Konsep Pendidikan Musik Seni sudah ada sejak manusia ada. Seni merupakan bagian dari perwujudan kebudayaan karena semua masyarakat mempunyai kebudayaan dalam masyarakatnya (Nurfatoni 2013: 8) .
Definisi Seni Musik Dalam buku Interpreting Popular Music (2016) karya David Brackett , seni musik diartikan sebagai bentuk komunikasi yang mencakup unsur-unsur seperti melodi, harmoni, dan ritme yang tidak hanya menciptakan pengalaman estetis tetapi juga menyampaikan makna dan nilai diri.
Karakteristik Seni Musik Secara umum, karakteristik mata pelajaran Seni musik ini mempunyai dua ciri. Pertama, pelajaran seni musik mencakup sejumlah kegiatan: pengembangan musikalitas, kebebasan berekspresi, pengembangan imajinasi yang luas, menjalani disiplin kreatif, penghargaan akan nilai-nilai keindahan, pengembangan rasa kemanusiaan, toleransi dan menghargai perbedaan, pengembangan karakter atau kepribadian manusia secara utuh (jasmani, mental/ psikologis, dan rohani) sehingga dapat memberikan dampak dalam kehidupan manusia. Kedua, kegiatan pelajaran musik membantu mengembangkan musikalitas dan kemampuan bermusik peserta didik dalam berbagai macam praktiknya
Fungsi Seni Musik Fungsi seni music antara lain adalah sebagai berikut : Sarana Hiburan Simbol budaya Respon terhadap fenomena sosial Media komunikasi Media ekspresi Media pembelajaran Alat pelestarian Alat pemersatu Intelegensi
konsep dasar seni musik dalam konteks pendidikan, terutama di sekolah dasar. Seni musik tidak hanya berfungsi sebagai bentuk hiburan, tetapi juga memainkan peran penting dalam perkembangan karakter siswa. Musik membantu meningkatkan kreativitas, disiplin, dan kepekaan terhadap lingkungan. Dalam pembelajaran, musik dapat memperkuat kemampuan bermusik siswa, mengembangkan kreativitas, sertamemberikan ruang bagi perkembangan estetika dan imajinasi. Guru memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran musik yang bermakna, yang mampu mengasah kemampuan berpikir kreatif siswa. Fungsi musik dalam kehidupan sehari-hari mencakup aspek-aspek sosial, budaya, dan psikologis, termasuk sebagai alat untuk mengekspresikan emosi dan sebagai sarana kritik sosial Kesimpulan