Penatalaksanaan infeksi saluran kemih (ISK) berbeda-beda pada wanita, pria,
dan anak-anak karena masing-masing memiliki kecenderungan
etiopatogenesis yang berbeda sehingga memerlukan terapi yang berbeda pula.
Tujuan penatalaksanaan infeksi saluran kemih (ISK) adalah eradikasi infeksi,
mencegah komplikasi dan menghilangkan gejala pada pasien. Pengobatan dini
direkomendasikan untuk mengurangi risiko progresi penyakit ke arah yang
lebih berat. Penelitian menunjukkan bahwa hasil ISK yang mendapat terapi
antibiotik jauh lebih baik dibandingkan terapi plasebo. Pilihan dari
penatalaksanaan ISK bergantung pada jenis ISK tersebut, simpleks atau rumit.
Terapi antibiotik yang adekuat untuk ISK sangatlah penting untuk mencegah
kegagalan terapi dan peningkatan dari resistensi antibiotik. Pemilihan
antibiotik harus berdasarkan dari: spektrum dan pola kerentanan uropatogen,
kemanjuran pada indikasi tertentu pada studi klinikal, harga, ketersediaan obat,
tolerabilitas dan efek yang merugikan. [17-19]
Terapi Sistitis
Pada sistitis simpleks (ISK bagian bawah) respon sangat baik terhadap terapi
antibiotik oral. Berikut adalah beberapa regimen terapi yang efektif untuk
sistitis simple yang akut pada wanita. [6]
Tabel 3 Pilihan Antibiotik Pada Sistitis
Obat dan dosis
Efikasi
klinis, %
Efikasi
bakterial, %
Efek samping
Nitrofurantoin,2x100mg,
selama 5-7hari
84-95 86-92 Mual, sakit kepala
TMP-SMX,2x160-800mg,
selama 3 hari
90-100 91-100
Ruam, urtikaria, mual,
muntah, gangguan
hematologi
Fosfomycin,3g dosis
tunggal, serbuk
70-91 78-83 Diare, mual, sakit kepala
Pivmecillinam, 2x400mg,
selama 3-7 hari
55-82 74-84 Mual, muntah, diare
Golongan Fluoroquinolone,
selama 3 hari
85-95 81-98
Mual, muntah, diare, sakit
kepala, mengantuk,
insomnia
Golongan β- 79-98 74-98 Diare, mual, muntah, rash,