Jenis-jenis Sediaan Parenteral Disusun oleh: Shambhavi Singh, Sina Tajeri Diserahkan kepada: Dr. Amita Sarwal University Institute of Pharmaceutical Sciences
Pendahuluan - Produk Parenteral Produk parenteral harus bebas dari kontaminasi mikroba dan komponen toksik, serta memiliki tingkat kemurnian tinggi. Semua komponen & proses harus menghilangkan kontaminasi fisik, kimia, maupun mikrobiologi. Produk parenteral digunakan melalui injeksi di bawah/menembus kulit atau selaput lendir.
Pengembangan Produk Produk steril akhir harus memberi efek terapeutik. - Faktor fisik & kimia harus minimal. - Sediaan untuk sistem saraf: larutan. - Intramuskular, subkutan, intradermal: larutan, suspensi, emulsi. - Analisis sifat kimia & fisika obat. - Pelarut tidak boleh iritasi jaringan.
Jenis Rute Parenteral - Intravena: ke vena - Intramuskular: ke otot - Subkutan: ke bawah kulit - Intradermal: ke lapisan kulit - Intrakardiak: ke otot jantung (darurat) - Intracerebral: langsung ke otak
Komponen Sediaan Parenteral Pelarut (Vehicle): - Aqueous: air injeksi, air steril, air bakteriostatik - Non-aqueous: minyak tetap, etil oleat, dll. Zat Tambahan: - Antibakteri: fenol, kresol - Buffer: asetat, sitrat - Antioksidan: asam askorbat, tokoferol - Surfaktan: sorbitol monooleat - Agen tonisitas: NaCl, KCl, dekstrosa - Agen pengkelat: EDTA - Ko-pelarut: untuk kelarutan
Klasifikasi Berdasarkan Volume - Small Volume Parenterals (SVP): contoh insulin, penisilin G - Large Volume Parenterals (LVP): contoh cairan infus
Pharmacy Bulk Package Wadah steril dengan banyak dosis tunggal. Digunakan untuk pencampuran infus. Hanya boleh ditusuk sekali setelah rekonstitusi. Harus digunakan di area kerja steril (laminar flow hood).
Berdasarkan Cara Pemberian Injeksi: - Umumnya dengan pelarut berair - Harus stabil & homogen - Dosis tunggal: tanpa pengawet - Dosis ganda: dengan pengawet Infus Intravena: - Larutan/emulsi berair steril, isotonis, >100 mL Serbuk Injeksi/Infus: - Dilarutkan dengan pelarut steril Konsentrat: - Diencerkan sebelum digunakan Implan: - Padat steril untuk pelepasan jangka panjang
Berdasarkan Jenis Sediaan - Larutan Larutan: - Pelarut: air atau non-aqueous - Kelebihan: kompatibel dengan jaringan - Kekurangan: mudah degradasi Syarat Pelarut Ideal: - Mudah melarutkan zat aktif - Toksisitas minimal - Stabil pada pH tertentu - Tidak mudah terdegradasi
Suspensi - Kandungan padat: 0,5–5% (hingga 30% antibiotik) - Rute: subkutan/intramuskular - Ukuran partikel < 5 µm - Mengandung agen penstabil Contoh: kortison asetat Kelebihan: - Untuk obat tidak larut - Tahan oksidasi & hidrolisis - Bisa pelepasan terkontrol
Emulsi - Dispersi heterogen cairan tak bercampur - Ukuran tetesan 1–5 mikron - Jarang digunakan parenteral (sulit stabil) - Diberikan intravena/intramuskular Contoh: emulsi vitamin K1, emulsi nutrisi intravena
Serbuk Kering - Untuk obat tidak stabil dalam air - Dibuat dengan freeze-drying/spray drying - Setelah rekonstitusi harus stabil Contoh: sediaan liofilisasi
Kesimpulan - Sediaan parenteral penting di industri farmasi - Harus steril & stabil - Jenis: injeksi, implan, infus, dll. - Dibuat dalam kondisi aseptik - Sifat fisika & kimia harus dipelajari untuk mencegah inkompatibilitas