KELOMPOK 5, PENGEMBANGAN KURIKULUM desain pendidikan.pptx

SitiHartina19 0 views 21 slides Sep 28, 2025
Slide 1
Slide 1 of 21
Slide 1
1
Slide 2
2
Slide 3
3
Slide 4
4
Slide 5
5
Slide 6
6
Slide 7
7
Slide 8
8
Slide 9
9
Slide 10
10
Slide 11
11
Slide 12
12
Slide 13
13
Slide 14
14
Slide 15
15
Slide 16
16
Slide 17
17
Slide 18
18
Slide 19
19
Slide 20
20
Slide 21
21

About This Presentation

desain pendidikan


Slide Content

  MAGISTER PENDIDIKAN IPA PASCASARJANA UNIVERSITAS JAMBI 2021 Dosen Pengampu : Prof. Dra Asni Johari , M.Si   NURPAIZAH NIM P2A521015 ARINDA JAYANTI PUTRI NIM P2A521018 AHMAD ARDIUS NIM P2A521020 ANGGOTA KELOMPOK 5: KURIKULUM DAN DESAIN PENDIDIKAN Chapter 7. Pengembangan Kurikulum

TECHNICAL-SCIENTIFIC APPROACH Pendekatan Teknis-ilmiah D igunakan untuk pengembangan kurikulum dan pendidikan 01 PENGEMBANGAN KURIKUMLUM Perencanaan untuk penataan lingkungan belajar dengan mengkoordinasikan unsur-unsur personel , material, dan peralatan 03 MERENCANAKAN KURIKULUM Untuk mengoptimalkan hasil yang diperoleh 02

Perubahan kurikulum selalu didahului dengan modifikasi dalam konsepsi kita tentang tujuan pendidikan . Menurut Bobbit tugas pertama dalam pengembangan kurikulum adalah untuk menemukan kegiatan yang membuat siswa , mempunyai kemampuan dan kualitas pribadi yang diperlukan untuk kinerja yang tepat . Charters Bobbitt Bobbitt and Charters

Urutan Rekontruksi Kurikulum Bobbitt and Charters ( 1) Memilih Tujuan (2) Membagi Siswa-siwa Ke Dalam Beberapa Kelompok Sesuai Dengan Cita-cita Dan Kegiatan Kesukaan Mereka (3) Menganalisis Batas Unit Kerja (4) Metode Pengumpulan Prestasi

Tujuan sekolah Pengalaman pendidikan yang berkaitan dengan organisasi tujuan Model Tyler 01 02 Mengorganisasi pengalaman lainnya 03 T ahun 1949 Tyler mempublikasikan prinsip dasar kurikulum dan pengajaran dengan tujuan untuk memeriksa masalah kurikulum dan pengajaran

MODEL TYLER

Model Taba (Grassroots) Perbedaan teori Taba dengan Tyler adalah ia percaya bahwa kurikulum yang diajarkan harus dirancang oleh pengguna dan pelaksana program pembelajaran yaitu guru Guru harus memulai proses tersebut dengan menciptakan suatu pembelajaran khusus bagi siswa mereka Model dari para ahli kurikulum yang telah diberikan kepada guru, dipastikan harus dikembangkan kemudian diawasi oleh administrator untuk memastikan bahwa ideide atau model-model itu diterapkan dalam pembelajaran

Diagnosis Kebutuhan Perumusan Objek Model Taba 01 02 Perancang kurikulum adalah guru yang harus memulai prosesnya dengan mengidentifikasi kebutuhan siswa dan untuk siapa kurikulum harus direncanakan Setelah guru mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan , ia menentukan tujuan yang akan dicapai

Mengorganisasi Isi Pemilihan Isi Model Taba 03 04 Objek yang akan dipilih atau yang akan diciptakan disarankan harus mencakup semua yang terkandung dalam materi pelajaran atau isi kurikulum Seorang guru tidak hanya memilih isi kurikulum , tetapi harus mengaturnya dalam beberapa jenis urutan dengan mempertimbangkan kematangan peserta didik dari segi prestasi akademiknya , dan minat mereka

MODEL TABA Pemilihan Pengalaman Belajar Isi kurikulum harus disampaikan kepada murid dan murid harus terlibat didalamnya Organisasi Kegiatan Belajar Isi kurikulum harus diurutkan secara terorganisir sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar Evaluasi dan sarana Evaluasi Perencana kurikulum harus menentukan hasil yang diinginkan setelah selesai melaksanakan pembelajaran 0505 06 07

Model Hunkins ( Pengambilan keputusan ) Kurikulum konseptualisasi dan legitimasi Tahap pertama menuntut peserta didik terlibat dalam kegiatan mengenai sifat dasar dari kurikulum dan juga nilai politik pendidikan dan sosial Diagnosis melibatkan dua tugas utama yaitu mencari keebutuhan apa saja yang diperlukan dalam pengembangan kurikulum dan mencari penyebab dari kebutuhan itu , serta menciptakan hasil dari kebutuhan yang ada Pilihan Isi Kandungan isi adalah dasar dari kurikulum . Kandungan isi kurikulum mengacu pada fakta , konsep , prinsip , teori , dan generalisasi . Kandungan isi kurikulum juga mengacu pada proses kognitif peserta didik yang akan menuntut mereka untuk berpikir dalam belajar 0501 02 3

Model Hunkins ( Pengambilan keputusan ) Pengalaman Seleksi Guru memutuskan bahan ajar apa yang akan digunakan , apakah buku teks , program perangkat lunak , film, buku referensi , bahan utama , peta , gambar , dan sebagainya Pelaksanaan Evaluasi T ahap ini biasanya dilakukan pada saat kurikulum berjalan untuk memberikan data sehingga keputusan untuk melanjutkan , memodifikasi , atau menghentikan program pembangunan kurikulum dapat dilaksanakan 0504 05 06 07 Metode dan sarana serta pengelolalan program yang akan dilaksanakan untuk menjamin dalam melanjutkan fungsi yang efektif . Pemeliharaan

Model Pemikiran Kognitif Dari Pengembangan Kurikulum Kesiapan , dalam pelaksanaanya harus membuat diri siap dalam tindakan dan pikiran Memulai,harus memutuskan tindakan apa yang diperlukan dalam memulai suatu proses Tujuan , jika kita memulai proses atau terlibat dalam proses berpikir , kita perlu menentukan apakah kita telah mencapai apa yang kita tetapkan sebelumnya Penyelesaian , jika kita berhasil , maka kita akan terlibat dengan apa yang diperlukan untuk melakukan tindakan akhirnya

Model Pemikiran Kognitif Dari Pengembangan Kurikulum Desain model Backward, Wiggins dan mc Tighe menentukan dalam tahap pertama ini terdapat tiga tingkat pengambilan keputusan . Pada tingkat pertama pembuatan keputusan , tugas pendidik selain mempertimbangkan tujuan dan sasaran , juga bertindak sebagai pemeriksa keputusan pada tingkat nasional . Tingkat kedua pengambilan keputusan dalam pengembangan kurikulum , yaitu guru kelas yang menilai isi kurikulum mungkin dapat membantu dalam menciptakan siswa yang dapat mencapai titik akhir dengan hasil sesuai dengan yang diharapkan . Pada tingkat kedua pengambilan keputusan adalah untuk menentukan pengetahuan apa yang sangat penting bagi siswa yang dapat menunjang terhadap tujuan-tujuan pembelajaran yang lainnya . Tingkat ketiga dan terakhir dari pengambilan keputusan dalam tahap pertama ini melibatkan penyempitan pada isi .

Post-positivist Postmodern Models The Deliberation Model Conversational Approach Glattohorn : Naturalistic Model Nontechnical- Non Scientific Approach

Pendekatan Non techninal -non scientifiec Pendekatan teknis ilmiah dalam kurikulum adalah untuk menunjukkan bahwa proses pengembangan kurikulum memiliki derajat yang tinggi baik dari segi objektivitasnya , universalitas , dan logika .  Pendekatan teknis ilmiah dalam kurikulum mencontohkan pada mordernism , pandangan rasionalis , objektivitas , dan kepastian . Nonteknis sebagai pendukung pendekatan non- ilmiah menantang asumsi yang menyatakan semua tujuan pendidikan

Model musyawarah merupakan rata-rata penalaran tentang masalah praktis yang harus dimasukkan dalam kurikulum . Enam tahap  - tahap model musyawarah terdiri dari : 1.          Berbagi kepada masyarakat luas 2.          Menyoroti kesepakatan dan ketidaksepakatan 3.          Posisi penjelasan 4.          Menyoroti perubahan posisi 5.          Titik negosiasi perjanjian 6.          Mengadopsikeputusan ModelMusyawarah ( The Deliberation Models)

Pendekatan Pertanyaan yang diadaptasi dari strategi quentioning dikembangkan oleh Hunkins . Hal ini masuk akal bahwa pertanyaan merupakan bagian integral dari percakapan.Fase disesuaikan dengan penciptaan kurikulum : 1.       Asosiasi bebas 2.       Pengelompokan berdasarkankesukaan 3.       Merumuskanpertanyaan fokuskurikuler 4.       pertanyaanfokuskurikuler   secara berurutan 5.       Membangun   konteksuntukfokus PendekatanPertanyaan ( Conversation Approach) Komponen yang digunakan   untuk pertimbangan dalam pengembangan kurikulum , yaitu : 1.       Isi kurikulum , 2.       konsepsi pada   isi , 3.       organisasiisi , 4.       kriteria untuk memilih konten ( kecukupan   diri , signifikansi ,  validitas ,  kesukaan , utilitas , learnability dankelayakan )

Komponen Yg Harus Diperhatikan Dalam Pengembangan Kurikulum

Partisipan dalam Pengembangan Kurikulum Political Area participant School Area participant Guru Siswa Principals Curriculum specialists Asistent (Associate) superintendent Superintendent ( pengawas sekolah ) Lay citizen ( Masy . Sekitar ) Participant outside the school district Other participant

THANKS