Tugas 2.2.9 Asesmen 2
Dwi Febri Astutik, S.Pd. / SMPN Satap 1 Pemenang
Pertanyaan:
1. Apa tujuan dan manfaat dari asesmen dari, untuk, dan pembelajaran (500 kata atau 5 menit)?
2. Jelaskan dua strategi asesmen dan bagaimana strategi tersebut dapat digunakan untuk asesmen
formatif, sumatif, atau asesmen berkelanjutan (500 kata atau 5 menit)
TUJUAN DAN MANFAAT ASESMEN
Setiap hari guru dihadapkan pada pembelajaran, karakter peserta didik, refleksi, dan salah juga
penilaian. Dalam bidang pendidikan, kata penilaian akrab dan dilakukan setiap hari. Saat ini penilaian lebih
dikenal dengan istilah asesmen. Dalam penerapannya, penilaian berbeda dengan asesmen. Pengertian
menurut Slavin (2011) menyatakan bahwa penilaian adalah suatu pengukuran sejauh mana siswa
telah mempelajari tujuan yang ditetapkan bagi mereka. Menurut Iryanti (2004) bahwa penilaian adalah
suatu kegiatan pengukuran, kuantitatif, penetapan mutu pengetahuan siswa secara menyeluruh,
dan terintegrasi dalam proses pembelajaran, serta menggunakan beragam bentuk.Menurut kamus besar
Bahasa Indonesia (KBBI), istilah asesmen memiliki makna sebagai kegiatan mengumpulkan, menganalisis,
dan menginterpretasi data atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya sebagai bahan untuk
memahami individu dan pengembangan program layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan
kebutuhan. Sedangkan menurut Ramatni (2023:15731), asesmen merupakan kegiatan guru selama
rentang pembelajaran untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan sebagai
dasar pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi peserta didik.
Pelaksanaan asesmen bersifat suatu proses yang berkelanjutan dan mencakup domain yang lebih
luas. Asesmen yang dilakukan untuk memberikan nilai kualitas belajar peserta didik. Pelaksanaan asesmen
bersifat suatu proses yang berkelanjutan dan mencakup domain yang lebih luas (Munaroh, 2024). Asesmen
memiliki dua persyaratan yaitu mengukur kompetensi dan harus mempunyai efek yang menguntungkan
terhadap proses belajar. Berbeda dengan pengukuran dan tes. Asesmen dilakukan secara berkelanjutan dan
berkesinambungan. Hal itu disebabkan karena output dari adanya asesmen nanti ad alah
perubahan/kemajuan belajar peserta didik. Fungsi asesmen bagi peserta didik yaitu untuk mengetahui
kemampuan dan hasil belajar mereka. Dengan asesmen juga bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki cara
belajar. Asesmen memiliki banyak jenis, salah satunya adalah asesmen hasil belajar. Asesmen hasil belajar
adalah proses pemberian nilai terhadap hasil belajar yang dicapai peserta didik sesuai dengan kriteria
tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa objek yang dinilai adalah hasil belajar (Wahyudi, 2024).
Asesmen memegang peranan penting sebagai alat untuk menilai, memantau, dan meningkatkan
pembelajaran peserta didik (Munaroh, 2024:295). Bagi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK)
asesmen besar manfaatnya untuk mengetahui seberapa besar kemajuan mereka dalam proses
pembelajaran, baik itu berkaitan dengan kognitif, karakter, dan interaksi sosial mereka. Perubahan sekecil
apapun itu bermakna dalam perkembangan diri PDBK. Hasilnya juga bisa dimanfaatkan untuk bahan
evaluasi demi mengembangkan potensi mereka agar mencapai titik maksimal.