elemen gramatikal dalam bahasa indonesia

YusiYustisian1 13 views 30 slides Oct 18, 2025
Slide 1
Slide 1 of 30
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19
Slide 20
20
Slide 21
21
Slide 22
22
Slide 23
23
Slide 24
24
Slide 25
25
Slide 26
26
Slide 27
27
Slide 28
28
Slide 29
29
Slide 30
30

About This Presentation

elemen gramatikal dalam bahasa indonesia


Slide Content

Elemen-elemen gramatikal Salman Dwi maghriza 22882006 Neng aam Siti Marhamah 22881005 Yusi yustian adlah 22882009 Erni garliana 22881006

Pokok bahasan elemen gramatikal 1. Makna gramatikal 2.Struktur gramatikal 3. Elemen-elemen gramatikal

Makna Gramatikal Gramatikal menurut Abdul Chaer ( 1994: 62) adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses gramatika seperti proses afiksasi , proses reduplikasi dan proses komposisi . Seperti yang telah kita ketahui bahwa linguistik merupakan ilmu yang mempelajari bahasa . Linguistik merupakan ilmu yang mengkaji bahasa manusia yang berupa tuturan dalam suatu bahasa . Kemudian linguistik menjadikan bahasa lisan sebagai data primer, sedangkan bahasa tulis sebagai data sekunder

Struktur Gramatikal Sebagai satuan gramatikal tertinggi maka wacana dibentuk dari kalimat atau kalimat-kalimat yang memenuhi persyaratan gramatikal . Dipandang dari segi gramatikalnya , maka kita mempunyai struktur : 1) Subjek 2) Verba 3) Objek

Elemen-elemen Gramatikal Fonem Morfem Kata Frasa Klausa kalimat

1. Fonem Fonem adalah unsur bahasa yang terkecil dan dapat membedakan arti atau makna ( gleson , 1961:9) Contoh : Pola - bola Parang - barang Peras – beras Tali – tari Cagat - cakar Fonem adalah bunyi bahasa yang berbeda atau mirip kedengarannya

Morfem Morfem dalam bahasa Inggris " morfeme " adalah satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna ( Ramlan , 1983:26). Morfem tidak bisa di bagi ke dalam bentuk bahasa yang lebih kecil lagi . Morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang berperan sebagai pembentukan kata ( Wijana , 2009:33), sebagai pembentuk kata, morfem merupakan satuan kebahasaan terkecil yang maknanya secara relatif stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil ( Kridalaksana , 2008:157).

Penulisan Morfem Mesjid {mesjid} Kedua {ke}+{dua} ({ke}+{dua}) Berlari {ber}+{lari} ({ber}+{lari}) Menggurui {meng-}+{guru}+{-i} ({meng-}+{guru}+{-i})

3. Kata Kata adalah bentuk bebas yang terkecil yang tidak dapat dibagi menjadi bentuk bebas yang lebih kecil lagi Wijana (2009, hlm . 33). Kata menurut kamus linguistik , kata adalah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri , terjadi dari morfem tunggal atau gabungan morfem ; satuan terkecil dari laksem yang telah mengalami proses morfologi ; morfem atau kombinasi morfem yang oleh ahli bahasa dianggap satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas .

Sinonim persamaan arti 1. Kata-kata yang memiliki persamaan Antonim lawan arti homofon persamaan bunyi beda ari homonim pesaamaan bentuk beda arti homograf persamaan bentuk beda arti hiponim Kata turunan dari kata lainnya

Dalam kamus besar KBBI, Denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang di dasarkan atas penunjukkan yang lugas pada sesuatu diluar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif. konotasi adalah kata yang mempunyai Rasamakna lain dibaliknya atau sesuatu makna yang berkaitan dengan sebuah kata. 2. Kata Denotasi dan Konotasi

Penata bunga itu sedang bekerja Kata " bunga " bermakna sebenarnya yaitu bunga yang berarti tumbuhan . Contoh Denotasi

Contoh Konotasi Kupu-kupu malam itu ditangkap oleh petugas . Kata " kupu-kupu malam " bermakna amak rajin, suka menolong

3. ABSTRAK DAN KONKRIT 4. UMUM DAN KHUSUS 5.KATA DALAM PERCAKAPAN 6. PERUBAHAN KATA

4. Frasa Frasa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif , atau lazimnya disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat ( Ramlan , 2001:139) . Contoh kalimat frasa : Ayam hitam saya Rumah besar itu Rumah besar putih itu

Jenis-jenis frasa 1. Frasa Eksosentris Frasa eksosentris adalah frasa yang tidak mempunyai persamaan distribusi dengan unsur nya . 2. Frasa Endosentris Adalah frasa yang memiliki unsur pusat . Atau yang dapat digantikan oleh unsurnya . 3. Frasa Nominal Nominal adalah lawan dari verbal, jika verbal adalah kalimat yang berpredikat "kata kerja" maka nominal berpredikat "kata benda" 4. Frasa Verbal Frasa yang unsur pusatnya berupa kata yang termasuk kategori verba . '

Contoh A. Frasa Eksosentris Dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru di perpustakaan B. Frasa Endosentris Dua orang mahasiswa sedang membaca buku baru di perpustakaan C. Frasa Nominal Mobil itu berwarna hijau D. Frasas Verbal Dua orang Pegawai sedang menulis data baru di kantor .

Klausa Klausa adalah satuan sintaksis yang bersifat predikat . Artinya di dalam satuan atau konstruksi itu dapat sebuah predikat , bila dalam satuan itu tidak terdapat predikat , maka satuan itu tidak dapat predikat , dan tidak bia dikatakan sebagai sebuah klausa ( chaer , 2009:150)

Jenis-jenis klausa Klausa Bebas Klausa bebas adalah klausa yang mampu berdiri sendiri sebagai kalimat Sempurna , tidak menjadi bagian yang terikat pada klausa yang lain. Contoh : * Mari bernyanyi * Institut pendidikan linonesia memperhatikan minat mahasiswa 01 Klausa Terikat klausa terikat adalah klausa yang tidak mampu berdiri sendiri sebagai kalimat sempurna , dan menjadi Bagian yang terikat dari konstruksi yang lain ( Sukini , 2010:44). Contoh : Agar kita sadar …. Biarpun kecil ….. 02

Klasifikasi Klausa berdasarkan pengisi fungsi predikat 1. KLAUSA VERBAL Klausa verbal adalah Klausa yang predikatnya berkategori kata kerja ( Sukini , 2010:46). Klausa verbal adalah klausa yang berpredikat verbal (Tarigan,2009:77). Arifin (2008:38) mengatakan bahwa klausa . Verbal adalah . Klausa yang predikatnya verba atau kata kerja . 2. KLAUSA NONVERBAL adalah klausa yang predikatnya . Berkategori selain kata kerja . Unsur fungsi "P" yang tidak berkategori verbal, antara lain nominal, adjektival , numeral, preposisional (Sukini,2010:46) Menurut Tarigan (2009:50) memberikan batasan bahwa klausa non verbal adalah klausa yang berpredikat nomina , ajektif , atau adverb.

Klausa Nominal klausa nominal adalah klausa yang pre d ikatnya berkategori kata benda. atap rumah itu daun rumbia B. Klausa Adjektival Klausa ini predikatnya terdiri dari kata golongan verbal yang termasuk golongan kata sifat , atau terdiri dari frasa golongan verbal yang unsur pusatnya berupa kata sifat . harga buku sangat mahal C. Klausa Numeral Klausa Numeral adalah klausa yanng prediktnya berkategori kata bilangan. kerbau petani itu dua ekor D. Klausa Preposisional klausa yang predikatnya berkategori kata depan kakak di kampus

Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap . Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh , baik dengan cara lisan maupun tulisan . Dalam wujud lisan , kalimat diucapkan dengan suara naik turun , dan keras lembut , disela jeda , dan diakhiri dengan intonasi akhir .

01 Kalimat berita 02 Kalimat tanya 03 Kalimat perintah 04 Kalimat ajakan 05 Kalimat pengandaian Jenis- jenis kalimat berdasarkan isi/informasi

Kalimat aktif Kalimat yang subjeknya langsung melakukan pekerjaan terhadap objeknya. Contoh: Laila menggunakan gelas untuk menciptakan bunyi kalimat pasif Kalimat yang kata kerjanya cenderung menggunakan di- atau ter-. Contohnya: bangunan itu dikerjakan dengan baik oleh para teknisi ternama. Kalimat berdasarkan diathestis

Kalimat minor Kalimat yang memiliki satu inti fungsi gramatikalnya . Bentuknya seperti kalimat tambahan , kalimat jawaban , kalimat salam , kalimat panggilan , maupun kalimat judul kalimat mayor Kalimat ini hanya memiliki subjek dan predikat . Objek pelengkap dan keterangan boleh ditambahkan sesuka hati . ,kalimat berdasarkan urutan kata

Kalimat tunggal Kalimat ini hanya memiliki satu pola ( klausa ), terdiri dari satu subjek dan satu predikat . Contoh : bapak-bapak bersalaman KALIMAT MAJEMUK 1. Kalimat majemuk setara Struktur kalimat ini memiliki dua kalimat tunggal atau lebih yang jika dipisahkan dapat berdiri sendiri . Contoh : Indonesia tergolong negara berkembang tetapi Jepang telah digolongkan negara maju . 2. Kalimat majemuk bertingkat Kalimat ini memiliki dua kalimat yang satunya bisa berdiri sendiri ( induk kalimat ) sedangkan satunya lagi tidak ( anak kalimat ) Contoh : Ilmuwan masih saja mencari asal usul bulan ( induk kalimat ) meskipun hingga kini masih belum ada kepastian yang jelas ( anak kalimat ) Kalimat berdasarkan jumlah frasa Kalimat Majemuk Campuran Kalimat yang merupakan dua jenis kalimat majemuk ( setara dan bertingkat ) yang digabungkan . Contoh : Karena hujan turun dengan derasnya , kami tidak bisa pulang dan menunggu disekolah .

Berdasarkan unsur kalimat kalimat lengkap kalimat tak lengkap

Berdasarkan pengucapan Kalimat langsung Adalah kalimat yang dapat menirukan ucapan orang lain tanpa ada perubahan Kalimat Tak langsung Adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain

Kalimat Gramatikal Kalimat bahasa Indonesia secara gramatikal terdiri atas unsur subjek dan unsur predikat . Sebuah kalimat dapat berdiri sendiri meskipun tanpa objek atau keterangan , tapi unsur subjek dan predikat tidak dapat ditinggalkan . Karena kedua unsur ini ( subjek dan predikat ) memiliki sifat ketergantungan . Unsur subjek tidak akan memiliki makna tanpa unsur predikat , begitu pula sebaliknya denngan unsur predikat tidak akan memiliki makna tanpa adanya unsur subjek . Contoh kalimat : Geoge W. Bush telah kehilangan akal akan menemukan keberadaan Usamah . S P Keterangan

Simpulan Dalam linguistik, satuan–satuan gramatikal adalah unsur–unsur pembentuk bahasa, baik unsur segmental maupun unsur suprasegmental. Unsur segmental berwujud fonem, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Sedangkan unsur suprasegmental berupa nada, tekanan, intonasi, dan jeda. Unsur–unsur pembentuk bahasa tersebut di atas membentuk suatu kesatuan yang sistematis, dan dikaji dalam cabang linguistik yang relevan. Sedangkan unsur – unsur yang berupa fonem, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat dan wacana biasa disebut sebagai tataran gramatikal.