pelayanan
kepada warga jemaat dan masyarakat luas. Meningkatkan kapasitas SDM
fungsionaris GKE secara organisatoris dan pelayanan, sehingga mampu
menghadapi kompleksitas layanan namun tetap berpedoman pada kaidah
organisasi. Meningkatkan kualitas dan frekuensi pelayanan gereja digital/virtual.
Melakukan efisiensi pada semua tataran organisasi dengan memanfaatkan
sebesar-besarnya kemajuan IT melalui layanan berbasis aplikasi digital.
Melakukan evaluasi diri dan kajian terhadap sistem organisasi agar lebih
mumpuni menjawab tantangan zaman, mampu menilai kinerja pekerja, dan
7

fleksibel dalam dunia teknologi digital. Meningkatkan pembinaan dan pelayanan
bagi anak, remaja, pemuda secara terstruktur dan terencana dengan anggaran
yang memadai. Mengembangkan dan meningkatkan pelayanan untuk kelompok
lanjut usia dan kaum difabel. Melaksanakan upaya-upaya sentralisasi keuangan
secara bertahap mulai tahun 2021 untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja
yang berkeadilan, peningkatan kesejahteraan pensiun pekerja, dan kelancaran
program pelayanan bersama. Mewujudkan badan usaha dan aset GKE yang
terdaftar dan memenuhi syarat (qualify) berdasarkan ketentuan OJK serta
mampu mengelola dan mengembangkan investasi pensiun GKE dengan baik,
sehingga menghasilkan keuntungan yang dapat menambah investasi jaminan
hari tua para pekerja GKE. Melakukan upaya-upaya terukur dan terarah untuk
meningkatkan nilai manfaat pensiun bagi para pekerja GKE. Meningkatkan
upaya-upaya kreatif nontradisional untuk kemandirian dana, pelaksanaan
program rutin dan non-rutin, kesejahteraan pekerja dan topang- menopang.
Bersama sesama warga bangsa dari berbagai latar belakang suku, agama, dan
budaya dalam menegakkan supremasi hukum, HAM, memelihara alam dan
lingkungan hidup serta sosial budaya untuk mewujudkan keadilan dan
perdamaian. Mewujudkan jaminan kesehatan pekerja GKE secara kolektif,
minimal melalui BPJS Kesehatan atau lembaga jaminan kesehatan lainnya.
Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan GKE untuk menuju unggul sebagai
pilihan utama GKE dan mendorong resort dan jemaat memanfaatkan lulusan STT
(GKE) yang berlimpah. Meningkatkan dialog iman bahwa agama sumber kasih-
perdamaian dan penguatan pendidikan/literasi politik bagi warga gereja untuk
mendorong proses demokratisasi yang adil, jujur, dan sehat. Meningkatkan
kualitas kemitraan dengan lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif dan lembaga-
lembaga negara, lembaga keagamaan serta lembaga kemasyarakatan untuk
memperjuangkan kebaikan, ketertiban, keharmonisan dan kesejahteraan
bersama. Meningkatkan peran dalam memajukan kerja sama ekumenis global,
nasional, dan regional serta dalam aksi global meringankan penderitaan sesama
akibat bencana alam dan bencana kemanusiaan. Bersama dengan seluruh warga
jemaat dan warga masyarakat mempersiapkan diri secara mental, penguatan
SDM, ketahanan ekonomi dan ketahanan budaya untuk menyambut tahapan
perpindahan ibu kota pemerintahan RI ke pulau Kalimantan. Mendukung upaya
pemberantasan korupsi melalui pengajarannya serta gerakan sosial dan moral.
Menumbuhkan kesadaran, kesetaraan, dan keadilan jender dan pengembangan
pembelaan hakhak kepada perempuan dan anak-anak. Meningkatkan kesadaran
dan peran serta pasangan dan keluarga Pendeta dalam pelayanan gerejawi.
Mendukung upaya pemberantasan perjudian, penyalahgunaan narkoba serta
miras, dan penyakit masyarakat lainnya.
8
Tags